Hair Wina, Produksi Rambut Palsu yang Dipakai Artis Indonesia dan Korea

0
768

Usaha mempercantik penampilan terutama berkaitan dengan gaya rambut, kini tak hanya dilakukan oleh kaum hawa saja. Tak sedikit pula para pria yang mengalami masalah rambut terutama kebotakan menggunakan wig dalam setiap penampilannya sehari-hari.

Rambut palsu juga mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan. Seperti halnya produk rambut palsu Hair Wina yang dirintis oleh Maryoto sejak tahun 1980. Usaha ini kini dikelola oleh putrinya, Ugi Rahayu yang berlokasi di Ds. Wisata Karang Banjar Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

Wanita kelahiran 14 Mei 1984 ini mengatakan modal awal yang dikeluarkan Maryoto saat memulai usaha ini sekitar Rp 2 juta. Modal tersebut digunakannya untuk membeli bahan baku rambut baik rambut asli maupun sintetis dan beberapa peralatan penunjang produksi seperti sisir plastik, sisir paku, dan mesin pembuat sanggul.

Untuk rambut, Maryoto mendapat pasokan dari salon-salon rambut di sekitar wilayah Purablingga, Jawa Tengah. Lebih lanjut Maryoto pun menambahkan, prospek usaha rambut palsu dan bulu mata ini kedepannya akan semakin bagus apalagi ditambah dengan berdirinya asosiasi seperti Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin Indonesia, menjadikan bisnis ini banyak semakin memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan

Aneka Produk. Hair Wina memproduksi beragam jenis rambut palsu, mulai dari rambut Cepol (rambut untuk tambahan rias pengantin) seharga Rp 5 – 250 ribu/pcs, rambut Cemara (rambut sambungan) seharga Rp  150 ribu/pcs, Sanggul seharga Rp 70 ribu /pcs, dan aneka jenis wig beragam ukuran dan model yang kisaran harganya Rp 50 – 300 ribu/pcs.

“Semua harga produk rambut palsu tersebut didasarkan pada tingkat kerumitan, panjang dan pendeknya rambut, serta bahan yang dipakai,” paparnya. Harga jual wig/ rambut palsu dari bahan baku rambut sintetis lebih murah sekitar 30-50% dibandingkan jika rambut palsu itu berasal dari rambut asli.

Menurut Maryoto, kelebihan rambut palsu buatannya ini memiliki model up to date dan bisa customized serta tatanannya rapih dan halus. Selain memproduksi aneka rambut palsu, Hair Wina pun memproduksi bulu mata palsu atau eye lashes yang dijualnya seharga Rp 12 ribu/lusin.

Bahan dan Alat. Bahan baku rambut asli biasanya diperoleh Ugi dari salon-salon kecantikan yang sengaja mengumpulkan sisa potongan rambut dari konsumen yang datang ke salon. Ugi pun menuturkan bahwa sekarang salon-salon yang memasok rambut tak hanya dari seputaran Purbalingga dan Jawa Tengah saja, melainkan ada juga yang sengaja datang dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Harga pembelian rambut tersebut Rp 40-50 ribu/kg. Dikatakan Maryoto, biasanya dalam 1 kg rambut bisa dibuat hingga 7 pcs sanggul. Sedangkan rambut sintetis, didapat Maryoto dari limbah pabrik rambut palsu yang ada di daerah Purbalingga dengan harga Rp 40 ribu untuk limbah rambut sintetis kualitas biasa (rontokan) dan untuk rambut sintetis yang bagus seharga Rp 70 ribu/kg

Peralatan yang digunakan untuk produksi rambut palsu ini antara lain sisir plastik, sisir paku untuk memperhalus rambut, tali untuk mengikat rambut (biasanya terbuat dari ban), kop (untuk membuat dasar sanggul), net sanggul, dll. Semua peralatan tersebut biasa dibeli di Karang Banjar, Purbalingga.

Dalam mendukung usahanya ini, Maryoto dan Ugi pun mengandalkan 8 orang karyawannya yang memang sudah mahir membuat rambut palsu yang direkrut dari sekitar lokasi usahanya diu Karang Banjar Purbalingga. Kisaran kompensasi yang diberikan sebesar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per rambut palsu yang dibuat. Dalam sebulan biasanya tiap karyawan bisa mendapatkan gaji antara Rp 700 ribu- 1 juta.

Pemasaran. Saat pertama kali memasarkan rambut palsunya ini, Maryoto menjajakan dengan cara keliling ke beberapa daerah. “Waktu pertama kali itu saya menjualnya secara manual, pakai dus, dan saya berkeliling ke tiap daerah. Saat mengenalkan produk pun Alhamdulilah saya terbantu dengan promosi mulut ke mulut dari warga yang membeli produk saya tersebut,” kenang Maryoto.

Seiring waktu, usaha Maryoto pun terus dikenal dan berkembang. Hingga akhirnya sampai sekarang ia tak kesulitan menjual rambut palsunya hingga di pasar ekspor melalui eksportir yang dikenalnya dari informasi rekannya.

Negara-negara yang kerap memesan produk Maryoto ini antara lain Spanyol, Belanda, dan India. Saat ini Maryoto kerap menerima order rambut palsu dari Korea. “Yang kontinyu pesan itu Korea sih,” terangnya tanpa mau menyebut lebih detail berapa kapasitas ekspornya tersebut.

Selain mampu merebut perhatian dunia, rambut palsu produksi Maryoto pun juga digemari para selebritis Indonesia, seperti para pemain Opera Van Java, kalangan penyanyi dan artis seperti Bunga Citra Lestari.

Disinggung soal kapasitas produksi, Maryoto mengatakan bahwa saat ini ia mampu memproduksi aneka macam rambut palsu sekitar 60 buah /bulan. Lebih lanjut ia pun mengaku mampu menjual rambut palsu dengan nilai nominal omsetnya sebanyak Rp 20 juta dengan keuntungan sebesar 30%.

Kendala. Yang menjadi momok atau kendala Maryoto dalam menjalankan usaha ini adalah bahan baku yang semakin berkurang. Untuk mengantisipasinya ia selalu membangun kerjasama dengan berbagai macam salon baik di wilayah sekitar Purbalingga maupun diluar Purbalingga. Sementara saat ditanya rencana atau program ke depannya,

Maryoto menjawab “Kalau bisa usaha ini bisa ditingkatkan lebih besar dan lebih bagus lagi dan nanti saya akan limpahkan sepenuhnya kepada anak-anak saya. Harapan saya, pasar rambut palsu ini lebih luas lagi. Saya pun ingin membuka toko/kios rambut palsu sebanyak 30 unit, yang rencana kerjasamanya bagi hasil sebanyak 50:50. Doakan saja semoga cepat terealisasi,” harap Maryoto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.