Perdana Melantai di Bursa Saham, Saham SAP Express Dua Kali Oversubscribed

0
575
Presiden Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAP Express) Budiyanto Darmastono (dari kiri) memberikan paparan didampingi Direktur Independen Alfried Taftazani dan Presiden Komisaris Nency Christanty dalam Investor dan Media Gathering di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (4/9). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)

Berempat.com – Antusiasme bursa saham tampaknya sangat tinggi terhadap PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAP Express). Pasalnya, di hari perdana perusahaan logistik berbasis android melantai di bursa saham, tercatat sampai dua kali mengalami oversubscribed. Oversubcribed adalah kondisi di mana total saham yang dipesan investor melebihi jumlah total saham yang ditawarkan perusahaan.

Sebagai informasi, SAP Express tercatat sebagai emiten yang ke-601 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan berkode emiten SAPX ini melepas 52% saham dengan penawaran di angka Rp 250 per lembar saham. Dari pelepasan saham tersebut, SAPX akan memperoleh pendanaan sekitar Rp 108 miliar. Dalam prosesnya, SAP Express menunjuk RHB Sekuritas sebagai penjamin pelaksana.

Selain mengalami oversubscribed sebanyak dua kali, saham SAPX juga tercatat melejit sebesar 49,6% menjadi Rp 374 per saham.

PT RHB Sekuritas Indonesia PT Artha Sekuritas Indonesia, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia serta PT Onix Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

“Terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek dan seluruh stakeholder yang membantu perusahaan untuk bisa IPO dan juga investor sekalian. Usianya yang baru 4 tahun menjadi penting bagi perusahaan untuk go public,” ungkap Direktur Utama SAP Express Budiyanto Darmastono di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/10).

Dengan go public, sambung Budi, pihaknya akan berkomitmen untuk menjaga amanah pemangku kepentingan dengan melaksanakan good corporate governance.

Sementara itu, dengan melantainya SAPX di bursa saham, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna berharap SAPX dapat membangun hubungan baik dengan seluruh stakeholder. Salah satunya dengan memberikan keterbukaan informasi.

“Ini spesial momen bagi perusahaan dari private company menjadi public company. Ini perlu komitmen dan visi yang jelas bagi perusahaan ke depannya,” Imbuh I Gede.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.