Ciptakan Packaging Dari Limbah Kertas Beromset Rp 50 juta/bulan

0
840
Dok Koinwork

Bimbim memutuskan hijrah ke Jakarta untuk pengembangan bisnisnya. Di Jakarta bisnis daur ulangnya berkembang cukup pesat dan di respon cukup baik oleh pasar luar negeri terutama Malaysia.

Namun karena kurangnya manajemen bisnis, produknya dibawa kabur pedagang dan bahkan sempat mengalami kerugian hingga puluhan juta, imbas dari pengiriman produk ke luar negeri. Hal seperti inilah yang menjadikan Bimbim sempat mengalami kerugian, bangkrut dan bahkan gulung tikar.

Meskipun sempat mengalami kerugian dan gulung tikar nyata tak membuat Bimbim putus asa, malah memotivasinya agar bisa terus bangkit dan berkreasi. Puncaknya di tahun 2000, saat ia mencari peruntungan di daerah Bogor dan menjual produknya dengan membuka lapak di Jembatan Merah, ternyata respon masyarakat Bogor cukup antusias melihat produk-produk yang Bimbim tawarkan.

Bimbim dan Embonk mendirikan galeri Bogor kreatif yang berlokasi di Jl. Tentara Pelajar No. 4 Bogor Tengah, Bogor. “Awalnya produksi di rumah kang Bimbim, karena tempat yang sudah tidak memadai untuk proses produksi, kita pun memutuskan untuk sewa tempat sebagai galeri dan tempat produksi” tutur Embonk.

Di awal mendirikan Bogor Kreatif ini, Bimbim dan Embonk mengeluarkan modal sebesar Rp 10 juta yang dipergunakan untuk renovasi workshop, pembelian bahan baku dan peralatan produksi.

Produk. Produk Bogor Kreatif terlihat unik, karena berbentuk rangkaian dari beberapa limbah kertas hardboard dan kardus, bukanya hanya dari limbah kertas, produk kreasi Bogor Kreatif juga menghadirkan produk berbahan limbah ranting, akar bambu, daun, kain dan limbah kemasan.

“Limbah ini kita peroleh dari masyarakat dan perusahaan-perusahaan, ada yang kita beli ada pula yang dikasih begitu aja”. Tutur Embonk

Produk yang ditawarkan berupa gantungan kunci, frame, tas, home décor, binder packaging dan lain-lain. Harga yang ditawarkan setiap produk Bogor Kreatif cukup variatif berkisar Rp 5.000 hingga Rp 500 ribu per pieces.

Namun bila ada desain yang cukup rumit dan dalam dimensi besar, biasanya harga jual produk lebih tinggi, tergantung kesepakatan dengan konsumen.

Melihat jumlah permintaan produk packaging dari limbah cukup signifikan setiap bulannya, Embonk pun saat ini lebih memfokuskan memproduksi packaging dari limbah kertas. Galeri Bogor Kreatif pun dijadikan rumah produksi packaging, sedangkan untuk produk-produk yang lainnya, Embonk serahkan untuk diproduksi oleh masyarakat sekitar dan pelaku UKM lain.

Meskipun packagingnya terbuat dari bahan libah, mengenai kualitas tentu bisa bersaingan dengan pelaku usaha lain maupun pabrikan. Bahkan menurut Embonk, banyak pelanggan yang tidak menyadari packaging kreasi Bogor Kreatif berasal dari limbah, setelah mengetahui biasanya pelanggan senang melihat keunikan dan kualitasnya.

“Meskipun dari bahan limbah, kita bisa bersaing dengan produk pabrikan, karena produk kita di produksi secara handmade dan modelnya pun tidak bisa ditiru oleh produk pabrikan.” Tutur Embonk

Dengan keunikannya, produk Bogor Kreatif ini cukup memikat perhatian konsumen, terhitung setiap bulan produk packaging laku terjual hingga 3.000 pieces dan produk-produk dari limbahn lainnya terjual 500 hingga 1.000 produk per bulannya.

