Optimalkan Produktivitas: KKP Rancang Modeling untuk Komoditas Unggulan dalam Perikanan Budidaya

0
109
Optimalkan Produktivitas: KKP Rancang Modeling untuk Komoditas Unggulan dalam Perikanan Budidaya
Optimalkan Produktivitas: KKP Rancang Modeling untuk Komoditas Unggulan dalam Perikanan Budidaya (Dok Foto, SUmber: KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA)
Pojok Bisnis

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia sedang giat mengembangkan model berbasis kawasan untuk mendukung produksi lima komoditas unggulan: udang, rumput laut, nila, kepiting, dan lobster. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan di tanah air.

Model Tambak Udang Berbasis Kawasan

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb. Haeru Rahayu, mengungkapkan strategi KKP dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan ekspor. Pembangunan model tambak udang berbasis kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, menjadi tonggak awal keberhasilan. Langkah selanjutnya, KKP berencana untuk mengintegrasikan budidaya udang hulu dan hilir di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Mewujudkan Pertumbuhan Ekspor Rumput Laut

Modeling budidaya rumput laut juga telah sukses dibangun di Wakatobi, Maluku Utara. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, KKP akan memperluas program ini ke Maluku Tenggara dan Rote Ndao. Dengan adanya model ini, diharapkan terjadi peningkatan ekspor rumput laut Indonesia menjadi USD658 juta pada tahun 2024.

Program Model Budidaya Ikan Nila Salin

KKP tengah mempersiapkan program model budidaya ikan nila salin melalui revitalisasi tambak udang di Pantai Utara Jawa. Tujuannya adalah mengalihkan budidaya dari danau ke daratan, mendukung keberlanjutan, dan meningkatkan ekspor nila Indonesia hingga mencapai USD77 juta pada tahun ini.

Top Mortar Semen Instan

Mendorong Pertumbuhan Ekspor Kepiting

Dalam waktu dekat, KKP akan meluncurkan program model budidaya kepiting, diharapkan dapat meningkatkan ekspor kepiting Indonesia hingga mencapai USD476 juta pada 2024.

Kolaborasi untuk Budidaya Lobster

Melalui program modeling budidaya lobster, KKP berencana untuk menjalin kerjasama dengan negara yang telah berhasil mengembangkan budidaya lobster. Targetnya adalah meningkatkan ekspor lobster Indonesia menjadi USD25 juta pada tahun 2024.

Mendorong Potensi Subsektor Perikanan Budidaya

Menurut Bapak Menteri Trenggono, subsektor perikanan budidaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Data Triwulan III tahun 2023 menunjukkan bahwa subsektor ini berhasil mendapatkan investasi terbesar kedua setelah pengolahan perikanan, mencapai 27%.

Dirjen Tb. Haeru Rahayu juga menyoroti data FAO 2023 yang menunjukkan peningkatan persentase populasi dunia yang mengalami kekurangan pangan. Dengan meningkatnya kebutuhan protein global, produksi perikanan budidaya diharapkan dapat memenuhi permintaan, terutama dengan proyeksi pasar global udang, rumput laut, dan nila yang terus tumbuh hingga 2033.

Upaya KKP dalam mengembangkan model berbasis kawasan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan ekspor perikanan budidaya Indonesia. Dengan fokus pada keberlanjutan dan kerjasama internasional, Indonesia berpotensi memimpin pasar global dalam beberapa komoditas perikanan utama.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan