Kreasi Produk dengan Bahan Koran Bekas

0
129

 

Siapa bilang tumpukan koran bekas tidak bisa bermakna dan menghasilkan banyak uang. Dengan sedikit kreativitas, kertas yang tadinya hanya digunakan sebagai pembungkus nasi atau bahkan ada beberapa orang yang  membuang kertas koran begitu saja, kini bisa diubah menjadi berbagi macam bentuk sesuai dengan keinginan.

Untuk menjalankan usaha kreasi kertas koran ini dibutukan modal yang tidak terlalu besar. Dengan modal awal sebesar Rp 300 ribu seseorang sudah bisa menjalankan usaha pembuatan kreasi koran ini. Modal awal tersebut bisa digunakan untuk membeli bahan baku korang bekas dan juga berbagai peralatan pendukung seperti lem, vernis, plitur dan lain sebagainya.

Beberapa produk yang bisa dibuat menggunakan bahan baku kertas koran antara lain keranjang, tempat pensil, tempat payung, tas dan lain sebagainya. Dari berbagai produk tersebut, keranjang merupakan produk yang banyak diminati oleh konsumen saat ini.

Karena dalam pembuatan kreasi produk berbahan kertas koran dilakukan dengan sangat berhati-hati dan juga memakan waktu yang tidak sebentar tergantung kerumitan dalam proses pembuatan, menjadikan produk kertas koran ini memilik harga jual yang lumayan mahal.

Harga kreasi kertas koran ini sangat beragam tergantung besar-kecilnya produk dan sulit tidaknya dalam proses pembuatan mulai dari Rp 10 ribu untuk kreasi berbentuk kotak pensil hingga ratusan ribu rupiah untuk tas berbahan kertas koran.

Pembutan, langkah awal untuk membuat kreasi kertas koran ini adalah  menyediakan semua bahan yang dibutuhkan, berupa kertas koran, lem kertas, lidi, plitur dan pernis yang berguna untuk melapisi kertas agar tahan air dan terlihat lebih mengkilat.

Jika semua bahan sudah tersedia maka langkah selanjutnya adalah memotong kertas koran menjadi beberapa bagian. Untuk membuat gulungan koran sepanjang satu meter maka selembar kertas koran dibagi menjadi dua bagian. Sedangkan untuk panjang dibawah satu meter maka kertas koran dibagi menjadi empat bagian.

Setelah kertas koran dibagi menjadi beberapa bagian, proses berikutnya ialah menggulung koran berbentuk seperti tali rotan. Caranya, gulung kertas dimulai dari ujungnya, namun agar gulungan menjadi rapat dan rapi, bisa menggunakan sebatang lidi sebagai alat bantu.

Hasil penggulungan yang sempurna dapat dilihat jika pada yjybng gulungan terakhir berbentuk segitiga sama sisi. Ulangi hal tersebut hingga didapat jumlah gulungan koran sekitar 100 gulungan.

Bila koran sudah digulung dan berbentuk panjang seperti tali, maka koran yang sudah digulung, siap diaanyam menjadi berbagai kreasi benda yang menarik seperti contohnya keranjang.

Dalam membuat keranjang ini, langkah yang pertama harus dilakukan ialah membuat sisi keranjang dengan cara menyusun 5 buah gulungan untuk dijadikan ‘tulang’nya. Kemudian jalin dengan 9 buah gulungan lainnya. Langkah selanjutnya, jalin 1 buah gulungan lagi, namun hanya sampai 5 tulang saja, selanjutnya sisanya di jalin melingkar. Jika gulungan hampir habis, kita sambung dengan gulungan yang lain.

Untuk menyambung antargulungan, beri lem pada ujung-ujungnya kemudian masukkan/rekatkan. Sambil terus di jalin hingga ketinggian yang diinginkan. dan Untuk menyelesaikannya, potong tulang-tulang yang panjangnya melebihi sisi. Kemudian sisipkan ke sisi tulang yang berlawanan satu per satu hingga semua tulang disisipkan.

Setelah berbentuk seperti keranjang, langkah selanjutnya ialah memberikan polesan anti air seperti plitur dan pernis. Tujuannya selain anti air ada tas terlihat cantik dan menarik ketika dipasarkan.

Prospek dan Pemasaran. Segala macam produk handmade memiliki prospek yang bagus ke depannya. Secara umum pasar untuk produk handmade khususnya kreasi unik berbahan kertas lebih dihargai dan diminati oleh pasar luar negeri. Sementara untuk pasar lokal (Indonesia) hanya kelas-kelas tertentu saja yang memiliki selera dengan produk-produk handmade.

Meskipun sudah mulai banyak masyarakat Indonesia yang meminati produk handmade seperti kaos, bantal, tas, dan sebagainya, namun secara garis besar produk kreasi unik berbahan kertas belum terlalu umum digunakan masyarakat kita. Sehingga permintaan untuk produk ini pun masih berkutat pada kelas menengah atas maupun luar negeri.

Karena itu, pemasaran yang paling aman adalah dengan menyasar pasar luar negeri dan kelas menengah atas dengan menggunakan fasilitas media cetak dan elektronik seperti internet. Juga, lakukan promosi melalui pameran kerajinan dan mengikuti bazsar agar brand dan produk lebih dikenal luas.

Kendala. Masalah klasik yang sering muncul pada usaha handmade masih soal tenaga kerja terampil. Hal ini akan sangat terasa ketika ada pesanan dalam jumlah besar sedangkan tenaga kerja terbatas, sehingga deadline dan kemampuan produksi tidak memungkinkan untuk memenuhinya.

Untuk mengatasi hal tersebut tentu pemecahannya adalah menambah jumlah tenaga kerja, namun untuk mencari tenaga kerja yang kompeten dengan standar yang diinginkan serta bisa bekerja secara cepat, belakangan ini cukup sulit didapat.

Namun masalah yang paling merepotkan adalah faktor mendapatkan ide kreatif. Ide kreatif datangnya tidak bisa dipaksakan, jika datang pelanggan yang memesan produk banyak dengan desain yang berbeda tentu akan sulit jika semuanya harus dilakukan pada saat tersebut. Karena itu sebaiknya jeli melihat hal-hal yang bisa dijadikan ide dan rajin membuka buku, majalah, atau internet untuk mendapatkan ide baru sehingga kita memiliki stok desain.

 

Oleh: Achmad Chuzaivah Ichsan

Pemilik Cikiber

Jalan Eretan 2 No 92, Bale Kembang Keramat Jati Jakarta Timur

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.