Usaha Distribusi dan Keagenan Oli Bisa Untung hingga 30 %

0
4645
Dok: blackxperience.com

Dari data BPS, tercatat jumlah mobil penumpang mencapai 12 juta unit dan jumlah sepeda motor mencapai 51 juta unit.  Padahal jumlah kendaraan terus bertambah 10-15% tiap tahun.

Ari Batubara, Ketua Harian Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) mengatakan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor mendongkrak permintaan pelumas. Kebutuhan pelumas di Indonesia mencapai 100 – 200 kiloliter per bulan.

“Kabar baiknya, akan terjadi peningkatan permintaan 7–8% tiap tahun. Selain dari pengguna kendaraan bermotor, permintaan pelumas juga datang berkat terus meningkatnya permintaan berbagai macam mesin khususnya untuk industri yang memerlukan pelicin agar mesin bekerja dengan optimal,” jelas Ari.

Dari asumsi tersebut, fenomena ini hendaknya dapat dijadikan acuan bahwa bisnis pelicin mesin seperti ini sangat layak untuk dicoba.

Saat ini sudah ada lebih dari 100 pelumas yang tersebar di Indonesia, baik produk lokal seperti Mesran dari Pertamina, Evalube, maupun pelumas impor seperti Shell, Penzoil, Top 1, Castrol, dan sebagainya. Namun dari segi pemasaran pelumas dengan merek Mesran, produksi Pertamina, masih mendominasi pasar Indonesia.

“Meskipun harga pelumas lokal lebih murah ketimbang pelumas impor, namun dari segi kualitas, pelumas produk dalam negeri memiliki keunggulan yang sepadan dengan pelumas impor karena telah lulus uji standar API Classification (standardisasi dasar minyak) dan SAE (tingkat kekentalan minyak),” jelas Ari.

Selain produk pelumas resmi yang terdaftar, tidak jarang terdapat pelumas bekas pakai yang dikemas dalam wadah baru. Memang tidak ada ciri khusus di pelumas bekas, namun dampaknya akan membuat kerusakan pada sparepart kendaraan bermotor.

Maka dari itu, untuk konsumen harus pintar dalam memilih pelumas, dengan cara bisa membeli pada Distributor ataupun Agen pelumas yang resmi dan terpercaya.

Nah, guna menghindari pembelian produk pelumas palsu, harus memperhatikan informasi yang tertera pada wadah pelumas, seperti nama perusahaan, alamat perusahaan atau nomor telepon hotline/website. Jika informasi tersebut tidak dicantumkan Anda harus waspada.

Distributor dan Agen. Nah, guna memperluas pemasaran biasanya produsen sebuah merek pelumas, membuka peluang bisnis kepada masyarakat sebagai Distributor, Agen maupun Pengecer. Jika Anda tertarik, ada baiknya jangan terburu-buru dalam memilih pelumas yang akan dijual, lebih baik lakukan survei dulu merek pelumas apa saja yang paling laku dan diminati pengguna kendaraan di sekitar lokasi Anda.

Bagi Anda yang berminat merintis bisnis ini, terlebih dahulu harus memilih tingkatan mana yang paling menguntungkan dan tentunya juga harus menyesuaikan anggaran modal yang Anda miliki.

Untuk setingkat Distributor, persyaratan yang dibutuhkan terbilang cukup sulit, pasalnya seseorang terlebih dahulu harus berbadan hukum usaha lengkap dan mengeluarkan modal awal yang tidak sedikit, jumlahnya mulai dari ratusan hingga miliaran rupiah untuk pembangunan gudang tempat penyimpanan barang, armada, dan stok barang minimal yang telah ditentukan oleh pihak pusat (produsen).

Pilihan distribusi kedua adalah Agen, tingkatan ini dianjurkan bagi seorang pemula atau pemain usaha yang memiliki anggaran terbatas, karena untuk menjadi seorang Agen sebenarnya tidak memiliki syarat tertentu, biasanya hanya berdasarkan jumlah kemampuan membeli dan mendistribusikan barang saja, sehingga keuntungan yang diperoleh disesuaikan dengan kapasitas pelaku usahanya masing-masing.

Kelebihan menjadi Agen adalah mendapatkan keuntungan  berupa pemberian diskon dari pihak Distributor yang berkisar 10-20% yang disesuaikan dengan banyaknya pembelian. Sebagai gambaran dari beberapa Agen pelumas mengatakan modal minimal yang harus disetorkan untuk menjadi Agen adalah sekitar Rp 25 juta di luar lokasi usaha.

Alur distribusi selanjutnya adalah Pengecer, pada tingkatan distribusi ini dapat dikatakan memiliki profit margin terbesar dibandingkan dengan kedua tingkatan distribusi sebelumnya, karena penjualan langsung kepada konsumen, tentunya harga jual yang ditetapkan adalah harga eceran pasar.

Misal harga 1 dus pelumas merek Enduro isi 12 botol berat 800 gram di tingkat Agen diperoleh seharga Rp 22.400 per botol atau seharga Rp 268.800 per dus, dan dijual kembali oleh Pengecer seharga Rp 28.000 ribu per botol, dengan demikian besarnya keuntungan yang diperoleh mencapai 20%.

Menariknya, Anda tidak harus memenuhi persyaratan tertentu untuk menjadi Pengecer, hanya membeli 1 dus seharga Rp 268.800 Anda sudah dapat memulai usaha ini.

“Agar lebih menguntungkan, para Agen ataupun Pengecer dianjurkan untuk menjual lebih dari satu merek pelumas, karena selain memberikan pilihan pada konsumen, hal tersebut dapat meminimalisir risiko tidak lakunya produk, mengingat animo masyarakat yang tinggi terhadap merek-merek tertentu,” terang Ari.

Pemasaran. Tidak ada kendala dalam menjalankan bisnis keagenan pelumas, mungkin pada awalnya terlihat dari persaingan setiap merek. Namun jika kita sudah membuka pasar, dan memiliki konsumen yang cukup loyal, keuntungan bisa tercipta dengan sendirinya bagi Distributor, Agen, ataupun Pengecer.

Sementara itu, agar lebih memperbesar profit yang didapat, Agen maupun Pengecer sebaiknya tidak menjual satu jenis atau satu merek pelumas saja, karena tidak semua konsumen berminat pada pelumas yang sama. Selain itu,  dengan menjual banyak produk akan memberikan banyak pilihan produk yang cocok untuk kendaraan bermotor milik konsumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.