Sidodadi Lawas: Simbol Pelestarian Budaya dan Persatuan Warga RW 05 Sukun Kota Malang

0
487
Sidodadi Lawas
Sidodadi Lawas: Simbol Pelestarian Budaya dan Persatuan Warga RW 5 Sukun Kota Malang
Pojok Bisnis

Sidodadi Lawas, sebuah acara budaya yang menjadi simbol pelestarian warisan budaya dan persatuan masyarakat, kembali meriahkan RW 05 Kelurahan Sukun Kota Malang. Event yang diadakan di sepanjang Jalan Cendrawasih RW 05 Kelurahan Sukun ini telah memasuki edisi keenamnya, berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 18 hingga 20 Agustus 2023.

Acara Budaya yang diprakarsai oleh pemuda kreatif dari RW 05 Kelurahan Sukun, telah menciptakan momentum istimewa bagi warga setempat. Dengan tema utama “Serat Wicitra Budaya,” event tersebut berhasil menciptakan suasana nostalgia dengan sentuhan kebudayaan masa lalu.

Warga dari total 15 RT di RW 05 turut berpartisipasi dalam meramaikan Sidodadi Lawas. Masing-masing RT menghiasi stan mereka dengan nuansa tempo dulu, menghadirkan suasana pasar khas zaman dahulu yang mampu mengundang rasa bernostalgia bagi pengunjung.

Sajian Kuliner Khas Tempoe Doeloe

Pasar tempo dulu ini tidak hanya sebatas hiasan visual, tetapi juga mencakup sajian kuliner khas zaman dahulu yang disesuaikan dengan tema. Tak hanya warga, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut berkontribusi dalam event ini.

PT Mitra Mortar indonesia

Totalnya, hampir 50 stand berpartisipasi dalam event yang berfokus pada melestarikan nilai budaya ini.

Fauzan Khailani, selaku panitia penyelenggara, mengungkapkan harapannya terhadap event ini, “Acara yang digelar setiap tahun ini memiliki tujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan di RW 05 serta melestarikan budaya melalui bentuk kegiatan event semacam ini.”

Selain keberadaan stand dengan hiasan dan kuliner tempo dulu, acara ini juga menggelar Sedekah Bumi pada hari kedua atau Sabtu. Warga dengan antusias berpartisipasi dalam mengangkat gunungan yang telah dihias dengan hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan.

Setelah prosesi arak-arakan, buah dan sayuran dari gunungan tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk tradisi turun-temurun yang mulai jarang di jumpai di kota-kota besar.

Rangkaian hiburan semakin memeriahkan event ini. Pada malam hari Sabtu, panggung dimeriahkan oleh hiburan musik Campursari Gita Nada untuk menghibur warga dan pengunjung.

Pada hari Minggu pagi, acara jalan sehat digelar dengan hadiah menarik serta doorprize yang mengundang partisipasi banyak peserta. Malam harinya, acara diramaikan oleh resepsi dan penampilan musik dari grup musik Tali Jiwa.

Para pengunjung serta masyarakat berharap agar event semacam ini dapat terus diadakan setiap tahunnya. Acara ini dianggap sebagai wahana penting dalam memupuk persatuan dan menjaga kelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat diterapkan dengan cara yang menarik dan kreatif.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan