Perlunya Lembaga Pendidikan Mengimbangi Perubahan Dunia Industri

0
371
Ilustrasi dunia pendidikan. (pexels/@akelaphotography)

Berempat.com – Saat ini tak bisa dipungkiri bila dunia industri dan bisnis sudah berubah seiring perkembangan zaman. Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menjadi pemicu utamanya. Karena itu, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta agar dunia pendidikan turut mengimbangi perubahan tersebut.

“Industri kita sudah berubah. Mau gak mau pendidikan kita juga harus berubah agar bisa tetap bertahan dan berkembang di era digital,” ujar Hanif dalam Seminar Nasional Pra Muswil PWNU Jawa Tengah di Pendopo Dipokusumo, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (14/4).

Perlunya lembaga pendidikan mengimbangi perubahan tersebut karena keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri saat ini pun sudah berubah. Karena itu, menurut Hanif, bila industri berubah, pekerjaan berubah, maka keterampilannya juga berubah, tapi bila pendidikannya tidak berubah maka kita akan tetap tertinggal.

Secara umum, Hanif menganggap bila lembaga pendidikan harus memperhatikan 5K untuk bisa menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif di tengah perubahan industri saat ini.

K yang pertama adalah karakter. Menurut Hanif, SDM kompetitif tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kemampuan, tapi perlunya memiliki karakter yang kuat sebagai pondasi utama agar mampu bersaing dengan SDM dari negara lain.

“Namun landasan utamanya tetap karakter, sedangkan keterampilan dan sebagainya itu bisa diintervensikan,” terang Hanif.

K yang kedua adalah keterampilan. Pada poin ini lembaga pendidikan harus menyesuaikan antara suplai dan permintaan, yakni pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. “Agar bisa terserap pasar kerja atau berwirausaha,” ujarnya.

K yang ketiga adalah kolaborasi. Daya saing bukan hanya persoalan persaingan satu sama lain, tapi menurut Hanif juga dalam bentuk kolaborasi atau kerja sama dalam membangun jejaring dengan berbagai pihak.

K yang keempat adalah kontribusi atau produktivitas. “Jadi generasi masa depan ini harus dipersiapkan menjadi generasi produktif,” ujarnya.

Terakhir adalah kreativitas atau inovasi. Untuk bisa mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, Hanif beranggapan bila lembaga pendidikan harus bisa mendorong siswanya menjadi kreatif dan inovatif.

“Karena, saat ini tenaga kerja tidak bisa hanya berbekal tenaga dan kemudian bekerja saja. Sekarang tenaga kerja itu harus berbasis pengetahuan, berbasis inovasi,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.