Pentingnya Inovasi dalam Usaha

0
403
Inovasi dalam produk olahan kopi (dok pergikuliner.com)

 

Sekali waktu, saya pernah bertugas di sebuah daerah yang menjadi produsen kopi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sebagian besar penduduk di daerah ini bermata pencaharian sebagai petani kopi. Tak heran, di kiri kanan jalan, hiasan utamanya adalah jemuran biji kopi.

Ketika biji kopi ini sudah kering, sebagian petani menjualnya kepada pengepul. Biasanya, harganya murah sekali. Ketika itu, harga per kg paling mahal Rp 7.500. Saya sering memberi label kepada kopi jenis ini sebagai komoditi.

Sebagian lainnya, mencoba sedikit memberikan inovasi kepada produk kopinya. Mereka menggiling biji kopi yang sudah kering, dan mengemasnya dalam sebuah kantong kertas dalam berbagai ukuran, mulai 1/4 kg, 1/2 kg, 1 kg, dan 2 kg.

Kopi yang sudah digiling, dengan memasukkan sedikit unsur inovasi di penggilingan dan kemasan, harganya naik hampir dua kali lipat. Beberapa pelaku sering kali mencampur biji kopi dengan jagung, sehingga menurunkan mutu kopi. Kopi yang demikian, biasanya harganya lebih murah dibandingkan dengan kopi murni, sekalipun kemasannya nyaris sama bentuknya.

Biji kopi yang dibeli oleh pengepul, ternyata dijual kepada pedagang besar, yang kemudian menjualnya kepada perusahaan pengolah yang lebih profesional. Biji kopi digiling halus, kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik terbuat dari aluminium foil. Dengan jenis kemasan kopi ini, aroma kopi lebih tahan lama. Di bagian luar terdapat gambar desain yang mengundang selera. Dan jangan lupa, produsen biasanya memberi merek atau brand yang mudah diingat konsumen.

Dengan cara ini, harga kopi kembali meningkat. Secara umum, kopi dalam kemasan aluminium foil (biasa disebut sachet) dengan berat 25 gram harganya sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000.

Beberapa produsen lain juga sudah menambah varian produk, misalnya kopi ditambah gula, yang harganya lebih tinggi. Ada juga kopi 3 in one, yaitu kopi, gula, dan susu yang harganya lebih tinggi lagi. Jadi kalau dihitung–hitung, harga kopi yang sudah diberi merek dan dikemas apik per kg mencapai Rp 40.000. Dan mohon diingat, sebenarnya jumlah kopinya relatif sedikit, yang paling berat adalah komponen kemasannya.

Beberapa warung kopi, menjual kopi yang sudah siap diminum. Mereka membeli kopi dalam bentuk sachet, mencampurnya dengan air panas, kemudian menjualnya dengan harga yang lumayan tinggi, yaitu antara Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per gelas, tergantung lokasi tempat mereka berjualan.

Warung kopi kelas dunia seperti Starbucks atau Coffee Bean bahkan menjual segelas kopi dengan harga yang tidak tanggung–tanggung. Minimal Rp 35.000 untuk segelas kopi dengan sebutan Cappucino, Caffe Latte atau Frapuccino.

Mereka tidak sekadar menjual kopi, tetapi juga kenyamanan menikmati kopi, seperti warung ditata dengan desain yang apik, tempat duduk nyaman dan full wireless. Dengan membeli segelas kopi, Anda bisa duduk sepanjang hari sampai malu, enggak bakal diusir.

Apa yang ingin saya berikan hari ini kepada Anda? Hanya satu hal. Satu jenis komoditi, dalam hal ini kopi, bisa dikembangkan menjadi aneka produk, melalui inovasi, mulai dari menggiling, mengemas, memberi merek, memberi tempat yang nyaman, dan bisa dijual dalam aneka tingkat harga. So, Anda mau jualan apa?

 

Oleh: Zainal Abidin

Pengusaha, Pelatih Wirausaha, Penulis Buku,

dan Headmaster Sekolah Monyet

Email: jayteroris@yahoo.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.