Grab Klaim Berhasil Turunkan 80% Tindak Kecurangan

0
351

Berempat.com – Layanan jasa transportasi berbasis teknologi, Grab telah mengklaim mampu menurunkan 80% tindak kecurangan berupa order fiktif atau biasa disebut Opik oleh mitra pengendara. Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno pada diskusi publik Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dengan topik ‘Mengurai Fenomena Order Fiktif di Transportasi Online’, Jumat (8/6).

“Sejak 2017, kami telah meningkatkan upaya dan investasi kami dalam teknologi antikecurangan, sehingga berhasil menurunkan 80% tindak kecurangan di platform Grab, serta melakukan beberapa penangkapan sindikat besar di kota-kota seperti Jakarta dan Makassar,” ungkapnya.

Apa yang dijabarkan Tri merupakan hasil dari kampanye ‘Grab Lawan Opik!’ yang diluncurkan untuk mengatasi penipuan pada platform Grab.

“Berdasarkan riset kami, sampai dengan 20% dari seluruh perjalanan di Indonesia akan dirugikan akibat tindak kecurangan, jika tidak segera diatasi. Dalam forum ini, kami sangat senang dapat menghadirkan hasil terobosan kami dalam melawan tindak kecurangan di industri ini,” sambung Tri.

Berdasarkan hasil riset, Tri pun mengklaim bahwa platform Grab mampu dua kali lebih tangguh menghadapi tindak kecurangan dibandingkan para kompetitornya di ASEAN.

Menurut Tri, tindak kecurangan seharusnya menjadi salah satu topik paling penting di industri ride-hailing saat ini. Pasalnya, hal tersebut penyebab hilangnya jutaan dolar bagi mitra pengemudi, investor, dan ekonomi digital di Indonesia.

Namun, dengan menggunakan teknologi terbaru dan berkolaborasi dengan pihak berwajib, Tri mengklaim bahwa pihaknya dapat mengurangi dan melacak pelaku tindak kecurangan dalam platform Grab.

Adapun Tri memaparkan beberapa langkah yang dilakukan oleh Grab dalam melawan Opik. Pertama, ialah membuat alat pencegahan. Selama bertahun-tahun, Grab telah menerapkan berbagai algoritma machine learning pada platform yang dapat mengidentifikasi keadaan adanya kemungkinan terjadinya tindak kecurangan dan menangkal tindak kecurangan terjadi.

Grab sendiri memiliki beberapa paten tertunda pada teknologi untuk mengatasi tindak kecurangan. Misalnya, Grab membuat model yang kuat untuk memprediksi perjalanan yang berisiko tinggi dan menjalankan berbagai upaya untuk mencegah sebagian besar perjalanan yang berisiko terhadap tindak kecurangan sebelum terjadi.

“Kami juga menggunakan grafik dan model jaringan khusus untuk mengungkap dan menangkap sindikat-sindikat tindak kecurangan,” ungkap Tri.

Kemudian, Grab juga telah menciptakan beragam alat pendeteksi tindak kecurangan dalam aplikasi Grab, mulai dari alat pendeteksi GPS palsu hingga tindak kecurangan yang lebih canggih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.