0
258
Dok: tokoonline9999.wordpress.com

Ingin menghadirkan aksesoris motor yang berbeda dengan produk yang ada di pasaran mendorong Hariyanto Imadha terjun di usaha ini. Inspirasi ini berawal dari suatu sore ketika Hariyanto terhambat oleh derasnya hujan saat berkendara dengan sepeda motornya.

Muncul ide untuk membuat aksesoris kendaraan roda dua untuk terhindar dari hujan. Setelah itu, ia mulai mencari di internet mengenai informasi tersebut. Namun, produk kanopi motor hanya terkenal di luar negeri saja, dan belum dijual di Indonesia.

Hariyanto mulai belajar membuat kanopi motor secara otodidak berdasarkan informasi yang diperoleh dari internet. Beberapa kesulitan seperti bahan baku, modal hingga peralatan mengganjal usahanya. Namun, berbekal kemauan yang besar, ia mampu membuat produk tersebut. Ternyata produk tersebut disukai oleh teman dan para kerabat.

Akhirnya di tahun 2010, Hariyanto memutuskan menekuni usaha pembuatan kanopi motor dengan modal sebesar Rp 3 juta. Yang digunakan untuk membeli bahan baku dan peralatan.

Hariyanto  memproduksi kanopi dengan menggunakan bahan fiber, akrilik, dan paralon (PVC). Kanopi ini berfungsi sebagai penutup bagian atas kendaraan roda dua yang sekaligus juga  melindungi pengendara dari sinar matahari dan hujan.

Pembuatan produk ini diawali dengan membentuk sketsa rangka dan sketsa atap, kemudian rangka utama disusun berdasarkan bentuk sketsa rangka.

Setelah itu, atap yang sudah dibentuk kemudian disatukan dengan bagian rangka. Pemasangan rangka dan atap dilakukan dengan menggunakan mur dan baut serta adanya alat perekat seperti lem dan karet untuk pembatas.

Bila dilihat, sepintas karya Hariyanto ini masih terkesan kaku. Akan tetapi, kanopi Hariyanto ini mampu bertahan pada kecepatan 70 km/jam dan membuat pengendara terhindar dari sengatan cahaya matahari dan hujan.

Produk. Kanopi motor ini dijual dengan harga bervariasi. Untuk  kanopi berbahan fiber dan akrilik harganya bisa mencapai Rp 3 juta, dan untuk yang berbahan rangka besi dan aluminium  harganya Rp 2 juta.

Sedangkan untuk  kanopi dengan bahan paralon dan terpal  harganya Rp 300 hingga Rp 700 ribu saja. Beberapa produk tersebut juga ditawarkan dengan bentuk yang dapat dipesan sesuai keinginan pembeli.

Untuk proses pembuatan berbahan paralon dan terpal hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, namun untuk bahan seperti fiber, aluminium, lempengan besi membutuhkan waktu antara 2-3 minggu.

Bahan Baku. Beberapa jenis bahan baku yang dipergunakan untuk membuat kanopi yaitu lempengan besi, aluminium, fiberglas, pipa besi dan paralon sebagai rangkanya serta bahan akrilik, plastik, polycarbonate, triplek melamin dan terpal dengan rata-rata ketebalan 3 mm sebagai atap dan bagian depan kanopi.

Namun,  menurut Hariyanto  di antara bahan yang bisa digunakan, bahan fiber memang tergolong lebih mudah dibentuk dan memiliki kualitas yang cukup baik, sedangkan untuk bagian depan sampai atap ia lebih  senang menggunakan bahan akrilik dengan alasan bentuknya simpel dan tidak mudah rusak.

Pemasaran. Pemasaran dilakukan melalui website gratis di www.tokoonline9999.wordpress.com dan promosi secara langsung yaitu dengan membawa produk berkeliling saat sedang hujan.

Dengan pemasaran ini, produk sudah cukup dikenal, bahkan beberapa produk sudah dipesan sebelum launching dilakukan. Karena produk masih terhitung baru, rata-rata dalam satu bulan kanopi buatan Hariyanto bisa laku antara 5 sampai 10 unit atau omset sekitar Rp 10 – 15 juta.

Menjadi satu-satunya produsen kanopi di Indonesia merupakan obsesi pria berkacamata ini pada lima tahun mendatang. Saat ini ada beberapa desain dan sketsa yang menunggu untuk diproduksi olehnya. Dalam strategi jangka panjang, Hariyanto ingin mampu bersaing dengan beberapa produk luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.