Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis UMKM Hijab Shalira Merambah Mancanegara, Omset Rp 200 Juta/Bulan

Hijab Shalira Merambah Mancanegara, Omset Rp 200 Juta/Bulan

0
Dok: facebook.com/shalirasyar.i/

Bisnis yang digeluti Andari Setiati dan Diah Rully H sudah merambah hingga mancanegara. Modal awal usaha hanya Rp 30 juta, kini kedua wanita muslimah ini mampu meraup omset hingga Rp 200 juta per bulan. Seperti bisnis pada umumnya, kedua wanita ini dalam menggeluti usahanya telah mengalami banyak rintangan. Namun berkat ketekunan dan keuletan keduanya, mereka mampu melalui semua rintangan.

Perjalanan usaha kedua sahabat ini berawal dari keikutsertaanya dalam sebuah pengajian di Blok M Square. Keduanya langsung terinspirasi untuk memproduksi busana muslimah secara Syar’i.

Setelah mencari referensi dari berbagai media, hunting di lapangan, hingga mencari di dunia maya mereka semakin mantap untuk geluti usaha busana muslimah dengan brand Shalira. Mereka mulai menggeluti usaha tersebut.

“Amati, tiru, modifikasi (ATM) dari busana muslim luar negeri dalam membuat produk kami,” ungkap Diah Rully H yang akrab disapa Uwie.

Saat awal usahanya, setiap mendapatkan model yang tepat mereka langsung membuat contoh satu baju dan memasarkan secara online dan kepada teman-teman terdekat. Seiring permintaan fashion muslim dan muslimah yang terus menanjak, produk Shalira semakin sering dikenali konsumen. Apalagi menjelang Idul Fitri, produk Shalira kian dilirik para muslimah di tanah air hingga mancanegara.

Bukan tanpa alasan Uwie dan Andari Setiati yang biasa disapa Dai terus berjuang menggeluti usaha busana muslimah seperti hijab Syar’i. Semuanya berangkat dari kecintaan keduanya terhadap busana muslimah yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Tidak jarang diawal usahanya merekan menghadapi banyak rintangan. Seperti ditipu dengan mendapatkan pengiriman barang dengan kualitas yang jelek. Namun mereka tidak patah arang dan menjadikan rintangan sebagai lecutan untuk terus memperbaiki kualitas produk.

Insting bisnis keduanya memang cukup kuat sehingga jeli melihat peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Pasalnya, potensi mayoritas Islam di tanah air menjadi pasar yang potensial bagi produk-produk yang islami. Keduanya memegang teguh prinsip islami,  busana muslimah seperti  hijab dan gamis harus syar’i.

“Visi dan misi mengajak semua muslimah untuk dapat berhijab sesuai perintah Allah AlQuran surat Al Ahzab ayat 59. Busana muslimah brand Shalira Syar’i yaitu nilai Amanah, Santun, Akhirat oriented,” terang Uwie penuh semangat.

Menurut Uwie, menggeluti busana muslimah juga berangkat dari pengamatn mereka di mana produk busana muslimah di tanah air tidak sesuai dengan Syar’i. Lantas mereka terdorong untuk memproduksi busana muslimah sesuai kriteria tersebut.

“Untuk kalangan wanita muslimah bisa bergaya tanpa melanggar aturan agama dengan tampilan yang sangat inovatif, elegan, dan berwarna cerah,” jelas Uwie.

Lebih jauh menurut Uwie, pertama kali membuka usaha mereka mengeluarkan modal sebesar Rp 30 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli berbagai perlengkapan usaha seperti bahan kain poliCrepe, HAKI, dan sebagainya.

Sedangkan untuk menjahit ia bekerja sama dengan konveksi di daerah Bandung, Jawa Barat. Terhitung sebulan sejak resmi membuka usahanya atau tepatnya pada 4 Desember 2014, ia dan temannya Dai, mulai berjualan secara online melalui Istagram, Whatsapp dan Facebook.

“Kita memberikan nama brand Shalira yang diambil dari nama anak-anak kita,” jelas Uwie.

Kini, busana Muslimah Syar’i Shalira makin banyak diminati oleh konsumen dalam dan luar negeri.  Hal ini karena produk Shalira dinilai berkualitas, sederhana, elegan dengan jahitan rapi.

Saat ini Dai dan Uwie sudah mempunyai 23 Agen di seluruh Indonesia dengan omset mencapai Rp 200 juta per bulan. Tidak hanya kualitas produk busana muslimah buatan mereka,  mereka ingin mengajak para wanita Muslimah kembali ke Syar’i sesuai ajaran agama Islam.

Produk.  Busana muslimah Shalira ini memiliki bentuk seperti hijab dan gamis pada umumnya. Produk kelebihannya terletak pada bahan poliCrepe (gabungan bahan Polyester dan tenunan), kelebihan kain ini terletak pada texture bahan Polyester yang tak mudah pudar dan tidak mengecut, tahan lasak dan nyaman dipakai. “Kain PoliCrepe ini tidak membentuk tubuh sehingga sesuai Syar’i,” ujar Uwie.

Harga produk busana muslimah Syar’i seharga Rp 450 ribu – 500 ribu. Apabila pembelian minimal 100 pcs diberikan potongan 30 persen.  Selain itu pula mereka memproduksi baju koko dan busana muslim customized.

Dalam proses produksi, mereka dibantu oleh 4 karyawan tetap untuk mengurus semua hasil produksi dan bekerja sama dengan konveksi didaerah Bandung. Saat menjelang hari raya Idul Fitri  biasanya jumlah produksi meningkat namun kebutuhan tidak terpenenuhi semuanya.

Keunggulan busana muslimah Syar’i Shalira yakni  dengan jahitan rapi sesuai ukuran tubuh  dan bisa dipakai saat berkendaraan motor. Warna busana muslimah Syar’i Shalira juga menampilkan warna-warna pastel sperti peach, hijau muda, biru laut dan abu-abu. “Kami memberikan plastik rapi tebal disertai stiker hang tag yang ada kantong serta diberikan cadar dan buku ajaran islam,” tambah Dai.

Pemasaran. Salah satu hal penting dalam menjalankan usaha busana muslim ini adalah pemasaran. Dan pemasaran pertama kali mereka lakukan  adalah menawarkan secara langsung kepada konsumen seperti kepada teman-temannya.

Selain itu menggunakan media internet seperti Istagram untuk memperluas pasar produk buatannya. Selain itu, mereka juga mempromosikan produk busana muslimah ini secara offline yaitu dengan menawarkan kepada para wanita muslimah yang merupakan target pasar produk ini atau mengikuti berbagai bazar di berbagai tempat.

Selama perjalanan usaha selama dua tahun ini, mereka terus mempertahankan kualitas. Busana muslimah branded Shalira banyak diminati pasar dalam dan luar negeri yaitu beberapa negara di Asia Tenggara, Timur Tengah dan juga Eropa.

Selain kualitas, diakui mereka kesuksesannya menembus pasar luar negeri tidak lepas dari sistem pemasaran gencar diterapkan. Mulai dari menggunakan media internet seperti jejaring sosial, mengikuti pameran yang masuk dalam segmen usaha, dan  membuka distributor sistem kerja sama. “Syarat merekrut distributor yaitu beriman, amanah, jujur, berhijab dan mempunyai online shop,” tegas Dai.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version