Top Mortar tkdn
Home Politic FBI Dibobol Hacker, Jutaan Data Sensitif Disebut Berhasil Dicuri

FBI Dibobol Hacker, Jutaan Data Sensitif Disebut Berhasil Dicuri

0
FBI Dibobol Hacker, Jutaan Data Sensitif Disebut Berhasil Dicuri (Foto Ilustrasi/Unsplash)

Kabar FBI dibobol hacker kembali mengguncang keamanan siber Amerika Serikat. Kelompok peretas yang dikenal dengan nama ShinyHunters mengklaim berhasil menerobos portal FBIJobs.gov dan mencuri data dalam jumlah besar. Kelompok tersebut menyebut memiliki sekitar 2 terabyte (TB) data, termasuk informasi sensitif milik personel FBI.

Mengutip Reuters, Minggu (27/9/2026), ShinyHunters telah membagikan sekitar 5.000 baris data sebagai sampel. Mereka mengancam akan membuka seluruh informasi yang diklaim berhasil dicuri apabila FBI tidak mencabut pernyataan yang pernah dikeluarkan pada Mei dan dianggap merugikan kelompok tersebut.

FBI membenarkan adanya klaim mengenai serangan terhadap portal rekrutmen mereka. Biro tersebut menyatakan sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan sejauh mana akses peretas dan data yang benar-benar terdampak.

Data Pribadi hingga Informasi Penugasan Agen

Kasus FBI dibobol hacker ini menjadi perhatian karena data yang diduga terekspos tidak hanya berkaitan dengan pegawai aktif. Informasi mantan agen juga disebut masuk dalam data yang dicuri.

Data tersebut dilaporkan mencakup nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, hingga Social Security Number. Informasi kontak darurat seperti pasangan dan anak agen juga disebut ikut tersimpan. Selain itu, terdapat rincian lokasi kantor lapangan serta penempatan personel pada unit tertentu.

ShinyHunters bahkan diklaim memiliki informasi mengenai sejumlah unit strategis FBI. Data yang muncul mencantumkan personel yang menangani operasi terkait China, Rusia, Iran, dan Hizbullah, termasuk unit intelijen manusia serta bagian teknologi penyadapan dan operasi teknis rahasia.

Kebocoran Data FBI Picu Kekhawatiran

Mantan agen kontraintelijen FBI Eric O’Neill menilai insiden FBI dibobol hacker dapat menjadi sumber informasi berharga bagi badan intelijen asing maupun kelompok ekstremis.

Kekhawatiran serupa disampaikan Trevor Hilligoss, Chief Intelligence Officer SpyCloud. Menurutnya, terbukanya identitas agen tertentu dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan personel, terutama mereka yang menjalankan tugas dengan identitas tersamarkan.

Jika klaim fbi dibobol hacker tersebut terbukti, kebocoran kontak keluarga juga dapat memperbesar ancaman. Data kerabat yang tidak memiliki pelatihan keamanan operasional berpotensi menjadi celah bagi pihak yang ingin melacak atau menekan para agen.

Exit mobile version