Di Balik Pencopotan Elia dari Kursi Direktur Utama Pertamina

0
382

Berempat.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno resmi mencopot Elia Massa Manik dari kursi Direktur Utama Pertamina. Selain Elia, ada empat petinggi Pertamina lain yang juga dicopot dari jabatannya.

“Ibu menteri telah buat keputusan yaitu pemberhentian Direksi Pertamina dan pengangkatan direksi,” ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4).

Keputusan perombakan jajaran direksi Pertamina ini diambil oleh dewan komisaris dalam menyikapi kondisi terkini Pertamina. Termasuk mempercepat implementasi holding BUMN migas.

“Sebagai BUMN, tugas Pertamina bukan hanya mencari keuntungan semata namun yang utama menyediakan kebutuhan dan pelayanan masyarakat dari Sabang hingga Merauke secara berkeadilan,” terang Fajar.

Selain itu, faktor keputusan dewan komisaris untuk mencopot Elia dari kursi Dirut Pertamina lantaran adanya kejadian pipa patah di Balikpapan, proyek kilang, hingga kondisi keuangan perusahaan.

“Kedua, dengan perkembangan kondisi terakhir baik itu ada kejadian kecelakaan di pipa Balikpapan, kelangkaan BBM. Komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama Direksi dan sudah dilaporkan ke Kementerian (BUMN),” terang Harry lebih lanjut.

Namun, soal bocornya pipa Pertamina di Balikpapan yang menjadi biang keladi perombakan jajaran direksi Pertamina ini ditampik oleh Komisaris Utama PT Pertamina Tanri Abeng. “Bukan karena itu, tapi itu bagian dari rangkaian. Jadi semua aspek komisaris menilai,” ujar Tanri.

Tanri mengatakan, ada perubahan direksi merupakan implementasi dari SK Nomor 39 yang dirumuskan pada 13 Februari 2018. Hal itu ada perubahan struktur dan nomenklatur.

“Tadinya hanya satu marketing menjadi tiga, yaitu marketing corporate, marketing ritel, dan infrastruktur supply chain. Jadi ada tiga struktur baru yang tadinya hanya satu,” terang Tanri.

Dan sehubungan dicopotnya Elia dari kursi Dirut Pertamina tapi belum ditunjuknya Direktur Utama definitif, Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama Pertamina pun akan diisi oleh Nicke Widyawati selaku Direktur SDM. Hal ini sesuai dengan kesepakatan para pemegang saham. Nicke sendiri merupakan Ketua Komite dan Implementasi Holding Migas.

Keputusan untuk merombak direksi Pertamina ini telah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor: SK-39/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengalihan Tugas Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Adapun daftar lengkap pemberhentian dan pengangkatan direksi Pertamina sesuai dengan SK tersebut:

Memberhentikan dengan hormat:

  • Elia Massa Manik
  • Iskandar
  • Toharso
  • Dwi W Daryoto
  • Ardhy N. Mokobombang

Mengangkat:

  • Budi Santoso Syarif – Sebagai Direktur Pengolahan
  • Basuki Trikora Putra – Direktur Pemasaran Korporat
  • Masud Hamid – Direktur Pemasaran Retail
  • Haryo Junianto – Direktur Manajemen Aset
  • Heru Setiawan – Direktur Mega Proyek dan Pengembangan Petrokimia
  • Gandhi Sriwidjojo – Direktur Infrastruktur
  • Nicke Widyawati – Direktur SDM sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Utama

Direksi yang tidak mengalami perubahan:

  • Gigih Prakoso – Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko
  • Syamsu Alam – Direktur Hulu
  • Arif Budiman – Direktur Keuangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.