Kaus Kaki, Sepatu dan Kaus Oblong dari Serat Bambu Tembus Pasar Ekspor

0
371
Dok: bazarunik.com

Pengalaman sebagai marketing produk kaus kaki di salah satu perusahaan fesyen di Bandung, membuat Taufiqurochman mengetahui seluk beluk dan prospek usaha yang berkaitan dengan produk kaus kaki. “Saya melihat kebutuhan kaus kaki di masyarakat luas terus berkembang pesat. Bahkan setiap tahun peningkatannya sangat drastis. Dari situ saya melihat produk kaus kaki sangat prospektif,” ujarnya.

Setelah melihat pangsa pasar yang luas dan terus berkembang, pria yang akrab disapa Taufiq ini pun memberanikan diri merintis usaha produksi kaus kaki dengan modal Rp 40 juta dari hasil menjual mobil pribadi. Saat itu diakuinya, dalam membangun usaha pembuatan kaus kaki masih menggunakan jasa makloon di Bandung. Namun seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit ia pun mencicil pembelian perlengkapan usaha.

Setahun mengembangkan usaha, Taufiq memantapkan diri untuk menjalakan usaha yang bergerak di bidang pembuatan kaus kaki dan sepatu dengan target pasar high class. Tidak hanya itu, ia pun sengaja pergi langsung ke China, khusus untuk mencari bahan baku serat bambu. “Karena target market saya kalangan kelas atas, jadi saya ingin memberikan produk kaus kaki yang eksklusif. Dari hasil searching di internet, maka saya pun berniat membuat kaus kaki berbahan serat bambu,” jelasnya.

Walaupun di Eropa, China dan Jepang produk dari bahan serat bambu sudah ada sejak lama, namun untuk pasar Indonesia sendiri belum ada. Hal inilah yang melatar-belakangi Taufiq terjun ke usaha kaus kaki dari bahan serat bambu untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia. Taufiq mulai berfikir untuk mengembangkan produk serat bambu, melihat perkembangan dan respon  pasar yang cukup pesat. Maka lahirlah produk lain dari serat bambu yaitu sepatu dan kaos. Khusus sepatu, Taufiq menjadi satu-satunya pelaku usaha yang memproduksi sepatu serat bambu baik di dunia maupun di Indonesia.

Serat Bambu. Alasan Taufiq memilih serat bambu untuk bahan produk fesyennya, karena serat bambu memiliki penny quinonne yang berfungsi anti jamur dan anti bakteri sehingga dapat menghilangkan bau yang tidak sedap. Bahan baku yang berbentuk kapas ini secara alami mempunyai kemampuan menyerap keringat lebih tinggi yaitu 3,6 kali lebih bagus dibandingkan katun. Daya ultra violet serat bambu hanya 0,6 % menjadikan serat bambu mampu menahan efek panas dan radiasi. Selain itu serat bambu mengandung berbagai macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga dapat menjaga kelembaban kulit.

Dengan dukungan penuh dari rekan dan tim, Taufiq memberanikan diri mengajukan permohonan kepada salah satu perusahaan di Jakarta menjadi distributor tunggal untuk memenuhi bahan baku serat bambu. Serat bambu masih diimpor dari China, sedangkan proses pemintalan dari serat bambu menjadi benang dan produk fesyen dilakukan di workshop Taufiq.

Menurut Taufiq, prospek usaha ini sangat bagus, ditandai dengan makin banyaknya permintaan produk Parker, terlebih produk yang ditawarkannya berbeda dengan yang lain. Karena keunikan produk Parker ini, Taufiq mendapatakan berbagai penghargaan salah satunya yaitu PRABASWARA KUKM EKSPOR 2013 yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI untuk pengembangan produk ekspor kategori produk ramah lingkungan dan meraih juara pertama dalam acara Gelar Sepatu Kulit dan Fashion 2013 dengan kategori sepatu resmi pria terbaik dan mendapatkan penghargaan UKM Inovatif II 2015 dalam rangka kerjasama ASEAN menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Dari segi persaingan usaha, menurut Taufiq khusus untuk produk dari bambu di Indonesia tidak punya pesaing. Karena saat ini CV. Citra Baru Busana merupakan pemain tungggal industri dari bahan serat bambu di Indonesia. Sedangkan persaingan dengan produk impor dan menghadapi pasar bebas juga tidak menjadi kendala bagi Taufiq.

