SHARP CARES Bantu Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa Palu

0
55
CEO PT Sharp Electronics Indonesia Tadashi Ohyama saat berfoto bersama anak-anak korban gempa di Palu, Sulawesi. (Dok. SHARP)

Berempat.com – PT Sharp Electronic Indonesia (SHARP) melalui SHARP CARE melangsungkan program corporate social responsibility (CSR) dengan membantu warga terdampak gempa di Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya pada akhir September 2018 lalu.

Bekerja sama denga Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, SHARP menggelar program ‘Bakti Untuk Negeri: Palu Bangkit’. Melalui program tersebut SHARP mendirikan beberapa posko pemeriksaan kesehatan, dapur air, hingga trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa. SHARP juga membagi-bagi sembako dan pemasangan pompa air yang dilengkapi dengan pipa serta tabung penampungan air.

Bertempat di area parkir kantor SHARP cabang Palu, Jl. Emy Saelan No. 95, SHARP fokus memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan dan vitamin. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis itu pun berkeliling ke dua tempat lainnya, yaitu di desa Omu dan desa Pakuli di kabupaten Sigi.

“Kami sadar tidak mudah untuk memulihkan mereka dari rasa trauma yang dalam akibat gempa, namun kami berharap melalui program ini anak-anak dapat terhibur sekaligus melupakan sejenak rasa sedih dan takut mereka,” ungkap CEO PT Sharp Electronics Indonesia Tadashi Ohyama di Palu.

SHARP pun telah menyiapkan beberapa program lanjutan sejalan dengan keadaan yang mulai berangsur pulih, seperti kampanye servis gratis, potongan harga pembelian suku cadang untuk produk tahun 2012 ke atas sebesar 50%; Program trade-in yang membuat konsumen hanya perlu membayar 70% dari nilai jual untuk pembelian produk WM, Lemari es dan LED TV; program cash back senilai Rp 500 ribu untuk pembelian produk AC model apa saja; dan program lucky dip bagi konsumen yang melakukan pembelian produk lainnya minimal Rp 1,5 juta berhak mendapat hadiah langsung berupa cashback atau mengisi goodie bag dengan hadiah berupa bahan makanan pokok. Program ini akan berlangsung selama 1 bulan sampai akhir November 2018 dan akan diperpanjang periodenya jika diperlukan.

Seorang calon dokter yang gagal jadi desain grafis dan nyasar jadi Jurnalis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here