Prospek Cerah Bisnis Suplemen Kesehatan Herbal untuk Anak

0
471

Prospek suplemen kesehatan untuk anak sangat menjanjikan karena anak sebagai harapan orangtua, segalanya sudah pasti diberikan untuk anak. Orangtua pasti ingin anaknya sehat, dengan pertumbuhan yang bagus. Bila anaknya sakit pasti orangtua akan sangat khawatir dan lebih menomorsatukan kebutuhan anak dibanding orangtua sendiri. Karena itulah produk suplemen anak lebih banyak dibanding untuk dewasa.

Apalagi dalam kondisi cuaca saat ini yang ekstrem dengan adanya pengaruh global warming membuat daya tahan tubuh anak semakin rentan sehingga diperlukan tambahan multviamin dari luar tubuh, salah satunya dengan suplemen. Artinya, bisnis kesehatan tidak mati oleh faktor apapun termasuk krisis ekonomi.

Produk suplemen kesehatan untuk anak juga sulit diukur indikator efektivitas penggunaannya, misalnya indikator untuk membuat anak cerdas sulit ditentukan,  begitu pun untuk indikator daya tahan tubuh yang meningkat.

Ini merupakan kelebihan produk suplemen kesehatan dibandingkan obat untuk penyakit, misalnya obat untuk penyakit darah tinggi kalau diberikan obat tersebut bisa terlihat darah tingginya turun.

Saat ini suplemen anak ada yang merupakan produk pabrikan dan ada yang home industry. Biasanya produk suplemen pabrikan memiliki kandungan bahan-bahan kimia seperti contohnya zinc picolinate, selenium, ascorbic acid, pemanis buatan seperti sorbitol, aspartame, fenil alanin dan lainnya, serta beberapa tambahan vitamin seperti Vitamin A,B,C,D dan lain-lain.

Lain halnya dengan produk skala home industry yang kebanyakan murni mengandung bahan herbal mulai dari minyak zaitun, madu, jahe, wortel, kunyit, temulawak, mahkota dewa, tomat, kapulaga, pegagan, jeruk nipis, bahkan sampai ekstrak Teripang (gamat oil).

Suplemen dengan kandungan senyawa-senyawa kimiawi cara kerjanya memang lebih cepat daripada herbal tetapi efek sampingnya lebih banyak dibanding suplemen herbal yang lebih lama pengaruhnya namun efeknya hampir tidak ada. Pengaruh  yang lebih lama ini disebabkan tubuh belum terbiasa mengonsumsi produk herbal.

Selain itu produk suplemen kesehatan untuk anak berbahan herbal tidak mengandung zat pengawet meskipun memiliki masa kadaluwarsa sekitar 2-3 tahun, karena sudah ada pengawet alami berupa madu, berbeda dengan produk pabrikan yang menggunakan pengawet kimia.

Tren. Menurut dr. Agus Rahmadi, Direktur PT Sehat Sejahtera Indonesia dilihat dari sisi medis, ada katagori suplemen anak untuk multivitamin dengan cara kerja berdasarkan reaksi kimia tidak bisa dengan alami, lalu ada kategori suplemen anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang cara kerjanya harus dengan alami, bukan dengan reaksi kimia.

Karena itulah beberapa suplemen yang kandungannya banyak vitamin atau mineral (bahan kimia) harus dilakukan dalam skala pabrikan karena tidak bisa dilakukan oleh home industry. Sehingga pemula sebaiknya menyasar produk yang sifatnya meningkatkan daya tahan tubuh, apalagi indikator untuk meningkatkan daya tahan tubuh sulit dilakukan.

Saat ini produk untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan penambah nafsu makan anak paling banyak digemari. Mengingat masyarakat sudah menyadari pentingnya kembali ke alam, maka bisa memberikan dampak postif terhadap bisnis suplemen  kesehatan untuk anak yang kandungannya menggunakan bahan-bahan herbal.

Tak heran jika banyak suplemen kesehatan untuk anak yang saat ini diberi tambahan Omega 3 (minyak ikan Cod),  untuk nafsu makan dengan  menggunakan produk herbal temulawak, bahkan susu pun diberi tambahan suplemen untuk peningkat daya tahan tubuh.

Sehingga saat ini suplemen kesehatan untuk anak yang diminati ada 3 hal yaitu untuk penambah nafsu makan, peningkat daya tahan tubuh, dan penambah kecerdasan pada anak. Dan suplemen anak biasanya lebih banyak dalam bentuk cair.

Pilihan Usaha. Bagi pemula yang ingin merintis usaha ini sebaiknya harus paham mengenai macam-macam herbal dan manfaatnya serta proses  pembuatannya. Selain itu sebaiknya membuat produk sealami mungkin, yang memang lebih sederhana proses pembuatannya dibandingkan membuat suplemen dengan bahan kimiawi. Bagi pemula bisa merekrut tenaga ahli dari apoteker atau lulusan farmasi untuk meracik komposisi obat secara baik.