Produk. Saat ini Taufiq baru memproduksi tiga macam produk berbahan serat bambu yaitu kaus kaki, sepatu dan kaus. “Saya masih memfokuskan pada tiga produk tersebut. Selain agar kualitasnya terjaga, bila memproduksi banyak barang, kita masih kekurangan SDM,” jelasnya. Harga yang ditawarkannya dari ketiga produk tersebut terbilang lebih mahal dibandingkan produk sejenisnya, misal untuk produk kaus kaki dijual dengan harga Rp 419.400 per pasang, sepatu Rp 399.00 -5.490.000 per pasang, sandal Rp 599.000-Rp 1.990.000 per pasang, dompet Rp 400.000-Rp 500.000 dan kaus Rp 200 ribu–Rp 300 ribu per pcs.

Selain menawarkan produk ready stock, Taufiq juga melayani pembuatan  produk dengan desain custom. Dalam pemesanan produk custom, Taufiq tidak memberikan batasan minimal pemesanan, namun dari segi harga produk customized jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga produk umumnya dengan perbandingan harga 20% hingga 50%. ”Masing-masing desain customized sangat kita jaga originalitasnya, karena biasanya sangat mencirikan selera pemesan,” jelas Taufiq.

Pemesanan dapat dilakukan dengan datang langsung ke workshop di Jalan Sanggar Kencana VI No. 14-16 A Sanggar Hurip Estate-Bandung ataupun lewat telepon maupun internet. Bagi konsumen yang datang langsung, akan dipresentasikan apa yang terbaik dan menjadi keinginan konsumen, mengenai model hingga tren yang berkembang. Sedangkan untuk pemesanan lewat media internet, konsumen dapat mengirimkan desain dalam bentuk soft copy dengan format JPEG, RAW, dan PNG. Konsumen harus mengirimkan spesifikasi produk yang akan dipesan, seperti ukuran, jumlah pesanan, hingga desain dari produk yang akan dipesan. Selanjutnya apabila kesepakatan sudah dicapai, konsumen dapat mentransfer pembayaran minimum atau DP 50% beserta tambahan biaya ongkos kirim, yang diselesaikan pada saat barang akan dikirimkan.

Pesanan paling lama dikerjakan dalam waktu satu sampai dua minggu untuk berbagai model. “Tidak ada batas pemesanan minimum untuk desain custom. Apabila ada kerusakan barang, desain produk yang tidak sesuai dapat segera diretur,” jelas Taufiq. Dar ketiga produk yang ditawarkannya, produk kaus kaki merupakan best seller dari usaha serat bambunya ini.

 

Jajaki Pasar Ekspor. Sejak awal  usaha, fokus utama pemasaran Taufiq menyasar segmen menengah ke atas. Menurutnya  pasar tersebut  lebih potensial, karena mereka biasanya lebih suka produk dengan desain yang tidak pasaran. Agar lebih eksis, ia kerap mengikuti berbagai pameran di Indonesia dan luar negeri. Beberapa pameran yang pernah diikuti yaitu Inacraft, Indonesia Fashion Week, Indonesia Leather & Footwear (ILF), Gelar Sepatu, Kulit dan Fashion (SKF), Global Shoes di Dusseldorf, Jerman, hingga Expo Riva Schuh International Shoe Fair di Riva Del Garda, Itali. Selain mengikuti pameran ia pun tetap mempromosikan produknya melalui media online dengan membuat website usaha.

Tidak hanya itu, lewat kejeliannya melihat pasar, pendekatan manajemen pemasaran pun dilakukan, yaitu dengan membuka Counter di beberapa Department Store seperti Pasar Raya (Jakarta – Grande – Manggarai), Gedung Sarinah (Thamrin Jakarta – Malang), Lotus ( Bekasi, Cibubur, Galaxy, Thamrin ). Sri Ratu (I, VIII, V, VI) dan Jogja Department Store. Sedangkan untuk sistem kerja sama setiap Department Store berbeda-beda, yakni dengan margin berkisar dari 20% hingga 30%.

Melaui media pemasaran ini, Taufiq mendapatkan buyer dari dalam hingga luar negeri seperti Singapura, Malasyia, Itali, Prancis, Belgia, Hongkong dan Jerman. Menurtnya pemasaran dalam negeri mencakup 90 persen dari total penjualan, sedangkan 10 persen sudah merambah ke luar negeri. “Bahkan untuk ke depannya saya sudah gencar melakukan pemasaran ekspor, agar produk ini bisa meluas di berbagai negara lain,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.