TAXI Kembali Lakukan Aksi Korporasi Demi Lunasi Utang

0
314
Logo PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), perusahaan operator taksi Express (Bareksa/Hanum K. Dewi)

Berempat.com – PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) kembali melakukan aksi korporasi guna melunasi utang Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 yang rating-nya telah dicabut oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas permintaan pihak manajemen Express Transindo Utama. Adapun aksi korporasi yang dimaksud yaitu melakukan penambahan modal lewat penerbitan saham baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (THMETD).

Menurut rencana, perseroan akan menambah 10 miliar saham baru senilai Rp100 per saham atau total Rp1 triliun. Nilai tersebut sama dengan 466,07 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Aksi korporasi ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 Desember 2018 lalu. Pada rapat tersebut mayoritas pemegang obligasi Taksi Express setuju utang tersebut dikonversi dengan saham baru tanpa melalui rights issue.

Saham baru yang akan diterbitkan nantinya akan dikonversikan secara bertahap. Konversi tahap pertama sebesar Rp400 miliar atau 4 miliar saham dan akan dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Februari 2019 mendatang.

Kemudian untuk konversi tahap kedua sebesar Rp600 miliar atau 6 miliar saham berupa perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi Obligasi Konversi (OK). OK tersebut nantinya dapat ditukar dengan saham dengan jumlah maksimal 6 miliar saham.

Artinya, melalui aksi ini perseroan tidak mendapatkan dana tunai sebab TAXI akan mengonversi utang senilai Rp400 miliar menjadi saham dan porsi Rp600 miliar menjadi obligasi konversi tanpa bunga.

“Saham yang akan diterbitkan memiliki jenis yang sama dengan saham yang telah diterbitkan oleh Perseroan, dengan demikian memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk tidak terbatas pada menerima dividen, mengeluarkan suara dalam RUPS serta aksi korporasi lainnya yang dilaksanakan oleh Perseroan,” tulis manajemen Express Transindo Utama dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/2).

Selain itu, karena nilai nominal saham Perseroan adalah Rp100, maka harga pelaksanaan penerbitan saham ditetapkan sebesar Rp100, yaitu nilai yang sama dengan nilai nominal saham Perseroan.

Pelaksanaan penambahan saham baru tanpa rights issue ini akan dilakukan pada 30 April 2019 untuk konversi tahap pertama dan untuk konversi tahap kedua baru akan dimulai pada akhir tahun depan atau 31 Desember 2020.

Sebagai informasi, TAXI tercatat masih membukukan kerugian di kuartal III 2018 sebesar Rp538,28 miliar, lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2017 sebesar Rp210,88 miliar.  Salah satu penyebab kerugian ini ialah turunnya pendapatan TAXI di kuartal III 2018 sebesar 19,26% atau menjadi Rp187,01 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp231,62 miliar.

Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya beban umum dan administrasi menjadi Rp107,41 miliar dibanding sebelumnya yang hanya Rp39,19 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.