Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Usai Dilantik, Sarmuji Tekankan Peran Industri dalam Penyerapan Tenaga Kerja Nasional

Usai Dilantik, Sarmuji Tekankan Peran Industri dalam Penyerapan Tenaga Kerja Nasional

0
Usai Dilantik, Sarmuji Tekankan Peran Industri dalam Penyerapan Tenaga Kerja Nasional (Dok Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menempatkan sektor industri sebagai salah satu tumpuan utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan mendorong penyerapan tenaga kerja nasional. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus membuka peluang bagi munculnya kebijakan dan terobosan baru.

Pernyataan itu disampaikan Sarmuji saat serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (2/10). Sehari sebelumnya, Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta.

Dalam sambutannya, Sarmuji menyebut industri memiliki posisi penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut dia, penguatan sektor tersebut dapat menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja nasional di berbagai sektor usaha.

Sarmuji meminta seluruh jajaran Kemenperin bekerja bersama untuk menjalankan agenda pembangunan industri. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan pada akhirnya harus memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan Industri Dilanjutkan dan Diperkuat

Sarmuji juga menyampaikan apresiasi kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah meletakkan sejumlah fondasi dalam pengembangan industri nasional. Berbagai program yang telah dirintis akan tetap dilanjutkan, sementara kebijakan yang sudah berjalan akan diperkuat agar manfaatnya semakin luas.

Menurut Sarmuji, kesinambungan kebijakan diperlukan supaya pembangunan industri tidak terputus. Namun, pemerintah juga perlu memiliki keberanian untuk mencari pendekatan baru dan membaca peluang yang muncul di tengah perubahan ekonomi.

Ia mendorong jajaran Kemenperin untuk tidak hanya berfokus pada persoalan yang dihadapi industri. Setiap peluang, kata dia, perlu dibaca sebagai ruang untuk memperbesar kontribusi sektor industri terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Untuk memperkuat peran industri, Kemenperin akan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi serta pelaku usaha. Masukan dari dunia industri dinilai penting agar kebijakan yang disusun pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Sarmuji juga mengajak jajarannya membangun visi besar mengenai masa depan industri Indonesia. Ia berharap sektor industri semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja.

Di internal Kemenperin, Sarmuji menginginkan budaya kerja yang terbuka. Pejabat dan pegawai diminta tidak ragu menyampaikan kritik, masukan, maupun saran terhadap kebijakan yang sedang disiapkan.

Ia bahkan meminta agar hubungan antara pimpinan dan jajaran tidak dibatasi oleh sekat yang berlebihan. Menurut Sarmuji, komunikasi yang terbuka akan membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih tepat sekaligus memperkuat kebijakan yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja nasional.

Dengan kesinambungan program, inovasi kebijakan, dan kolaborasi bersama dunia usaha, Sarmuji berharap sektor industri semakin mampu menjadi penggerak ekonomi serta memperluas penyerapan tenaga kerja nasional.

Exit mobile version