Menurut dr. Agus Rahmadi investasi pemula minimal tidak sampai Rp 20 juta untuk skala home industry dan izin yang diperlukan pertama kali bisa menggunakan izin PIRT saja dari Dinas Kesehatan, serta tidak perlu uji lab karena menggunakan bahan-bahan alami.

Bila sudah mulai berkembang barulah mulai mengurus izin lainnya seperti Ijin Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT), dan mulai melakukan uji lab terhadap produk, kemudian berkembang ke izin dagang (POM TR) dari BPOM. Bila tak ingin repot, bisa menyerahkan jasa produksi ke pihak maklon.

Bila hanya memiliki modal kecil, pelaku usaha bisa mulai dulu dengan menjadi Agen atau Reseller (pengecer) produk suplemen kesehatan anak. Bahkan  keuntungan penjualan di tingkat Agen dan Pengecer lebih besar dibandingkan Distributor. Sebagai gambaran keuntungan Distributor sekitar 5% sampai 7%, sedangkan keuntungan Agen dan Reseller sekitar 30% sampai 50%.

Strategi Pemasaran. Untuk memasarkan produk suplemen kesehatan anak skala home industry sebaiknya menentukan terlebih dahulu segmen pasar yang dituju. Dari segi daya beli, tentu pasar menengah atas lebih menarik, namun dari sisi persaingan paling ketat di segmen menengah atas, apalagi sudah banyak produk suplemen pabrikan yang bermain di segmen ini.

Namun bila pelaku usaha menyasar segmen bawah harus lebih dulu melihat dari segi harga yang harus lebih murah, karena segmen bawah biasanya sensitif terhadap harga.

Untuk memasarkan produk suplemen kesehatan untuk anak, sebaiknya melakukan pendekatan secara lebih personal, bukan dengan penjualan massal misalnya ke supermarket. Pelaku usaha bisa  melakukan konsinyasi atau titip jual produk ke toko-toko obat,  termasuk toko obat herbal.

Bisa pula memanfaatkan ajang pameran, dan sebaiknya  ikut aktif bergabung dengan asosiasi misalnya Asosiasi Pengusaha Suplemen Indonesia atau Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional.

Persaingan bisnis suplemen kesehatan anak saat ini sudah cukup ketat, namun masyarakat sudah menyadari pentingnya kesehatan apalagi penyakit-penyakit saat ini lebih cenderung ke penyakit degeneratif karena proses penyusutan suatu fungsi organ. Hal ini yang membuat  pelaku usaha suplemen kesehatan anak tetap optimis karena pasar akan terus bertumbuh.

Pasar yang dituju oleh pemula bisa semua kalangan dari menengah bawah sampai menengah atas karena kadang-kadang harga jual produk suplemen kesehatan anak produksi home industry lebih mahal dibandingkan pabrikan. Ini karena produksi pabrikan bisa lebih banyak sehingga harga lebih murah.

Agar lebih menarik konsumen sebaiknya juga menggunakan nama produk yang tren atau belum pernah didengar masyarakat, misalnya nama Curcuma yang sebenarnya  merupakan nama  lain temulawak, lalu nama Gotu Kola yang sebenarnya merupakan nama lain pegagan untuk kecerdasan otak anak, lalu Turmeric itu dari nama lain kunyit.

Ini karena masyarakat pasti ingin mencoba sesuatu yang baru, misalnya suplemen yang mengandung simbiotik,  yaitu suplemen untuk menambah kelancaran sistem pencernaan di dalam perut yang mengandung  prebiotik (makanan untuk kuman positif) dan probiotik (kuman positif). Sehingga harus terus digali inovasi-inovasi baru. Dari produknya sendiri juga harus mengedepankan kualitas, antara lain penggunaan bahan baku yang segar dan sudah matang untuk diolah.

Paling Potensial.  Dari beberapa profil usaha produk suplemen kesehatan untuk anak skala home industry, perputaran uang tentu lebih cepat terjadi  di pihak produsen,   yang mampu  meraup omset hingga ratusan juta rupiah per bulan. Namun keuntungannya lebih kecil sekitar 22-25% dibandingkan  tingkatan Agen yang bisa mencapai 50%.

Rata-rata produsen yang mulai merintis usaha ini sudah meraup omset yang besar meskipun usia usaha baru 2 hingga 3 tahun, bahkan ada yang baru 1 tahun. Ini menunjukkan besarnya potensi pasar produk suplemen kesehatan anak khususnya yang berbahan herbal. Jadi, pilihan di tangan Anda, ingin menjadi Produsen, Distributor atau Agen? Simak ulasan profil-profil berikut, beserta info pembelian bahan, kulakan produk, hingga jasa maklon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.