Teh dan Rempah Indonesia Laku US$ 1,68 Juta di Las Vegas

0
295
Ilustrasi. (Unsplash.com/@nekoburro)

Berempat.com – Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles dan Atase Pertanian Washington DC berhasil mencatatkan penjualan yang membanggakan dalam World Tea Expo 2018 yang diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), 11-14 Juni lalu. Pada pameran tersebut, produk teh dan rempah-rempah Indonesia berhasil membukukan transaksi sebesar US$ 1,68 juta.

“Pada pameran ini total transaksi Paviliun Indonesia mencapai USD 1,68 juta. Nilai ini tidak hanya berasal dari buyer AS, tetapi juga dari Austria, Jerman, Inggris, Venezuela, dan Spanyol. Selain itu, produk yang terjual tidak hanya teh, tapi juga beberapa jenis rempah-rempah,” ungkap Kepala ITPC Los Angeles Antonius Budiman pada keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Selasa (3/7).

Pada pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan empat perusahaan teh, yaitu PT Harendong Green Farms, PT Bukit Sari, PT Mitra Kerinci, dan PT Tri Bintang Interglobal. Keempat perusahaan tersebut menampilkan berbagai varian teh khas Indonesia seperti teh oolong, teh melati, teh putih, teh hijau, serta teh hitam. Selain itu, ditampilkan berbagai racikan teh spesial yang saat ini sangat digemari kalangan pencinta teh dunia seperti umami, my humble bee, dan unparalled interlude.

Pada keterangan yang sama, atase Pertanian Washington DC Rindayuni Triavini mengungkapkan, para produsen ini telah memiliki sejumlah sertifikasi atau standar seperti sertifikat organik dari United States Department of Agriculture (USDA), Japanese Agricultural Standard (JAS), Canadian Organic Standards (COS), Non-GMO, Halal, serta Organik Indonesia.

“Kita perlu mengedukasi pasar AS mengenai kualitas dan kesiapan produsen teh Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar AS,” terang Rinda.

Pada kesempatan ini Paviliun Indonesia juga menampilkan teh kemasan atau teh siap konsumsi dari Teh Botol Sosro dan Teh Kotak. Teh kemasan Indonesia mendapatkan penilaian positif, baik dari buyer, blogger, maupun pengamat industri minuman teh di AS. Selain itu, teh Indonesia juga mendapatkan penilaian positif dari perwakilan sejumlah perusahaan terkemuka di AS, seperti Starbuck, Bigelow Tea, dan Wholefood.

“Selain produk teh, perwakilan perusahaan AS cukup antusias mencoba sejumlah penganan ringan pendamping minuman teh asal Indonesia, seperti Royal Danish, Danisa, Astor, Butter Coconut Biscuit, Sesame Biscuit, dan Speculaas Caramel,” tambah Anton.

Selain itu, prestasi juga ditorehkan oleh PT Harendong Green Farm yang berhasil mendapatkan dua penghargaan medali perak pada ajang Global Tea Championship 2018. Penghargaan tersebut diperoleh untuk kategori Tea Competition Best Small Batch Iced Tea untuk varian organic premium oolong tea dan organic premium black tea.

Tak berhenti di situ. Teh Indonesia juga diulas pada segmen khusus dalam buku World of Tea yang ditulis oleh Jane Pettigrew, seorang penulis teh ternama asal Inggris yang menerima penghargaan dari Ratu Inggris atas dedikasinya pada industri teh.

“Pengenalan produk teh siap minum asal Indonesia juga akan terus digenjot oleh ITPC Los Angeles, mengingat nilai pasarnya yang diperkirakan mencapai USD 7,4 miliar. Hal ini tentu membutuhkan kolaborasi dan upaya bersama dari segenap pemangku kepentingan terkait, baik pemerintah maupun swasta,” pungkas Anton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.