Bahan Baku Daur Ulang. Dari awal usaha, Embonk memang terus menjalankan konsep recycle dan reduse dalam setiap pembuatannya. Oleh sebab itu, bahan baku dari produk Bogor Kreatif tersebut didominasi dengan bahan baku bekas, yakni kertas karbon bekas, kertas hardboard, buku, majalah, tabloid, koran, ranting, karung goni, kain dan lain-lain. Untuk bahan kertas Embonk membelinya dari masyarakat, toko, perusahaan dan kantor-kantor dengan harga Rp 3.000/kg.

“Sebenarnya seluruh limbah yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi. Kebanyakan bahan baku ini memang kami peroleh dari masyarakat sekitar,” terangnya.

Selain menggunakan bahan baku limbah tersebut, produk Bogor Kreatif pun memerlukan beberapa bahan baku tambahan lain seperti pita, lem maupun pewarna tekstil. Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Embonk belanja bahan baku seperti ini sebanyak empat kali dalam sebulan. Untuk bahan baku yang tidak tersedia di Bogor, Embonk pun mencarinya hingga ke Pasar Senin Jakarta.

Pemasaran. Mengawali usaha tersebut, Embonk melakukan strategi marketing konvensional, yakni pemasaran dari mulut ke mulut. Target market pertama yang di sasarnya lewat koneksi pertemanan, komunitas serta menjadi UKM binaan pemerintaah seperti Dekranasda, Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM.

Menurut Embonk menjadi mitra binaan pemerintah cukup mambantu untuk pemasaran, tak jarang pemerintah Bogor pula memesan produk Bogor Kreatif baik berupa suvenir maupun cendera mata. Sehingga untuk kalangan pemerintah Bogor kalau mau cari produk unik dan kreatif pasti image-nya ke Bogor Kreatif.

Setelah menjadi mitra pemerintah, Bogor Kreatif kerap mengikuti berbagai ajang event pameran dan bazar baik itu di daerah Bogor maupun luar Bogor. Mengenai fasilitas pameran seluruhnya di biaya oleh pemerintah Bogor dan bahkan di beberapa kesempatan Bimbim selaku owner Bogor Kreatif, sempat mengikuti pelatihan produk daur ulang di Malasyia dan Amerika yang difasilitasi oleh pemerintah.

Selain memanfaatkan pameran sebagai strategi pemasaran, Embonk pun memanfaatkan internet untuk pemasaran-nya. ”Melalui online cukup banyak efeknya, sekarang masyarakat luas mengetahui Bogor Kreatif,” jelas Embonk.

Ia juga memasarkan produk melalui jalur konsinyasi, saat ini sudah ada 4 toko yang sudah menjalin kerjasama dengan Bogor Kreatif. Mengenai sistem konsinyasinya, pihak Bogor Kreatif akan menawarkan HET (Harga Eceran Tertinggi) dan pihak toko bebas menetukan sendiri harga jual produknya dengan tempo pembayaran selama satu bulan. Untuk memenuhi kebutuhan 4 toko ini saja, Bogor Kreatif harus menyiapkan 1.000 produk setiap bulannya.

Pada pemesanan, konsumen bisa datang langsung ke workshop-nya. Pemesanan dengan desain customized juga dapat dilakukan lewat email. Konsumen dapat mengirimkan email desain dalam bentuk soft copy dengan format JPEG, RAW, dan PNG dan mengirimkan spesifikasi produk yang akan dipesan, seperti ukuran, jenis bahan, jumlah pesanan, hingga desain dari produk yang dipesan. Untuk proses pembuatan produk customized, biasanya memerlukan waktu 2 minggu untuk kuantiti 100 buah.

Menurutnya, dengan menggunakan strategi pemasaran di atas membantu produknya banyak di pesan pelanggan. Sejauh ini Bogor Kreatif sudah mampu menggaet pelanggan dari Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bekasi dan Makasar, bahkan hingga ke Malasyia dan Singapura. Hal inilah yang membuat usahanya semakin cerah, dengan omset rata-rata per bulan Rp 50 juta, ia mampu mengantungi keuntungan hingga 50 persen dari omset.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.