EKRUT: Perusahaan yang Butuh Tenaga IT Meningkat 10 Kali Lipat

0
515
Ilustrasi. (Pexels.com/Lukas)

Berempat.com – EKRUT, perusahaan yang bergerak di bidang layanan tech-talent ini baru saja mempublikasikan data terbaru mengenai tingginya kebutuhan perusahaan rintisan (startup) terhadap IT. Menurut Ekrut, pada semester I-2018 terdapat lebih dari 500 perusahaan rintisan membuka lowongan di bidang IT.

“Posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah backend engineer, yaitu sebanyak 25,6 persen. Sementara itu, posisi kedua yang paling banyak dicari perusahaan adalah frontend engineer, yaitu sebanyak 16,7 persen. Selanjutnya, mobile engineer, full stack engineer, dan DevOps Engineer juga menjadi incaran perusahaan,” tulis EKRUT dalam keterangan pers, Jumat (13/7).

Sebagai informasi, EKRUT merupakan marketplace yang menghubungkan antara perusahaan dengan calon pekerja dengan mengusung sistem instant sourcing pertama di Indonesia. Dengan sistem tersebut, perusahaan yang ingin mencari kandidat berkualitas tidak perlu lagi melakukan job posting dan menunggu lamaran, tetapi bisa langsung berinteraksi dengan kandidat yang dirasa cocok sesaat setelah daftar dan terverifikasi.

Dan berdasarkan data yang dimiliki, EKRUT mengungkapkan bahwa perusahaan yang butuh tenaga IT di semester I-2018 meroket hingga 10 kali lipat atau 1.028% dibanding periode sama tahun lalu. Adapun jumlah pekerja bidang IT meningkat hingga lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di antara tenaga IT tersebut, posisi yang paling banyak dibutuhkan perusahaan di semester pertama tahun lalu adalah backend engineer atau 24,5% dari seluruh posisi yang ditawarkan. Di posisi kedua ada full stack engineer sebanyak 12,7%.

Sementara itu, dibandingkan dengan semester kedua tahun lalu, jumlah perusahaan yang mencari tenaga IT di semester awal 2018 mencatatkan kenaikan 694% atau hampir tujuh kali lipat.

Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) EKRUT Ardo Gozal mengungkapkan, semakin banyaknya perusahaan yang mencari tenaga IT mengindikasikan pertumbuhan teknologi digital yang juga masif di Indonesia.

“Perusahaan semakin menyadari pentingnya transformasi digital,” ujarnya.

Angka kebutuhan perusahaan terhadap tenaga ahli di bidang IT akan senantiasa meningkat. Terlebih, karena penetrasi Internet di Tanah Air kian luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan demikian, perusahaan teknologi di Indonesia pun ikut merasakan pertumbuhan dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.