Agar Bisnis Perabotan Laris: Gandeng Desain Interior

0
93
Produk kerajinan ekspor (dok inacraftnews.com)

Peluang produk peralatan atau perabotan rumah tangga yang kreatif cukup menjanjikan terutama di kota-kota besar. Khususnya di tiga kota besar setiap provinsi, sehingga jika  ada 33 provinsi maka peluang terbesarnya berada di 100 kota. Misalnya di Provinsi Jawa Timur berpeluang besar dipasarkan di kota Surabaya, Jember, Malang. Namun kurang diminati jika dipasarkan di kota Kediri, Tulungagung atau lainnya. Hal itu dikarenakan masyarakat  perkotaan lebih berminat terhadap produk-produk yang berbeda dari produk di pasaran, lain halnya dengan masyarakat di  kota kecil yang lebih banyak melihat produk dari sisi fungsinya saja dan kurang memperhatikan penampilan produk tersebut.

Peralatan rumah tangga yang kreatif umumnya menghadirkan produk yang berbeda dari produk yang dijumpai di pasaran dan sifatnya bisa sangat personal atau sesuai selera konsumen bersangkutan. Seperti misalnya mug dengan bentuk unik yang masih belum banyak dijumpai di pasaran seperti bentuk love, atau tempat pakaian kotor dari anyaman bambu yang tampil unik.  Karena itulah, pelaku usaha produk peralatan rumah tangga kreatif sebaiknya juga fokus untuk memasarkan produknya ke pasar ekspor sehingga pasar yang dijangkau lebih luas lagi.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi pelaku usaha ini, yaitu  harus membuat produk yang tetap disukai atau sesuai selera konsumen yang dituju. Meskipun tampil beda, pelaku usaha harus sering survei di internet mengenai produk yang disukai sesuai selera  pasar, karena riset sekitar 20-25% umumnya dilakukan lewat internet. Selain itu pelaku usaha jangan menjiplak desain yang sudah ada 100%, namun sebaiknya menambahkan unsur etnik khas Indonesia seperti berbagai motif kain tradisional Indonesia atau bahan alam asal Indonesia.

Pemasaran usaha ini bisa dilakukan melalui tiga sumber, yaitu melalui pameran, seperti Inacraft dan bazaar UKM, memasukkan atau titip jual produk ke department store yang memiliki  stand untuk produk peralatan rumah tangga, seperti misalnya di Alun-alun Indonesia di Jakarta, Sarinah, Metro, dan lainnya. Selain itu sumber pemasaran kedua adalah titip jual ke retail shop yang mendisplay produk peralatan rumah tangga, titip jual di shopping mall yang memberikan tempat bagi UKM untuk mendisplay produknya seperti di Thamrin  City Jakarta Pusat, ITC dan lainnya.

Sumber pemasaran yang dituju berikutnya adalah bekerja sama dengan menawarkan produk ke kalangan arsitek, desainer interior  atau kontraktor properti perumahan  dan apartemen. Jangan lupa mencantumkan kartu nama atau nomor telepon pada produk yang ditawarkan sehingga  nantinya bisa didisplay pada contoh rumah yang ditawarkan.

Persaingan produk peralatan rumah tangga kreatif dengan produk asal impor tidak ketat karena produk peralatan rumah tangga yang kreatif  bisa bersaing dari segi  desain, harga atau kualitas. Apalagi bila produk ini dibuat handmade dan customized. Namun yang perlu diperhatikan adalah pelaku usaha jangan memaksakan ciri khas budaya Indonesia jika itu tidak sesuai selera konsumen. Sehingga perlu adanya survei pasar. Selain survei melalui internet, pelaku usaha  bisa menanyakan langsung ke calon pembeli bahkan bisa survei langsung ke negara lain jika akan menyasar pangsa pasar ekspor. Target pasar yang dituju sebaiknya dari konsumen kalangan menengah atas karena  daya belinya lebih tinggi.

 

Oleh : Yadi Budhi Setiawan,

Pengamat Marketing

FORCE ONE, Selling & Distribution Consultant