Dukung Kreativitas Anak Bangsa, Kemenperin Gelar IFCA 2024

0
166
Dukung Kreativitas Anak Bangsa, Kemenperin Gelar IFCA 2024
Dukung Kreativitas Anak Bangsa, Kemenperin Gelar IFCA 2024 (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Prospek bisnis industri kreatif di sektor fesyen dan kriya semakin cerah dengan meningkatnya partisipasi desainer muda yang terus mengembangkan ide kreatif untuk menciptakan produk inovatif, bernilai ekonomi, berdaya jual, dan berkelanjutan. Kementerian Perindustrian secara aktif mendorong perkembangan ekosistem industri kreatif agar lebih maju dan kolaboratif. Pada tahun 2024, Kemenperin kembali menggelar Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) yang dimotori oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), bagian dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA).

Kompetisi desain nasional ini bertujuan untuk menemukan desainer muda berbakat dengan visi keberlanjutan di bidang fesyen dan kriya. Sejak dilaksanakan pada tahun 2015, IFCA diharapkan menjadi upaya bersama untuk mewujudkan industri fesyen dan kriya yang inklusif dan berkelanjutan, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui pengembangan desain.

Menurut Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, nilai tambah industri kreatif pada tahun 2023 meningkat 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp1.280,42 triliun menjadi Rp1.414,8 triliun. Sektor fesyen dan kriya menyumbang sekitar 33 persen dari nilai tersebut, menunjukkan prospek industri kreatif di Indonesia yang semakin besar.

Pentingya Desain Produk untuk Ekosistem Industri Kreatif

Desain produk menjadi aspek penting dalam ekosistem industri kreatif karena mempengaruhi nilai dan keputusan pembelian. Studi oleh McKinsey menunjukkan bahwa bisnis yang memperhatikan aspek desain dapat meningkatkan pendapatan hingga 32 persen. Oleh karena itu, Ditjen IKMA menetapkan tema “Neighbourhood Spirit, Creative Collaboration for A Sustainable Future” untuk IFCA 2024, mengajak desainer bermitra dengan pelaku IKM lokal dalam mendesain produk inovatif yang mengedepankan semangat gotong royong.

PT Mitra Mortar indonesia

Kompetisi IFCA terbukti mampu mengangkat karya desainer muda dengan kearifan lokal dan visi berkelanjutan, yang dapat diproduksi massal dan dijual di pasar luas. Contoh sukses adalah Nyalira Stool karya Febryan Tricahyo, yang memanfaatkan puntung rokok sebagai bahan substitusi fiber dalam struktur beton, memenangkan IFCA 2020 dan berhasil diproduksi massal serta diekspor ke Jepang.

Reni berharap melalui IFCA tahun ini, semakin banyak desainer muda yang menciptakan produk estetis dan fungsional yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan memajukan IKM dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan. Pengembangan desain akan mendorong inovasi produk yang unggul dan berdaya saing.

Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani, menyampaikan bahwa kompetisi IFCA terbuka bagi WNI desainer individu atau kelompok berusia 18-40 tahun, dari kalangan praktisi, pelaku IKM kreatif, dan mahasiswa atau pelajar yang telah memiliki calon mitra IKM. Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli 2024 melalui situs ifca.bcic-ikm.net. Peserta harus mengirimkan karya orisinal menggunakan material lokal, dengan penilaian berdasarkan nilai estetika, ekonomi, dampak sosial, lingkungan, budaya, serta kualitas purwarupa yang layak diproduksi massal.

Seratus peserta terpilih akan mengikuti coaching clinic tahap pertama, dan 30 peserta terbaik akan difasilitasi pembuatan purwarupa alpha. Empat belas nominator (7 fesyen dan 7 kriya) akan mendapatkan coaching clinic tahap kedua, pembinaan lanjutan, dan materi branding. Para pemenang akan menerima hadiah total Rp130 juta dan pembinaan dari Ditjen IKMA Kemenperin.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan