Pertumbuhan IKM Kreatif di Indonesia dinilai masih memiliki prospek yang sangat besar, terutama karena didukung oleh meningkatnya jumlah konsumen dari kalangan generasi muda yang terus mengikuti tren dan perkembangan gaya hidup. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
Untuk mendukung daya saing pelaku usaha, Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) terus mendorong penguatan kapasitas IKM Kreatif, khususnya di sektor fesyen dan kriya. Salah satu fokus utama yang diberikan adalah meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memahami perilaku konsumen dan menyusun strategi bisnis yang tepat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kreativitas saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan dan preferensi konsumen agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Agus mengatakan, riset pasar menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha kreatif. Dengan memahami karakter konsumen, pelaku industri dapat lebih mudah menentukan strategi pemasaran, inovasi produk, hingga pengembangan bisnis jangka panjang.
IKM Kreatif Perlu Memahami Perubahan Perilaku Konsumen
Sebagai bagian dari program pembinaan, BPIFK menggelar workshop Creative Talk bertajuk “Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif” di Badung, Bali, pada 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dan praktisi yang membagikan wawasan terkait perilaku konsumen kepada para pelaku IKM Kreatif.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas atau desain yang menarik. Kemampuan membaca perubahan tren pasar juga menjadi faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha.
Menurutnya, pelaku IKM Kreatif perlu terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan konsumen agar produk yang ditawarkan tetap memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kementerian Perindustrian menilai pemahaman terhadap perilaku konsumen akan membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang lebih tepat sasaran. Dengan strategi yang didukung riset pasar yang baik, IKM Kreatif diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.





