Jajal Pasar Indonesia, Ashleigh Ivory Buka Peluang Reseller Hingga Distributor

0
483
Pendiri Ashleigh Ivory, Cassiopea Yap (Kanan) saat mengikuti pameran bisnis di Jakarta, awal Maret 2018. (Berempat.com/R. Shandy)

Berempat.com – Mungkin, sebuah produk kecantikan berlabel Ashleigh Ivory masih amat asing di telinga kaum Hawa Indonesia. Tapi, produk kecantikan satu ini sudah ternama di Singapura sejak 2007. Dua produk yang paling terkenal dari Ashleigh Ivory adalah serum wajah Fuji Shilitake Age-Defying Serum dan roller wajah berbahan berlian, Black Diamond Beauty Roller.

Pendiri Ashleigh Ivory, Cassiopea Yap mengungkapkan alasan kepada Berempat.com kenapa ia ingin menjajal pasar Indonesia. Menurut wanita keturunan Jepang ini, banyak wanita di Indonesia yang membutuhkan perawatan wajah berbahan organik, alami, dan tanpa bahan kimia.

“Jadi kenapa kami di sini (Indonesia)? Karena kami juga melihat banyak wajah di sini yang membutuhkan perawatan secara organik, alami, tanpa bahan kimia sampai 99,9 persen. Jadi karena itulah kami membuka pasar di Indonesia,” ujar Yap saat ditemui di Jakarta awal Maret ini.

Yap mengklaim bahwa serumnya bermanfaat untuk melawan tanda-tanda penuaan dini pada kulit wajah, baik perempuan maupun pria. Untuk Black Diamond Beauty Roller-nya khusus dirancang dengan tiga biji terahertz berlapis berlian hitam sebagai senjata antipenuaan yang dapat mengurangi kerutan halus pada wajah, membuat kulit menjadi lebih kencang, dan berseri. Itu karena terahertz yang dilapisi berlian hitam dapat masuk lebih dalam ke area kulit sehingga dapat langsung menyentuh sel-sel kulit.

Digunakannya biji terahertz sebagai alat perawatan pun diterangkan Yap karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi. Karena itu roller Ashleigh Ivory ini dapat dengan mudah bereaksi terhadap suhu secara instan hanya dengan merendam air hangat atau dingin selama 1 detik.

Serum dan roller yang diproduksi Ashleigh Ivory sendiri dibuat oleh tim ahli kulit di Jepang yang berbahan dasar alami, tanpa bahan kimia, dan eksklusif karena menggunakan berlian hitam. “Karena kami berkolaborasi dengan para ahli yang sudah berpengalaman di Jepang,” tambahnya. Namun, merek Ashleigh Ivory sendiri merupakan merek yang didirikannya di Singapura.

Di Indonesia, Yap menargetkan dua kota untuk dijajal terlebih dahulu, yakni Jakarta dan Surabaya. Dua kota ini diincar Yap lantaran dianggap sebagai kota besar di Indonesia yang memiliki populasi perempuan yang butuh dan sadar pentingnya perawatan muka.

“Jadi saya pikir sebagian besar orang kota sebenarnya memiliki potensi dan memang mengerti pentingnya merawat wajah, sangat penting,” tukasnya.

Untuk memudahkan langkahnya menjajal pasar di Indonesia, Yap membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin menjadi reseller maupun distributor. Namun, sayangnya, dalam sesi wawancara Yap tak menyebutkan berapa modal yang dibutuhkan untuk bisa menjadi reseller atau distributornya. Yap hanya mengatakan bahwa kesempatan itu terbuka bagi siapa saja.

Sebagai gambaran, dua produk utama Ashleigh Ivory dibanderol cukup mahal mengingat segmen pasar yang ditargetkan memang menengah ke atas. Di Singapura, untuk Fuji Shiitake Age-Defying Serum dibanderol dengan harga 188 dolar Singapura (Rp 1,9 juta) dan Black Diamond Beauty Roller dibanderol 430 dolar Singapura (Rp 4,5 juta). Tapi, pelanggan dapat lebih hemat dengan membeli keduanya dalam satu paket senilai 499 dolar Singapura (Rp 5,2 juta).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.