Microsoft Indonesia Ajak 80 Siswi SMA Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
430

Berempat.com – Microsoft Indonesia bersama dengan Johnson & Johnson Indonesia, PT Astra International Tbk., Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR), dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) telah mengadakan workshop DigiGirlz bertajuk ‘Towards Indonesia 4.0: Be the Creators of Technology’, Rabu (15/8).

Dalam acara tersebut Microsoft Indonesia menghadirkan pemimpin-pemimpin wanita di industri STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematic) untuk mendiskusikan berbagai topik menarik di hadapan para peserta. Para siswi diajak berdialog melalui sesi panel diskusi dan berkompetisi untuk menyampaikan ide inovatif mereka, serta berkunjung ke pabrik Johnson & Johnson Indonesia.

Microsoft Indonesia meyakini bahwa revolusi Industri Keempat (4.0) tidak hanya berpengaruh besar dalam merombak industri, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Bagi Indonesia, era ini memberikan peluang untuk merevitalisasi berbagai sektor industri dan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia. Aspirasi agenda nasional “Making Indonesia 4.0” nantinya pun diharapkan dapat membuka 10 juta lapangan kerja baru di tahun 2030.

Chief of Marketing and Operations Microsoft Indonesia Linda Dwiyanti mengungkapkan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu dari 10 prioritas nasional yang sejalan dengan roadmap ‘Making Indonesia 4.0’ yang diluncurkan Kementerian Perindustrian April lalu.

“Kami berharap program DigiGirlz dapat menjadi salah satu pendorong dalam rencana nasional ini, dengan memberikan kesempatan langsung bagi para siswi di Jakarta dan sekitarnya untuk mendalami lanskap digital di Indonesia, dan meningkatkan ketertarikan mereka untuk menekuni karir di industri STEM,” harap Linda sebagaimana tertuang dalam keterangan resminya.

Adapun beberapa topik yang didiskusikan pada kegiatan ini meliputi tantangan yang dihadapi oleh pemimpin perempuan di industri STEM, serta peran STEM dalam roadmap ‘Making Indonesia 4.0’.

Di samping itu, Country Leader for Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne mengungkapkan, Johnson & Johnson sangat mendukung serta mendorong pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan yang telah menjadi prioritas utama sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 1886.

“Sampai dengan hari ini, 45% dari total sekitar 130.000 karyawan Johnson & Johnson di seluruh dunia adalah perempuan,” klaim Devy.

Microsoft pun menjabarkan, berdasarkan studi bersama IDC yang berjudul “Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia Pacific”, menunjukkan bahwa 85% pekerjaan di Asia Pasifik akan mengalami transformasi dalam tiga tahun ke depan. Kemudian, responden juga berpendapat lebih dari 50% pekerjaan akan dipindahtugaskan ke posisi baru dan/atau dilatih ulang dan ditingkatkan keterampilannya untuk transformasi digital.

Yang menarik, studi ini menunjukkan bahwa 26% pekerjaan merupakan jenis pekerjaan baru yang diciptakan dari transformasi digital, yang akan mengimbangi 27% pekerjaan yang akan dialihdayakan atau dikerjakan secara otomatis.

“Setiap orang harus mulai mengubah pola pikir mereka untuk mengembangkan keterampilan digital di era Revolusi Industri Keempat ini. Tidak ada waktu yang lebih baik selain pada momen kemerdekaan Indonesia untuk merayakan keragaman dan potensi luar biasa para perempuan muda dengan memberikan dukungan bagi mereka untuk menekuni pendidikan dan karir di STEM. Ini waktunya bagi perempuan untuk menjadi pencipta teknologi,” tutup Linda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.