Industri Denim Gunakan Kapas yang Sustainable

(Ilustrasi: pexels/ Mica Asato)

Jakarta – Cotton Council International (CCI), asosiasi perdagangan nirlaba Amerika Serikat mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS). CCI juga mendorong industri denim dan busana muslim di Indonesia untuk memanfaatkan serat kapas AS secara Sustainability atau berkelanjutan.

“Kami telah mempromosikan penggunaan kapas AS dalam industri denim dan busana muslim di Indonesia dan hasilnya sangat baik,” kata Perwakilan Cotton Council International (CCI) di Indonesia Andy Do dalam konferensi virtual diikuti dari Jakarta, Rabu(14/9).

Andy mengatakan keberlanjutan di dalam produksi tekstil merupakan aspek penting yang sudah banyak disadari oleh industri di dunia. Aspek keberlanjutan, kata Andy, merupakan salah satu poin utama yang dikedepankan dan sejalan dengan pemikiran Cotton USA.

“Kalau saya melihat trennya di Indonesia adalah di masa depan keberlanjutan akan menjadi sangat penting bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula empat pabrik/organisasi tekstil Indonesia yang berfokus pada denim dan busana muslim, antara lain PT Sri Rejeki Isman (Sritex), PT Apac Inti Corpora, PT Badjatex, dan Samase. Keempat produsen itu telah menggunakan bahan baku yang terbuat dari kapas AS.

Menyambung aspek keberlanjutan, Senior Fabric Executive PT Apac Inti Corpora Uni Kusyanti juga mengatakan bahwa aspek tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dijaga bersama. Aspek keberlanjutan diharapkan bumi dan lingkungan yang lebih sehat dapat diwariskan untuk generasi mendatang.

Andy mengatakan pihaknya terus mendorong produsen tekstil di Indonesia, terutama sektor denim dan busana muslim, untuk memproduksi lebih banyak benang, kain, serta garmen yang terbuat dari kapas AS. Ia memandang bahwa industri denim dan busana muslim di Indonesia memiliki potensi dan pertumbuhan yang besar.

Hal tersebut, kata Andy, ditunjukkan melalui minat yang besar pada anak muda dan dewasa dalam menggunakan fesyen denim serta potensi yang besar dalam busana muslim mengingat Indonesia memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia.

Menurut Cotton USA, industri fesyen denim maupun muslim saat ini menggunakan kapas sebagai bahan bakunya, terutama kapas AS yang semakin diminati oleh kedua industri ini karena merupakan serat alami berkualitas tinggi.

Contton USA sendiri mendukung pertumbuhan industri tekstil melalui tiga program, yaitu Lisensi Cotton USA, US Cotton Program Trust Protocol (USCPTP), serta program Cotton USA Solutions. Dengan ketiga program tersebut diharapkan produsen tekstil Indonesia dapat menemukan solusi dan inspirasi baru untuk memajukan bisnis mereka.

Melalui program Lisensi Cotton USA, CCI menawarkan sejumlah manfaat seperti memberikan informasi terbaru tentang kapas AS, memperkenalkan pembeli kepada penjual produk yang terbuat dari kapas AS melalui acara jejaring, dan seterusnya.

Sementara USCPTP membantu produsen tekstil untuk dapat memverifikasi, mengukur, dan membuktikan bahwa kapas AS yang mereka beli, diproduksi oleh petani AS secara berkelanjutan, transparan, dan dapat dilacak.

Terakhir Cotton USA Solutions menawarkan bantuan teknis gratis dari pakar teknis CCI ke pabrik pemintalan Indonesia yang memegang lisensi Cotton USA dan/atau keanggotaan dari U.S. Cotton Trust Protocol.

Industri fesyen adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Eropa sendiri sudah menjalankan konsep berkelanjutan sejak beberapa tahun belakangan mulai dari pelaku industri hingga konsumennya.

Berkelanjutan atau Sustainability itu tidak hanya untuk branding atau marketing strategy tapi ini sebuah keyakinan dan keharusan dikarenakan dampak fesyen sendiri ke lingkungan kurang baik yaitu sudah menjadi pencemar setelah minyak.