Sukses di Clothing, Afgan Ekspansi ke Bisnis Karaoke dan Investasi Apartemen

0
10
dok IG: @afgansyah.reza

Memiliki teman yang jago desain aneka karakter unik dan original (bukan meniru), yaitu Imanuel Nugroho Wirajaya, menginspirasi pria bernama lengkap Afgansyah Reza merintis bisnis clothing setahun lalu. Dengan mengusung desain yang berbeda dan ingin memberikan penampilan yang terbaik bagi pelanggannya, Afgan dan Nunu begitu keduanya disapa memberi nama bisnis mereka Carnival.

Di awal merintis bisnis, Carnival hanya memproduksi T-shirt, sweater, dan hoodie (jaket) khusus cowok dengan desain karakter unik, namun  berbeda dari yang sudah ada. Namun karena sebagian besar pelanggannya adalah remaja putri, Carnival pun memproduksi T-shirt, sweater, dan hoodie (jaket ukuran kecil) yang biasa dipakai wanita sebagai luaran. “Awalnya target market kita cowok, tapi pembelinya justru lebih banyak cewek,” ujar Afgan.

Pakaian Distro. Bisnis clothing yang kini tengah dijalaninya, diakui Afgan sebagai tantangan untuk mempraktikkan ilmu ekonomi yang diperolehnya di Universitas Indonesia dan ilmu bisnis yang tengah ditempuhnya di Monash University, Jakarta. Namun, karena kesibukannya di dunia entertainment yang cukup padat, pelantun lagu Terima Kasih Cinta dan Bukan Cinta Biasa ini lebih banyak berperan sebagai approval desain, dan brand ambassador. Sedangkan untuk desain, produksi, operasional dan pemasaran ditangani langsung oleh Nunu dan timnya.

Penyanyi Pria Solo Terbaik ajang Anugerah Musik Indonesia 2009 ini mengaku, mengeluarkan modal puluhan juta untuk memulai bisnis clothing ini. “Ya modalnya lumayan menguras kantong lah, karena kita mau yang terbaik mulai dari desain, bahan yang digunakan hingga produksinya tidak main-main, semua pilihan ditentukan agar pakaian yang dijual nyaman saat dikenakan,” kilah Afgan.

Soal desain, Afgan mempercayakan pada Nunu dan 3 sampai 4 orang tim desain kreatif. Namun sesekali ia pun memberi ide perihal desain karakter yang akan dibuatnya. “Kita buat desain karakter original karya kita nggak nyontek dan juga bukan beli desain loh,” tambah Nunu yang dikonfirmasi lebih lanjut.

Sementara ini desain yang dibuat baru sebatas karakter kartun yang ekspresif seperti gambar wajah yang tersenyum lebar, karakter monster lucu dengan lidah menjulur dan mata besar hingga alien. Namun ke depan karakter yang dibuat akan lebih berkembang dengan desain yang lebih klasik dan simpel. “Beberapa bulan lagi kita juga akan buat jeans chino yakni celana jeans model jadul (jaman dulu) dengan model standar namun tidak panjang sampai mata kaki dan berwarna-warna klasik seperti cokelat,” papar pria kelahiran 27 Mei 1989 ini.

Beragam model, warna dan desain coba ditawarkan Carnival seperti T-shirt yang dijual dengan harga mulai Rp 99 ribu, sweater dan hoodie (jaket) sekitar Rp 200 ribu, dan dalam 2 bulan ke depan akan release celana jeans chino yang harganya berkisar Rp 600-700 ribu.

Pemasaran. Anak kedua dari empat bersaudara ini mengatakan, penjualan produk clothing Carnival dipasarkan melalui internet. Selain itu, juga bisa memesan melalui Tweeter (@CRNVL). “Sekarang kan jamannya belanja online, jadi kita jualan clothing online. Dan makin banyak orang aktif di jejaring sosial juga membuat produk kita cepat dikenal sekaligus mendongkrak penjualan,” urai pemain film layar lebar Cinta 2 Hati dan Bukan Cinta Biasa ini.

Selain itu, produk Carnival juga bisa dibeli di distro Gazelle, Jakarta dan Arcene, Bandung. “Untuk sementara kita kerja sama titip jual (konsinyiasi) dengan distro. Alhamdulillah bisnis ini juga memberikan untung, jadi pengen secepet-nya buka butik Carnival sendiri di Jakarta dan Bandung,” harap anak dari pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini.

Guna terus meningkatkan penjualan, Carnival pun kerap memberikan kejutan diskon bagi pelanggannya. Seperti memberikan diskon hingga 40% untuk beberapa koleksi pakaian tahun 2010. Selain itu, di hari jadi Afganisme (kumpulan fans Afgan) ketiga yang diadakan di Indochine (FX Mall Jakarta), Sabtu, 5 Februari 2011, Carnival juga menjual baju Afganisme yang dengan harga Rp 85 ribu.

Selain itu, Kini Afgan juga memiliki binsis karaoke bernama De’Tones by Afgan Family Karaoke, sejak April 2010. Dengan konsep Around The World, para pengunjung karaoke-nya akan menikmati suasana bagai keliling dunia di setiap ruang karaokenya.  Dalam mengembangkan bisnisnya, Afgan menggunakan sistem waralaba alias franchise. Dengan begitu, penyebaran De’Tones bisa lebih cepat dan dikenal luas masyarakat.

Untuk menjadi mitra De’Tones, calon partner atau investor  harus merogoh kocek hingga Rp 4 miliar. Dengan bujet tersebut, investor bisa membuka usaha karaoke seluas 700 meter persegi dengan kapasitas hingga 32 kamar. Saat ini, De’Tones telah ada di berbagai kota-kota besar seperti, Tangerang, Palembang, Prabumulih, Medan, Pontianak, dan Jambi. Tiap outlet diperkirakan mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 400 juta per bulan.

Tak hanya itu, Afgan juga serius berinvestasi properti. Ia pun memilih apartemen sebagai sumber penghasilan tambahannya. Dalam menjalani investasi ini, ia membeli apartemen dan membuat furnitur sendiri untuk membuat apartemennya full furnished, kemudian disewakan. Afgan memiliki lebih dari lima apartemen yang terdiri dari empat kelas premium dan dua kelas menengah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.