Yang Dilakukan Pemerintah Menjaga Kesehatan Pertamina

0
297

Berempat.com – Kesehatan keuangan PT Pertamina belakangan menjadi sorotan publik seiring dengan tersebarnya surat restu penjualan aset Pertamina oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Kendati hal tersebut kemudian dibantah oleh Rini sebab mekanisme penjualan aset harus melewati tahap persetujuan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini memang tak bisa ditampik bahwa Pertamina sedang menopang beban seiring naiknya harga minyak dunia. Sementara harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tak kunjung dinaikkan. Apalagi Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan BUMN yang bertugas menyedikan, mengelola, dan mendistribusikan BBM.

Karena itu, berbagai upaya pun coba dilakukan pemerintah untuk mengembalikan stabilitas keuangan Pertamina. Melalui Kementerian Enegeri Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah sudah melakukan peningkatan kontribusi Pertamina dalam produksi migas nasional merupakan bagian dari roadmap membesarkan Pertamina.

Dengan peningkatan kontribusi tersebut diharapkan kontribusi Pertamina dapat meningkat menjadi 39% di tahun 2019.

“Pemerintah telah memberikan 12 blok migas terminasi kepada Pertamina, termasuk Blok Mahakam, ONWJ, Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban dan Ogan Komering. Terakhir, Blok Jambi Merang dan Raja-Pendopo yang diserahkan Mei 2018,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra, seperti diwartakan oleh Antara, Jumat (27/7).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Agung Pribadi menambahkan, menurut data laporan Pertamina yang menyebut dari 10 blok migas terminasi selain Mahakan dan ONWJ, perkiraan tambahan pendapatan Pertamina sebesar US$ 24 miliar untuk 20 tahun ke depan.

“Ini tentu bisa mengkompensasi isu keuangan Pertamina yang ramai dibicarakan belakangan ini,” ujar Agung.

Bahkan untuk mengurangi beban keuangan Pertamina, Pemerintah juga telah mengusulkan untuk menambah subsidi solar. “Pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kementerian ESDM bersama DPR telah menyepakati kenaikan subsidi solar tahun ini menjadi Rp 2.000 per liter. Sedangkan untuk tahun 2019 menjadi maksimum Rp 2.500 per liter,” imbih Agung.

Agung pun memastikan bahwa pemerintah akan tetap memerhatikan Pertamina dan tak akan ada pembiaran pada kondisi Pertamina yang sedang tak sehat.

“Pemberian 12 blok migas terminasi, meningkatkan kontribusi produksi migas Pertamina dan upaya peningkatan subsidi solar merupakan sebagian upaya konkrit untuk meningkatkan kinerja Pertamina. Mendorong Pertamina menjadi perusahaan migas kelas dunia,” papar Agung.

Salah satu blok migas terminasi yang diberikan kepada Pertamina adalah blok Jambi Merang. Pada blok terminasi tahun 2019 tersebut, Pertamina memberikan komitmen investasi sebesar US$ 239 juta atau Rp 3,2 triliun.

Selain itu, proyek blok Jambi Merang adalah komitmen investasi terbesar yang pernah dilakukan Pertamina selama ini. Pada blok tersebut, Pertamina juga memberikan bonus tandatangan sebesar US$ 17,3 juta kepada Pemerintah atau sekitar Rp 232 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.