Jual 5 Ribu Souvenir Tanaman Pernikahan hingga Event Perusahaan

0
2956
Souvenir tanaman

Berawal dari keikutsertaannya dalam sebuah seminar kewirausahaan, menginspirasi Baiq Dewi fokus menggeluti bidang usaha. “Saat itu dalam seminar, kita diharuskan menulis 100 ide bisnis, yang kemudian direalisasikan satu per satu, sehingga menemukan bisnis yang sesuai passion kita,” terangnya.

Dari beberapa bisnis yang direalisasikannya tersebut, bisnis suvenir tanaman paling banyak menyita perhatian masyarakat, bahkan diakui wanita yang akrab disapa Baiq ini, dalam hitungan hari sudah ada beberapa calon konsumen yang teratarik dengan produk yang dibuatnya tersebut.

Mulai dari situlah ia mencoba membangun usaha di bidang pemesanan suvenir tanaman dengan modal Rp 1 juta di tahun 2012. Dan pilihan ide bisnisnya sangat tepat, karena dalam waktu 1,5 bulan, produk suvenir tanamannya sudah laku terjual hingga 1.000 pieces.

Bahkan untuk menguji eksistensi usahanya tersebut, di tahun pertama Baiq mencoba mengikuti lomba bertajuk “YoungPreneur” yang diadakan Universitas Indonesia. “Alhamdulillah dalam lomba entrepreneurship itu saya memperoleh juara,” ucapnya.

Mulai dari situlah usahanya semakin dikenal masyarakat, dan ia pun terus melakukan peningkatan di berbagai lini produksi, agar produk-produknya semakin bervariasi serta kualitasnya terus meningkat.

Suvenir Tanaman

Ide membangun bisnis pembuatan suvenir tanaman didapatkan Baiq dari keinginannya mensosialisasikan gaya hidup ramah lingkungan dengan produk yang inovatif dan mampu mengedukisi masyarakat tentang pentingnya penyelamatan bumi. Menurutnya, dengan media tanaman, tentu kampanye Go Green akan bisa langsung diterapkan oleh masyarakat.

“Alasan saya memilih suvenir, karena produk suvenir merupakan produk yang dicari di oleh masyarakat sebagai kenang-kenangan dalam sebuah event, seperti pernikahan, ulang tahun, dan masih banyak lagi,” terangnya.

Ada ratusan jenis tanaman yang digunakan Baiq sebagai suvenir, mulai dari tanaman hias, tanaman herbal, tanaman rempah, serta kaktus. Untuk variannya sendiri sangat beragam dari yang lokal dan mudah perawatannya hingga jenis tanaman yang perlu perlakuan khusus.

Untuk mengaplikasikannya sebagai suvenir, tanaman tersebut biasanya dihias dengan bahan baku penunjang, seperti kain flannel, karung goni bekas, keranjang bambu, pita, tabung plastik mika, hingga pot warna-warni berbentuk unik.

Dari ragam desain dan jenis tanaman yang ditawarkan Baiq, tanaman hias dengan desain simple paling banyak diminati konsumen. Mengenai desain baru, karena berbasis pada tanaman, maka frekuensi pemunculan new design atau new plant tidak sesering seperti usaha lain, seperti fesyen atau kuliner. Menurut Baiq, ia cenderung memunculkan jenis tanaman baru atau jenis kemasan baru dalam rentang waktu 4-6 bulan sekali.

Mengenai penjualan suvenir tanaman, diakui Baiq ia kerap kewalahan dalam memenuhi pemesanan. Maka dari itu, saat ini ia masih membatasi kuota pemesanan, yakni hanya 5 ribu pieces per bulan. “Dari segi pemesanan setiap bulannya bisa melebihi kuota. Namun karena masih sedikitnya SDM dan saya ingin memberikan kualitas terbaik bagi konsumen, jadi mau nggak mau harus membatasi pemesanan,” terangnya.

Maka dari itu, tidak jarang ada beberapa konsumen harus memesan 1-2 bulan sebelumnya. Namun tidak menutup mkemungkinan, ke depannya Baiq akan menambah SDM yang tentunya mampu meningkatkan produktivitas usahanya ini. Dengan banyaknya pelanggan di setiap bulannya, Baiq mampu meraup omset rp 25 juta, dengan keuntungan mencapai 40-50 persen.

Baiq memilih untuk mengembangkannya sendiri, di atas lahan seluas 200 m² yang disewanya sebesar Rp 12 juta per tahun di kawasan Citayam, Depok. “Alasan saya menanam tanaman sendiri agar bisa memantau kualitas tanaman yang akan kita jual, serta bisa memenuhi kebutuhan tanaman di setiap bulan,” terangnya.

Untuk pengembangan tanaman tersebut, mulai dari tanaman hias, herbal, hingga kaktus, ia dibantu beberapa petani tanaman di sekitar tempat usahanya. Para SDM yang membantu Baiq dibayar Rp 100 ribu per hari untuk satu project.

Selain tanaman hidup, bahan baku yang dibutuhkan Baiq dalam membuat aneka suvenir tanaman adalah media tanaman (tanah), pupuk, pot bunga, serta bahan packaging (kain flannel, pita, kernajnga bambu, karung goni bekas, plastik mika).

Semua bahan baku terseut didapatkan Baiq dari supplier tanaman langgananya serta toko-toko aksesori. Dalam sebulan ia mampu mengelontorkan uang Rp 12 juta–Rp 15 juta untuk membeli bahan baku dan perawatan tanamannya.

Proses pembuatan suvenir terbilang sangat sederhana, hanya mengnadlakna ketrampilan dalam membungkus tanaman serta kreatifitas menuangnkan ide menciptakan suvenir tanaman yang unik dan menari. “Usia tanaman yang bisa dijadikan suvenir adalah 1 sampai 2 bulan, ahat akar tanamanannya kuat dan sehat dijadikan suvenir,” terangnya.

Setelah tanaman dimasukkan ke dalam pot yang sudah diisi oleh tanah dan pupuk, dilanjutkan dengan packaging, salah satunya dengan menutup keseluruhan pot tanaman dengan karung goni bekas, yang kemudian diikat dengan tali satin sebagai pemanis suvenir. Dalam proses packaging ini biasanya memakan waktu 5-10 menit per pcs.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.