Lampaui Target, BTN Raih Potensi Kredit dari Pameran Properti Senilai Rp 4,56 triliun

0
125
Dok: JC. DOKUMEN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih potensi kredit baru senilai Rp 4,56 triliun dalam Indonesia Property Expo yang baerakhir Minggu (23/02/2020). Angkat tersebut pun melampaui target perusahaan sebesar Rp 3 triliun

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengaku sangat bersyukur karena awal tahun ini, stimulus yang diberikan Pemerintah terhadap sektor properti mulai dirasakan. Menurutnya, beberapa stimulus seperti penurunan suku bunga acuan hingga pelonggaran Loan To Value atau LTV telah membuat uang muka KPR (Kredit Perumahan Rakyat) makin terjangkau.

“Ini berhasil memacu penjualan rumah tahun ini,” kata Pahala dalam keterangan resminya.

Mayoritas dari izin prinsip ini mengalir ke segmen KPR atau KPA non-subsidi dengan jumlah Rp 3,51 triliun atau setara 4.360 unit hunian. Sementara Rp 421 miliar atau sebanyak 2.585 unit hunian pada KPR atau KPA subsidi.

Selain itu, unit usaha syariah BTN berhasil meluluskan ijin prinsip KPR atau KPA Syariah untuk 723 unit hunian. Jumlahnya mencapai kurang lebih Rp 635 Miliar, untuk unit subsidi maupun non-subsidi.

Dalam pameran ini, BTN mencatat permintaan rumah tertinggi terjadi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan akses transportasi.

“Seperti Jakarta, Bogor, Depok, dan Serpong,” tambah Pahala.

Selain itu, sejumlah proyek yang meraih minat terbanyak adalah proyek Transit Oriented Development (TOD) milik Perum Perumnas, Adhi Commuter Property dan Proyek HK Realtindo di Sawangan, Jawa Barat. Terakhir yaitu proyek apartemen milenial milik PT PP Properti.

Pahala menilai tren penurunan suku bunga acuan dan makin maraknya perluasan akses jalan tol menjadi menjadi faktor utama masyarakat membeli rumah tahun ini.

Terlebih Kementerian Keuangan menyatakan bahwa subsidi selisih bunga atau SSB untuk sekitar 224.000 unit rumah akan ditambahkan ke anggaran tahun ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.