Raih Omset Rp 20 Juta dari Penjualan Meja Laptop Portable dari Kayu Pinus

0
1210
Meja Laptop Portable (dok id.aliexpress.com)

Pengalaman menjalankan usaha pembuatan berbagai perkakas rumah tangga berbahan kayu dengan nama Woodpecker Woodworks sejak tahun 2003 membuat Kiki Setiadi tidak kesulitan dalam memproduksi produk berbahan kayu pesanan pelanggan. Namun persaingan usaha yang semakin pesat, mengharuskan pria yang akrab disapa Kiki ini untuk terus berkreasi dan melihat kebutuhan pasar yang ada.

Salah satu produk berbahan kayu buatan Kiki yang terbaru dan mendapatkan respons baik dari para konsumen adalah meja laptop portable. Ide pembuatan meja laptop ini bukan tanpa alasan, melihat banyaknya pengguna laptop yang kesulitan menggunakan laptop di luar ruangan seperti di ruang keluarga, taman, area publik, tempat rekreasi menginspirasi Kiki membuat meja laptop portable.

Dalam membuat meja laptop portable yang telah dilakoninya sejak tahun 2012 Kiki tak perlu mengeluarkan modal besar. Hanya dengan modal Rp 5 juta untuk membeli kayu pinus sebagai bahan baku utama pembuatan meja laptop.

“Untuk bahan lainnya seperti baut, engsel tiner, dempul, cat impra serta perkakas perkayuan lainnya seperti gergaji, mesin serut, mesin bor, amplas dan lain sebagainya sudah saya miliki,” ungkap Kiki.

Simpel dan Ringan.

Walaupun memiliki keahlian membuat berbagai perkakas rumah tangga, Kiki sempat merasa kesulitan membuat meja laptop. “Karena memang nggak mudah menemukan desain meja laptop portable yang pas dan diminati konsumen,” cetusnya. Setelah melakukan beberapa kali uji coba, akhirnya Kiki menemukan desain meja laptop portable yang simpel dan ringan serta banyak diminati konsumen.

“Namanya juga portable sehingga harus simpel dan ringan karena bisa dipindah atau dibawa kemana-mana,” tambahnya lagi.

Nah untuk membuat meja yang ringan, Kiki memilih kayu pinus yang ringan namun tetap memiliki serat kayu yang bagus. Adapun ukuran meja yang dibuat berukuran panjang 50 – 70 cm lebar 33 cm dan penyanggah empat kaki setinggi 30 cm. Sebagai pelengkap meja laptop dilubangi dan dipasang pendingin (cooling fan) USB pada bagian bawah meja.

“Agar laptop yang dipakai tidak cepat panas kita tambahkan pendingin (cooling fan) dibagian bawah meja. Dengan demikian konsumen tak perlu ribet memebli cooling fan tambahan,” ungkap Kiki.

Harga meja laptop portable yang ditawarkan cukup bervariasi, tergantung bentuk dan tingkat kesulitan yang dibuat. “Harganya mulai dari harga Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta,” tandas Kiki.

Dari berbagai model meja laptop portable yang dibuat, meja laptop dengan model empat kaki dan dilengkapi cooling fan usb paling diminati dengan harga Rp 250 ribu. Sedangkan untuk mecja laptop portable customized (sesuai dengan permintaan konsumen) seperti antara meja laptopn dan meja alas mouse pad dibuat terpisah sehingga bisa dilipat, meja yang juga dilengkapi dengan alas kursi dengan busa dan lain sebagainya.

Dua tahun mengeluarkan produk meja laptop portable, bisa dibilang peminat meja laptop buatan Kiki semakin bertambah. Saat ini tiap bulannya, Kiki bisa menjual 50-80 meja laptop portable dengan perolehan omset sekitar Rp 20 juta. Dari omset tersebut, Kiki biasanya mengeluarkan modal sebanyak Rp 7,5 juta untuk membeli bahan baku kayu pinus, Rp 4 juta yang digunakan untuk menggaji 2 orang karyawan, Rp 750 ribu untuk membeli kipas USB dan Rp 250 ribu untuk cat Impra lainnya.

“Setiap bulan saya mengeluarkan biaya sekitar 12,5 juta atau 65% dari omset yang saya terima,” tambahnya.

Bahan Baku.

Bahan baku utama yang digunakan adalah kayu pinus yang memiliki motif serat kayu khas serta ringan. Selain itu, kondisi kayu pinus yang dijual sudah kering membuat Kiki tidak harus melakukan pengovenan untuk membuat kayu jadi kering agar tahan lama. Dengan demikian ia bisa langsung mengolahnya menjadi meja laptop portabel. Bahan lainnya yang diperlukan yakni amplas, engsel, baut, tiner, dempul dan cat impra.

Untuk membuat satu meja laptop portable diperlukan 4,5 meter kayu pinus yang dibeli dengan harga sekitar Rp 90 ribu (1 meter kayu pinus Rp 15-20 ribu). “Biasanya saya beli kayu pinus di penjual kayu di sekitar Bandung,” jelasnya.

Sedangkan untuk membeli bahan baku lainnya serta perkakas perkayuan bisa dibeli di matrial terdekat. “Untuk catnya, saya pakai cat kayu merek impra dengan harga sekitar Rp 26 ribu per liter. Cat jenis ini dipilih karena memiliki warna yang transparan sehingga tidak menutupi serat kayu yang ada,” ungkapnya. Untuk membuat satu unit meja laptop portable diperlukan waktu sekitar setengah hari.

Buka Reseller.

Di awal memasarkan produk meja laptop portable ia menawarkan langsung pada orang terdekat, teman maupun kerabat dekat. Selain itu demi untuk memperluas pasar, Kiki memanfaatkan media sosial facebook juga website untuk menjaring pasar dari berbagai daerah.

“Target pasar kita para pengguna laptop pasti juga orang yang melek teknologi internet, jadi cara ini bisa dibilang efektif,” jelas Kiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.