
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbaikan kondisi pasar kerja nasional yang tercermin dari penurunan tingkat pengangguran hingga November 2025. Data resmi menunjukkan jumlah penganggur berada di angka 7,35 juta orang, seiring turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 4,74 persen. Capaian ini menandai salah satu level terendah dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi sinyal positif bagi stabilitas ketenagakerjaan di tengah dinamika ekonomi global.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penurunan tingkat pengangguran tersebut terjadi dalam rentang Agustus hingga November 2025. Menurutnya, tren ini menunjukkan adanya perbaikan penyerapan tenaga kerja yang relatif merata di berbagai wilayah dan kelompok penduduk.
“Selama periode Agustus 2025 hingga November 2025, tercatat jumlah pengangguran mencapai 7,35 juta orang. Angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi 4,74 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
BPS juga memaparkan bahwa perkembangan tingkat pengangguran di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin membaik, terutama setelah tekanan berat yang terjadi pada masa pemulihan ekonomi pascapandemi.
Tren Penurunan Tingkat Pengangguran Sejak 2021
Pada Februari 2021, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 8,75 juta orang dengan jumlah pengangguran terbuka sebesar 6,26 persen. Kondisi tersebut bahkan memburuk pada Agustus 2021 ketika jumlah pengangguran meningkat menjadi 9,10 juta orang dan TPT mencapai 6,49 persen, menjadi salah satu titik tertinggi dalam periode tersebut.
Memasuki 2022, kondisi pasar tenaga kerja mulai menunjukkan perbaikan. Pada Februari 2022, jumlah pengangguran turun menjadi 8,40 juta orang dengan TPT 5,83 persen. Angka ini relatif stabil hingga Agustus 2022, ketika jumlah pengangguran berada di 8,42 juta orang dengan TPT 5,86 persen.
Tren positif berlanjut pada 2023. Pada Februari tahun tersebut, jumlah pengangguran tercatat 7,99 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka 5,45 persen. Angka tersebut kembali menurun pada Agustus 2023 menjadi 7,86 juta orang dengan TPT 5,32 persen.
Perbaikan Pasar Kerja Berlanjut Hingga 2025
Memasuki 2024, penurunan jumlah pengangguran semakin terlihat. BPS mencatat pada Februari 2024 jumlah pengangguran turun ke level 7,20 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka 4,82 persen. Meski sempat meningkat tipis pada Agustus 2024 menjadi 7,47 juta orang dengan TPT 4,91 persen, posisinya masih jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Sepanjang 2025, pergerakan jumlah pengangguran cenderung stabil dengan fluktuasi yang terbatas. Pada Februari 2025, jumlah pengangguran tercatat 7,28 juta orang dengan TPT 4,76 persen. Angka ini sempat naik pada Agustus 2025 menjadi 7,46 juta orang dengan TPT 4,85 persen, sebelum kembali turun pada November 2025.
Amalia menambahkan, penurunan tingkat pengangguran dari Agustus ke November 2025 mencapai sekitar 0,11 basis poin. Penurunan tersebut terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta berlangsung di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Menurut BPS, tren ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih mampu menjaga penciptaan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja secara relatif merata, sehingga jumlah pengangguran tetap berada dalam jalur terkendali.




