Kiat Sukses Usaha Bidang Pendidikan

0
48
Bisnis pendidikan (dok franchiseglobal.com)

 

Sukses untuk Anda yang mampu mengelola sebuah bimbingan belajar selama lima tahun dan tetap eksis. Menurut saya ini sudah sangat luar biasa untuk ukuran sebuah usaha. Nah, sekaranglah saatnya untuk mulai mengembangkan lembaga bimbingan belajar tersebut agar bisa meraih pasar yang lebih luas. Saya sarankan Anda untuk mengembangkan usaha bimbingan belajar ini dengan pola kemitraan.

Lamanya masa usaha yang mencapai lima tahun menurut saya sudah cukup memenuhi syarat untuk diwaralabakan. Dengan pola waralaba, maka lembaga bimbingan belajar Anda akan bisa berkembang dengan pesat tanpa harus banyak keluar biaya untuk pembukaan cabang baru.

Bahkan dari setiap pembukaan cabang baru Anda bisa mendapatkan keuntungan dari franchise fee-nya dan tentu saja jika pola kemitraan sudah diterapkan, dengan sendirinya Anda akan memiliki SOP (standard operating procedure) yang baku berupa aturan manajemen lembaga termasuk tatacara pembayaran SPP siswa.

Ya, mau tidak mau sistem kekeluargaan yang selama ini Anda terapkan juga harus mulai berubah ke manajemen yang profesional. Memang, jika Anda menerapkan manajemen profesional akan terjadi “shock” bagi siswa/i yang selama ini bisa santai dalam membayar SPP karena prosedurnya tidak terlalu ketat. Namun memang itu harus dilakukan jika memang bisnis ini ingin berkembang.

Namun jika Anda masih ingin mempertahankan pola kekeluargaan, Anda harus lakukan strategi pecah pasar. Pasar A untuk pengelolaan lembaga secara kekeluargaan dan pasar B untuk pengelolaan lembaga secara profesional. Kedua pasar harus dikerjakan oleh dua lembaga dengan nama yang berbeda.

Saya sarankan, Anda untuk mulai melakukan ekspansi ke kota-kota yang lebih besar. Ya, Anda bisa mulai dengan menggandeng teman-teman yang tinggal di kota-kota besar untuk membuka cabang. Karena sifatnya masih merintis, Anda bisa bebaskan franchise fee dulu. Atau bisa juga diberikan diskon.

Jika ini bisa terjadi, maka brand image lembaga bimbingan belajar Anda akan naik dengan sendirinya. Dan, otomatis Anda dan pengelola lembaga akan terdorong untuk menciptakan sistem manajemen yang lebih profesional.

Jadi intinya saya sarankan Anda membuka dua lembaga dengan nama yang berbeda. Nama lembaga yang lama karena sudah memiliki track record selama 9 tahun, sebaiknya digunakan sebagai nama lembaga yang dikelola dengan pola kemitraan atau waralaba. Anda bisa bikin SOP dan aturan-aturan yang lebih ketat demi menjaga kualitas lembaga.

Nah, untuk mengakomodasi pasar dari lembaga lama, Anda bisa gunakan nama baru. Saya rasa ini tidak akan menjadi masalah, karena pasar yang lama sudah terbiasa dengan pola kekeluargaan. Jadi ini tidak akan terlalu berpengaruh.

Dan saran saya yang lain, sebaiknya Anda mulai membuka usaha lembaga di pusat kota  kabupaten (bukan di kota kecamatan). Ini akan membuat SDM yang bekerja di tempat Anda akan lebih percaya diri untuk memperkenalkan lembaga. Jika perlu Anda buka pusat kemitraan di kota-kota besar dengan bekerja sama dengan teman-teman atau saudara-saudara Anda.

Menurut saya, sulitnya soal pembayaran siswa itu juga tergantung dari kebiasaan di saat awal peserta didik mendaftar. Jika di awal aturan sudah terlalu longgar maka ke belakang kita juga akan sulit untuk melakukan pengetatan. Mungkin akan ada reaksi, tapi itu tidak akan lama. Ke depannya Anda akan lebih nyaman dalam menjalankan usaha bimbingan belajar ini. Semoga sukses!

 

oleh: Ariyanto MB, Direktur GSP Solution

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.