4.000 IKM Ditargetkan Bergabung Dalam Program e-Smart Tahun Ini

0
320

Berempat.com – Sebanyak 4.000 industri kecil dan menengah (IKM) ditargetkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk bergabung dalam program e-Smart IKM tahun ini. Target tersebut naik dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 2.730 IKM.

“Kami terus memacu IKM kita agar mampu memasarkan produknya di marketplace melalui program e-Smart IKM,” ungkap Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejak diluncurkan pada Januari 2017 lalu, e-Smart IKM telah menggandeng sejumlah marketplace dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

Menurut Gati, dengan memanfaatan e-Smart IKM ini maka pelaku IKM akan dapat memberikan jaminan terhadap produk, keamanan, dan standarisasi produknya.

Dan untuk bisa mencapai target tersebut, salah satu strategi yang diusung Kemenperin ialah melaksanakan workshop e-Smart IKM. Adapun peserta yang mengikuti workshop akan dibekali pelatihan selama dua hari mengenai pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya, serta mendapatkan sosialisai terkait pemberian fasilitas dari Kemenperin.

“Beberapa materi yang mereka terima, misalnya informasi tentang kredit usaha rakyat (KUR), program restrukturisasi mesin dan peralatan, hak kekayaan intelektual, SNI wajib, kemasan produk, serta strategi penetapan harga,” papar Gati.

Kemudian, peserta lokakarya e-Smart diberikan pelatihan cara memfoto produk, mengunggah foto, dan berjualan di marketplace. Sementara bagi IKM yang produknya tidak laku dipasarkan di e-Smart, Kemenperin akan melakukan pembinaan lanjutan agar produk mereka bisa bersaing dengan produk impor yang dipasarkan melalui e-commerce.

“Konsep pembinaan yang kami lakukan di dalam program e-Smart IKM, yaitu kita balik dari hilir ke hulu. Karena kita ingin mengetahui dahulu pasarnya, baru kita mengetahui apa yang diproduksi,” paparnya.

Gati berharap, program e-Smart IKM ini dapat meningkatkan produk lolak yang dijual di banyak marketplace dalam negeri. “Semoga produk IKM dalam negeri dapat memperluas pasarnya serta dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Kemenperin mengklaim nilai transaksi di e-Smart IKM tercatat lebih dari Rp 601 jut, dengan komoditas logam, fesyen, makanan, dan minuman yang mendominasi nilai transaksi penjualan daring tersebut.

“Komoditas logam menguasai 48,26 persen penjualan dengan nilai transakasi sebesar Rp 290 juta, kemudian fesyen 30,72 persen atau Rp 184 juta, serta makanan dan minuman 14,01 persen atau Rp 84 juta,” tandas Gati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.