Kacamata Frame Kayu Pasar Luar Negeri Sangat Potensial

0
663
dok: stylingpod.com

Kini dunia fesyen Indonesia tengah dibanjiri dengan tren-tren produk yang unik dan menarik, salah satunya adalah kacamata dengan frame kayu. Jika dilihat dari segi desain, produk ini memang sepintas mirip dengan kacamata biasa yang sering ditemukan di berbagai pusat keramaian kota. Namun bila ditelisik lebih jauh, kacamata dengan frame kayu ini memiliki nilai artistik yang unik dan pastinya mampu membuat siapapun jatuh hati.

Kacamata frame kayu ini awalnya sudah dipopulerkan oleh beberapa artis Korea dan artis Hollywood, maka dari itu tidak jarang produk-produk ini masih banyak didatangkan langsung dari luar negeri, seperti China, Korea, dan Hongkong.

“Karena banyak dari orang kita yang mengakses dunia entertainment luar negeri, pastinya mereka pun melihat up date fesyen terbaru dari artis-artis luar negeri tersebut, salah satu-nya ya kacamata kayu ini,” jelas Yogi Irawan, salah satu pemilik Eastwood Ltd. Dan seiring dengan itu, maka banyaklah produk-produk impor kacamata kayu yang dicari konsumen Indonesia.

Booming di Kalangan Anak Muda. Dengan produk yang unik dan stylish, sudah pasti produk kacamata frame kayu ini menarik perhatian banyak kalangan, khusunya anak muda yang memang menyukai penampilan dan fesyen yang teranyar dan menarik.

Apalagi menurut Sukma Suki, pemilik Suki Wooden Sunglasses, kacamata frame kayu ini bakal disukai oleh banyak orang karena desain yang unik. Apalagi produk ini baru masuk di Indonesia, dan sudah popular di kalangan artis luar negeri.

Mengenai harga, kacamata frame kayu ini memang terbilang lebih mahal daripada kacamata dengan frame yang terbuat dari plastik atau besi. Hal ini dikarenakan nilai artistik yang dibuat dengan sangat teliti dan hati-hati. “Yang membuatnya pun harus memiliki skill memahat, agar hasilnya lebih rapi. Karena jika salah sedikit dalam memotong kayu, akan menghasilkan produk yang cacat,” jelas Sukma Suki.

Limbah Kayu. Dalam menjalankan usaha ini, bahan baku utama yang dibutuhkan pelaku usaha sudah pasti adalah kayu sebagai rangka atau frame. Ada banyak jenis-jenis kayu yang bisa digunakan dalam pembuatan kacamata kayu, sebut saja Sonokelilng yang merupakan jenis kayu tropis dengan serat indah dan biasanya berwarna ungu dengan garis hitam atau berwarna hitam keunguan dengan garis cokelat kemerahan. Ada juga Oak yakni jenis kayu keras yang kuat dan memiliki penampilan serat dan pori yang sangat menarik dan unik.

Ada juga kayu Maple dengan ciri serat yang halus dan berat kayu yang padat, namun mudah dibentuk. Kayu Eboni yang memiliki warna cokelat gelap agak kehitaman atau hitam belang-belang kemerahan. Selain itu, kayu ini bertekstur halus dan licin, serta arah serat kayunya lurus atau sedikit perpadu.

Serta kayu Zebrawood yang memiliki warna emas kekuningan atau cokelat dengan aksen hitam garis-garis sehingga menyerupai warna kulit kuda zebra dengan tekstur yang halus. Selain itu, masih banyak jenis-jenis kayu yang bisa dibuat sebagai bahan baku kacamata kayu, yang pastinya harus memiliki spesifikasi yang kuat dan keras, namun mudah dibentuk, serta serat-serat yang halus dan unik.

Yang menjadi kendala dalam pembuatan kacamata frame kayu ini adalah harga bahan baku kayu yang terbilang tidak murah. Dan untuk menyiasatinya, beberapa pelaku usaha menggunakan bahan baku kayu limbah yang biasa didapatkan di sentra-sentra usaha furniture. Seperti yang dilakukan oleh Imam Khifni, pemilik Rewood.

“Saya biasanya mendapatkan limbah-limbah kayu bisa langsung dari pengrajin furniture atau supplier kayu. Karena kalau menggunakan kayu gelondongan atau dalam bentuk lembaran, harganya terbilang cukup mahal,” tambahnya.

Dijelaskan Imam Khifni, kelemahan dari penggunaan limbah kayu adalah harus dengan teliti dan telaten dalam mengelompokkan limbah kayu dalam satu jenis kayu dengan dimensi sesuai kebutuhan produk. Selebihnya, mengenai kualitas produk, cukup bersaing dengan produk impor atau produk lokal yang menggunakan kayu jenis gelondongan atau lembaran.

Strategi Pemasaran. Promosi usaha kacamata frame kayu ini bisa menggunakan sarana website, iklan di media cetak dan online, hingga menawarkan sistem keagenan atau reseller. Tidak hanya itu, menurut Yadi Budhi Setiawan, pengamat bisnis, pelaku usaha juga bisa menyasar konsumen yang loyal dengan mengikutsertakan produknya dalam setiap event pameran produk kreatif, selain itu juga bisa melakukan sistem konsinyasi (titip jual) kepada toko-toko fesyen seperti butik dan distro.

Tingkat persaingan usaha pembuatan kacamata frame kayu ini memang tidak seketat usaha kacamata biasa. Selain pelaku usahanya sedikit, proses pembuatan kacamata kayu memang sedikit rumit dan memerlukan kehati-hatian.

“Justru persaingan yang ketat datang dari produk-produk impor Korea atau China. Untuk itu, pelaku usaha selaku produsen harus benar-benar up date mengenai desain dari kacamata kayu akan bisa lolos dari persaingan,” terang Yadi Budhi.

Namun, bila pelaku usaha mampu menggaet pasar dengan produk yang unik, sudah pasti keuntungan besar bakal diraih. Seperti yang dialami oleh Yogi Irawan dengan pemasukan sebesar Rp 45 juta setiap bulan, serta Sukma Yuki yang mampu meraup omset per bulan sebesar Rp 50 juta. Dan keduanya pun mampu menikmati keuntungan bersih hingga 50 persen lebih dari omset.

Dengan banyaknya peminat produk kacamata frame kayu, sudah dipastikan produk tersebut mampu memberikan peluang daan keuntungan yang besar bagi pelaku usaha. Bagi Anda yang tertarik untuk mengeluti usaha serupa, jangan lewatkan lembaran-lembaran berikut yang memuat informasi dan profil sukses yang bisa menginspirasi Anda. Selamat membaca, dan Salam Sukses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.