Klinik Totok Menggurita Berkat Umrohkan Karyawan Tiap Tahun

0
447
Ratih Dewanti, Pemilik Kamaratih (foto dok kamaratih

Dari sekadar hobi olah pernafasan, Ratih Dewanti tak pernah menyangka bisa mengembangkan bisnis totok perut yang semakin diminati. Bermula membuka totok perut dari rumahnya, kini bisnis yang mengandalkan power (tenaga dalam) ini berkembang begitu pesat. Bahkan delapan tahun usaha berjalan, Klinik Totok Perut Kamaratih menggurita lewat jalur franchise.

Ratih mencoba membuka klinik totok pelangsingan di rumahnya sekitar tahun 2008. Tanpa disangka ramai dikunjungi masyarakat yang ingin langsing instan tanpa efek samping. Ratih mengatakan, teknik pelangsingan perut yang dilakukan menggunakan metoda totok.

Ratih mengatakan sekali terapi, konsumen bisa langsung merasakan hasilnya. Langsing singset secara instan tanpa perlu diet ketat dan efek samping.

“Lingkar perut susut 4-30 cm atau berat badan 0,5-2 kg dengan metode totok perut selama 30-45 menit,” ujar Ratih.

Meski konsumen dapat merasakan langsung hasil terapi yang dilakukan, namun konsumen diminta menjaga pola makan.

Selalu Ingin bermanfaat bagi banyak orang menjadi motivasi utama Ratih terus mengembangkan Klinik Totok Perut Kamaraih. Ratih yang tadinya hanya dibantu 3 terapis kini bertambah menjadi 20 terapis yang loyal sejak direkrut antara 6-8 tahun lalu.

Selain Totok Perut, ada juga Totok Payudara, Totok Aura, Totok Miss V, Totok Kebugaran,Totok Kecerdasan, Totok Pikun, Massag dan Face Treatment juga Hair Treatment.

Dengan pelayanan maksimal dan hasil yang bisa langsung dibuktikan saat itu juga, tak salah jika Kamaratih membandrol harga sekali terapi di angka Rp 390 ribu.

Beberapa artis yang telah berkunjung ke Kamaratih di antaranya Inneke Koesherawati, Ruben Onsu, Widi B3 dan masih banyak lagi.

Adapun investasi yang diperlukan untuk menjadi Mitra (Franchisee) Kamaratih mulai dari Premium Package senilai Rp 500 juta Mitra dengan 12 karyawan serta perlu lokasi seluas 300 m2. Express Package senilai Rp 350 juta. Mitra dengan 8 karyawan dan lokasi 200 m2. Serta Standart Package dengan investasi Rp 250 juta. Mitra dengan 5 karyawan dan luas lokasi 100 m2.

Kontrak kerja sama berlangsung selama 3 tahun dan dapat diperpanjang dengan membayar franchise fee senilai Rp 100 juta. Selama kontrak, Mitra diwajibkan membeli krim massage ke pihak Kamaratih.

“Semua krim massage kita buat sendiri menggunakan bahan herbal dan alami yang aman bagi kesehatan dan kecantikan,” tutur Ratih.

Biaya tersebut tak sulit diperoleh Mitra, prediksi omset tiap bulan cabang Kamaratih lebih dari Rp 100 juta.

“Mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu 6-12 bulan,” tegasnya.

Ratih membagi tips bagaimana ia mampu mengembangkan klinik yang telah berjalan 8 tahun. Dengan santai Ratih menjawab jika ia menerapkan sistem kekeluargaan dalam menjalankan bisnisnya.

“Biar mereka nggak merasa dieksploitasi, kita anggap seperti keluarga. Tapi saya pun fair. Setelah 5 tahun boleh keluar dengan catatan membuka usaha sendiri, bukan ikut pada orang lain,” ungkap Ratih

Bukan hanya itu, Ratih menganggap bisnis yang dijalaninya ini adalah jalan Allah agar ia bisa membantu banyak orang.

“Ini amanah yang nanti harus saya pertanggungjawabkan di akherat. Makanya sejak 2012 saya rutin umrohkan dua karyawan tiap tahunnya. Tanpa pandang bulu, kalau orangnya bagus, buruh cuci pun kemarin saya umrohkan,” ungkap wanita pecinta Ifumie dan Ikan Mas Pecak ini.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.