Pertamini Banyak Diminati di Pinggiran Kota

0
1315
Pertamini (dok pagunpost.com)

Jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih terbatas, membuat usaha penjualan bensin eceran semakin marak di masyarakat. Walaupun lebih mahal namun karena letaknya dekat dengan pemukiman penduduk dan kebutuhan yang mendesak, membuat penjual bensin eceran banyak dicari.

Dilihat dari perkembangan di masyarakat, sejak dua tahun yang lalu penjualan bensin eceran banyak yang menggunakan konsep booth Pertamini. Bila biasanya penjual bensin eceran hanya menggunakan botol yang disusun di atas meja, dengan booth Pertamini usaha bensin eceran terlihat lebih menarik dan pastinya akan meningkatkan nilai jual dari bensin yang ditawarkan.

Karena pasar yang terbatas yaitu para pengecer bensin di pinggir jalan, maka diperlukan pemasaran langsung yang efektif dan efisien. Selain itu diperlukan penawaran atau kerjasama yang efektif antara pihak pembuat booth dengan pengecer bensin sebagai konsumennya.

Bukan hanya menjual, pelaku usaha pembuatan booth juga bisa membuka kerjasama seperti bagi hasil atau lain sebagainya dengan para pengecer. Hal itu cukup beralasan karena para pengecer bensin yang ada di pinggir jalan tidak memiliki permodalan yang kuat.

Karena pengecer bensin sebagai pangsa pasar utama berada di pinggiran kota, maka bisa dipastikan para pelaku usaha pembuatan booth Pertamini harus lebih agresif melakukan penawaran di pinggiran kota karena di sana pasar usaha booth Pertamini banyak diminati pasar. Seperti misalnya di daerah Depok, Bogor untuk daerah pinggiran Ibukota dan beberapa daerah lainnya seperti di Lampung, Sumatra, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.

Keberadaan usaha ini memiliki dua dampak, negatif dan positif. Positifnya, masyarakat sangat terbantu mendapat BBM tanpa harus mengantri. Dan negatifnya, keberadaan Pertamini jelas merusak distribusi dan pemasaran BBM, karena pasokan BBM yang diperoleh Pertamini berasal dari SPBU resmi Pertamina.

Tak jarang, pengelola SPBU mini ini membeli BBM dengan jerigen dalam jumlah yang banyak, sehingga menyedot stok di SPBU resmi. Bisnis ini diperkirakan dapat bertahan lama seiring dengan tingginya permintaan pasar.

 

Oleh:

Istijanto Oei, Pengamat Marketing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.