Antrean Penumpang Transit di Manggarai Membludak, KAI Minta Maaf

(Dok: djka.dephub.go.id)

Jakarta – Antrean penumpang yang transit di Stasiun Manggarai membludak. KAI Commuter terus berupaya mengurai antrean penumpang yang transit itu. Salah satunya dengan mengoptimalkan peron 9 atau peron kereta bandara untuk melayani pengguna KRL tujuan Cikarang maupun KRL Feeder saat jam sibuk.

“Peron 9 merupakan peron keberangkatan kereta bandara, namun saat situasi peron 6 dan 7 padat, peron tersebut dapat digunakan untuk melayani pengguna KRL. Seperti yang dilakukan hari ini, mulai pukul 15.00 WIB peron 9 melayani pengguna KRL,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Pura dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (29/5)

Anne mengatakan sebanyak 5.786 penumpang turun di Stasiun Manggarai hari minggu. Menurutnya, kerja sama antara petugas dan penumpang menjadi kunci terurainya antrean.

“Hingga pukul 17.00 WIB volume pengguna KRL di seluruh stasiun sebanyak 266.861 orang. Khusus di Stasiun Manggarai, pengguna yang naik sebanyak 5.657 orang dan yang turun sebanyak 5.786 orang. Kerja sama yang terus dilakukan antara petugas di lapangan dan pengguna KRL sangat membantu terurainya kepadatan di Stasiun Manggarai,” ujarnya.

Dia menyebut kelambatan perjalanan KRL di Stasiun Manggarai hari ini lebih kecil jika dibanding hari kemarin. Pengurangan itu mencapai setengah waktu kelambatan hari kemarin.

“Hingga pukul 15.00 WIB kelambatan KRL Lin Cikarang berkisar 12-15 menit, sementara kemarin kelambatannya mencapai 29-36 menit. Selain itu, kelambatan KRL Lin Bogor juga dapat ditekan hingga berkisar 7-10 menit, sementara kemarin mencapai 18-24 menit. Hal ini juga didukung dengan semakin normalnya pembatasan kecepatan yang menuju jalur 6 dan 7,” kata Anne.

Selain itu, Anne mengatakan pembatasan kecepatan kereta jarak jauh juga akan selesai malam ini. Dia menyebut KAI Commuter telah mengoptimalkan stabling KRL Feeder sebagai antisipasi antrean penumpang dari lin Bogor.

“Pembatasan kecepatan kereta jarak jauh yang masuk/keluar jalur 1 dan 2 akan selesai malam ini, sehingga antrean masuk Stasiun Manggarai dapat dioptimalkan untuk mengurai antrean KRL dari arah Cikarang/Bekasi,” ujarnya.

“Di hari kedua ini, KAI Commuter juga melakukan optimalisasi stabling KRL Feeder agar lebih cepat mengantisipasi pengguna dari Lin Bogor yang transit menuju Sudirman, Tanah Abang, Angke, sampai Kampung Bandan,” sambungnya.

Dia mengatakan rasa tak nyaman penumpang saat transit di Stasiun Manggarai semata untuk keselamatan. Menurutnya, pengguna dan perjalanan KRL akan terus bertambah.

“Ketidaknyamanan saat transit di Stasiun Manggarai adalah untuk keselamatan kita bersama demi pembangunan infrastruktur perkeretaapian di masa yang akan datang karena volume pengguna dan frekuensi perjalanan KRL akan terus bertambah,” tuturnya.

Selain itu, dia berharap pengguna dapat beradaptasi dengan perubahan pola operasi rute yang baru. Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang.

“KAI Commuter mengharapkan kerja sama dari seluruh pengguna untuk beradaptasi mengikuti budaya yang baru ini. Proses adaptasi tidak bisa langsung mengubah menjadi sempurna, tetapi akan terus dilakukan perbaikan dan evaluasi,” ujarnya.

“KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan selama menggunakan KRL dan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan kepada para pengguna,” imbuhnya.