Pasar Properti Masih Lesu, Pendapatan Penjualan Intiland Tahun Lalu Turun

0
335

Berempat.com – Tahun 2018 rupanya tak menjadi tahun yang membanggakan bagi PT Intiland Development Tbk. Pasalnya, pada tahun lalu perusahaan berkode emiten DILD ini mencatatkan penurunan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar 22,1% atau menjadi Rp 2,28 triliun dibanding tahun 2017 yang tercatat Rp 2,93 triliun.

Kendati demikian, Intiland masih berhasil meningkatkan kinerja pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang tercatat Rp 595,7 miliar, atau naik 12,8% dibanding tahun 2017 senilai Rp 528,2 miliar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono menjelaskan, penurunan marketing sales disebabkan oleh kondisi pasar properti yang kurang baik serta turunnya minat beli konsumen pada tahun lalu.

“Pertumbuhan pasar properti sepanjang 2018 belum seperti yang dihadapkan para pelaku pasar. Minat beli konsumen dan investor turun signifikan dan cenderung mengambil sikap wait and see serta selektif dalam melakukan pembelian. Faktanya adalah pasar menunggu momentum terbaik untuk kembali melakukan transaksi pembelian dan investasi,” ungkap Archied dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/1).

Adapun perolehan nilai marketing sales yang dicapai tahun lalu setara dengan 67,5% dari target tahun 2018, yakni sebesar Rp 3,38 triliun. Sementara untuk pendapatan marketing sales tahun lalu paling besar berasal dari pengembangan proyek-proyek di Jakarta yang mencapai Rp 1,39 triliun atau 60,8% dari keseluruhan. Kemudian untuk hasil penjualan dari pengembangan proyek di Surabaya mencapai Rp 893,7 miliar atau berkontribusi sekitar 39,1%.

“Kontribusi marketing sales terbesar masih berasal dari segmen pengembangan mixed-use and high rise yang mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,21 triliun, atau 53 persen dari keseluruhan,” jelas Archied.

Namun, imbuhnya, perolehan tersebut turun sekitar 37% dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp 1,92 triliun.

Lebih lanjut, Archied menjelaskan, kontribusi dari segmen pengembangan mixed-use & high rise, terutama berasal dari penjualan proyek Fifty Seven Promenade yang diluncurkan sejak triwulan ketiga 2017. Penjualan dari proyek apartemen yang berlokasi di kawasan pusat bisnis Jakarta ini mendapat sambutan sangat baik dari pasar dan memberikan kontribusi sebesar Rp 780,9 miliar sepanjang 2018.

Namun, di sisi lain Intiland berhasil meningkatkan penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan. Pada segmen ini perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp 569,2 miliar, atau naik 17,8% dibanding tahun 2017 senilai Rp 483 miliar.

Pengembangan kawasan perumahan yang bersumber dari penjualan tujuh proyek hunian ini tercatat memberikan kontribusi marketing sales sebesar 24,9% dari keseluruhan. Gejala ini menegaskan bahwa untuk pasar properti hunian, kinerja penjualan perseroan masih baik serta ditopang oleh masih adanya tingkat permintaan di jenis properti tersebut.

Kemudian, untuk segmen pengembangan kawasan industri, Intiland membubuhkan marketing sales sebesar Rp 505 miliar, atau berkontribusi 22,1% dari keseluruhan. Penjualan yang berasal dari kawasan industri Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur ini lebih rendah sekitar 4,9% dibandingkan perolehan 2017 yang mencapai Rp 531 miliar.

Archied mengungkapkan bahwa perseroan telah menempuh sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja penjualan di sepanjang 2018. Pada semester kedua tahun lalu, misalnya, perseroan sukses meluncurkan Smart Deals Fest, sebuah program promosi terpadu untuk meningkatkan kinerja penjualan.

“Program ini berlangsung sejak 1 September hingga 30 November 2018 ini dan berhasil meraih penjualan sebesar Rp 938 miliar. Hasil penjualan terbesar masih berasal dari kawasan industri dan produk-produk hunian seperti perumahan dan apartemen,” ungkap Archied.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.