Usaha Perbaikan dan Perawatan Bangunan Kian Berpeluang

0
252
Dok: leorafurniture.co.id

Bisnis di bidang jasa perbaikan dan perawatan bangunan seperti perbaikan sanitary, perbaikan atap bocor, hingga perawatan beberapa ruangan dalam bangunan, misalnya kamar mandi ataupun kitchen saat ini semakin bagus prospeknya. Hal ini dikarenakan bangunan-bangunan mewah dan besar membutuhkan banyak perawatan dan penanganan khusus ketimbang bangunan-bangunan biasa.

Walaupun memiliki prospek yang cerah, usaha ini memiliki tingkat persaingan yang lumayan ketat apalagi dengan masuknya pengelola dari luar negeri dalam usaha ini. Oleh karena itu, pelaku usaha harus bisa menawarkan harga yang lebih murah dan memiliki keunggulan tersendiri dari produk yang ditawarkannya.

Butuh Skill. Dalam melakukan kegiatan perawatan ataupun perbaikan pada bagian-bagian sebuah bangunan, memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Untuk mendapatkan hasil maksimal, seseorang yang melakukan pekerjaan tersebut harus mengerti seluk-beluk dan tahapan penyelesaiannya. Maka dari itu, untuk membuka usaha ini, pelaku usaha pun harus paham betul mengenai kegiatan perbaikan bangunan.

Di awal usaha, pelaku tidak  harus berbadan hukum terlebih dahulu. Yang terpenting adalah memiliki skill dan membidik target pasar yang tidak terlalu besar, seperrti misalnya bangunan perumahan di kawasan elit. Menurut Irwan Libra Wijaya, Pemilik CV. Libra Wijaya Sejahtera, untuk bergelut di usaha ini memang harus memiliki skill di bidang perawatan ataupun perbaikan bangunan.

“Bisnis ini memang terlihat mudah. Namun dalam pelaksanaannya di perbaikan ataupun perawatan bangunan, harus memilliki skill khusus, agar mampu mendapatkan hasil yang baik dan sesuai keinginan klien,” jelasnya.

Bila pelaku usaha belum memiliki skill tersebut, maka ia bisa merekrut SDM yang sudah memiliki kemampuan mengenai penanganan jasa tersebut. Bahkan di awal usahanya, M. Islhuddin, pemilik Sm4rt Clean, ikut serta dalam penanganan permasalahan bangunan milik klien.

“Ini saya lakukan untuk mengetahui bagaimana peminat dan situasi di lapangan. Jadi dari sana saya bisa belajar lebih lanjut untuk mengembangkan usaha ini,” jelasnya.

Paling Laris. Usaha layanan jasa perbaikan dan perawatan bangunan ini memang terbilang cukup luas, karena tidak hanya menyangkut perawatan ataupun perbaikan pada bagian interior bangunan, tetapi juga meliputi keseluruhan bangunan, mulai dari sanitary (saluran air) hingga atap bangunan.

Seperti yang dilakukan oleh Syafei, pemilik True Plumbers, yang saat ini memiliki lima jenis layanan jasa perbaikan yang didominasi dengan perbaikan atau perawatan sanitary.

“Jenis jasa ini paling laku, karena letaknya yang ada di bawah bangunan, dan tertutupi oleh lantai, membuatnya cukup sulit diatasi saat terjadi gangguan, misalnya bocor ataupun mampet,” jelasnya.

Dalam menjalankan usaha ini, Syafei melakukan terobosan yang paling diminati klien, yakni memperbaiki gangguan pada sanitary tanpa membongkar lantai dari sebuah bangunan. Ia menggunakan mesin spiral cable machine, yakni alat untuk mendeteksi kebocoran tanpa harus merusak lantai bangunan.

Sedangkan untuk memperbaiki sluran air yang mampet, biasanya ia menggunakan alat jetpump yang memiliki daya tembak air cukup tinggi, sehingga mampu mengeluarkan kotoran yang menyumbat saluran tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suryansyah, Pemilik PT Anggrek Cempaka yang sudah melayani berbagai klien dalam layanan jasa perbaikan sanitary. Bahkan jasanya tersebut sudah sering dipakai oleh klien-klien dari perusahaan atau hotel di Bali.

Selain jasa perbaikan sanitary, perawatan bangunan yang paling diminati adalah perawatan kamar mandi. ”Kamar mandi itu adalah hal pertama yang harus diperhatikan di setiap bangunan. Karena meskipun sebuah bangunan dikatakan mewah, bila kamar mandinya kurang terawat akan memberikan nilai minus pada bangunan tersebut,” jelas M. Islahuddin, pemilik Sm4rt Clean.

Strategi Khusus. Meskipun usaha ini memiliki prospek bagus serta dapat dijalankan dengan modal yang tidak besar, namun dalam menjalankannya membutuhkan strategi khusus agar bisa menembus pasar yang saat ini semakin ketat.

Menurut Agus W. Suhadi, Pengamat Marketing, salah satu yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan usaha perbaikan dan perawatan bangunan ini adalah target pasar yang akan dibidik.

Seperti diketahui, pada umumnya pengguna jasa perbaikan dan perawatan bangunan merupakan masyarakat kelas menengah atas yang memiliki rumah mewah dan luas, apartemen mewah, hingga perkantoran. Maka dari itu, pelaku usaha harus memastikan dan memahami segmentasi pasarnya yang menjadi target usaha jasa ini.

Selain itu, berhubung kalangan menengah ke atas tidak terlalu memperhatikan harga dari jasa yang ditawarkan. Namun, yang diperhatikan adalah apakah layanan sesuai dan memuaskan.

Maka usahakan menggunakan bahan baku chemical dan peralatan yang berkualitas, aman serta ramah lingkungan. Jadi jangan menggunakan bahan seadanya, yang nantinya akan berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan.

Tidak hanya itu, untuk mempertahankan pelanggan yang loyal, pelaku usaha harus memberikan garansi kepada konsumen. Misalnya, setelah diberikan pelayanan dalam perawatan atau perbaikan item-item pada bangunan, dan bila ke depannya kerusakan itu datang lagi, maka pelaku usaha jasa ini akan memperbaiki lagi tanpa memungut biaya.

”Agar konsumen percaya pada usaha kita dan mereka tetap loyal, saya selalu memberikan garansi 3 bulan sampai 1 tahun,” jelas Agus Ahmad Yani, pemilik PT. Gesank Karya Mandiri.

Dengan mengetahui karakteristik pasar, maka strategi pemasaran yang tepat bisa dilakukan. Mulai dari promosi door to door, promosi dari mulut ke mulut, hingga melalui iklan di media cetak dan internet. Seperti yang dijalani M. Islahuddi, pemilik usaha jasa Sm4rt Clean.

“Karena modal saya nggak begitu besar. Promosinya dari awal itu lewat internet. Dan ternyata klien-klien saya tahu usaha saya ini dari internet,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.