Rabu, April 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog

Dissindo Group Perluas Jejaring Bisnis di Ajang ASPIN Business Matching Surabaya

0

Partisipasi aktif Dissindo Group dalam ajang ASPIN Business Matching & Collaboration yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Surabaya menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi strategis lintas sektor.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia atau ASPIN ini menghadirkan pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga korporasi. Forum tersebut dikemas dalam konsep business to business (B2B), yang memungkinkan para peserta bertemu secara langsung untuk menjajaki potensi kerja sama.

Dalam forum tersebut, Dissindo Group memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan ekosistem bisnis yang dimiliki kepada para peserta. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membuka akses kolaborasi yang lebih luas dan terarah.

Tampilkan Ekosistem Bisnis Terintegrasi

Tidak hanya hadir sebagai peserta, Dissindo Group juga mempresentasikan berbagai entitas usaha yang berada di bawah naungannya. Presentasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai lini bisnis yang dijalankan, sekaligus potensi sinergi yang dapat dibangun dengan mitra lain.

Pendekatan berbasis ekosistem ini dinilai relevan dalam forum business matching, karena memberikan kejelasan mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Beberapa potensi kerja sama yang dijajaki meliputi distribusi produk, pengembangan pasar, hingga integrasi layanan antar sektor.

Dengan memaparkan kekuatan internal perusahaan secara terbuka, Dissindo Group berupaya menciptakan komunikasi bisnis yang lebih efektif dengan calon mitra. Hal ini juga mempermudah proses identifikasi kebutuhan dan peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Strategi Kolaborasi untuk Ekspansi Bisnis

Keikutsertaan dalam ajang ini mencerminkan strategi Dissindo Group dalam mengembangkan bisnis melalui pendekatan kolaboratif. Interaksi langsung dengan pelaku usaha lain dimanfaatkan untuk menggali peluang kerja sama yang relevan dengan arah pengembangan perusahaan.

Selain memperluas jaringan, forum ini juga menjadi sarana untuk memahami dinamika kebutuhan pasar serta tren kolaborasi antar pelaku usaha. Dengan demikian, langkah ekspansi yang dilakukan tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan internal, tetapi juga diperkuat melalui sinergi dengan mitra strategis.

Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, kemampuan membangun relasi bisnis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Melalui partisipasinya dalam ASPIN Business Matching di Surabaya, Dissindo Group menunjukkan upaya konkret dalam memanfaatkan platform kolaboratif sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis ke depan.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran ASPIN sebagai wadah yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor untuk saling terhubung dan berkembang bersama dalam ekosistem bisnis nasional.

Kecelakaan di Bekasi Timur, Taksi Green SM Diperiksa Kemenhub

Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden yang melibatkan Taksi Green SM di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan pihaknya telah memanggil pengelola Green SM untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional armada tersebut.

Langkah ini diambil setelah terjadinya rangkaian kecelakaan yang melibatkan kereta api di lokasi yang sama. Berdasarkan informasi awal, satu unit Taksi Green SM diduga mengalami kendala teknis hingga berhenti di perlintasan rel. Dalam waktu berdekatan, kendaraan tersebut kemudian tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas dari arah Cikarang.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, insiden lain terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di titik yang sama. Peristiwa ini semakin memperbesar perhatian terhadap keselamatan operasional transportasi, termasuk kendaraan berbasis listrik seperti Taksi Green SM.

Evaluasi Operasional dan Koordinasi Lintas Sektor

Dudy mengungkapkan telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk segera bertemu dengan manajemen perusahaan guna membahas langkah evaluasi. Fokus utama evaluasi adalah memastikan standar keselamatan operasional kendaraan benar-benar terpenuhi, terutama saat melintasi jalur rawan seperti perlintasan sebidang.

Pemanggilan terhadap pengelola Taksi Green SM dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi ini juga mencakup aspek teknis kendaraan, prosedur operasional, hingga kesiapan pengemudi dalam menghadapi kondisi darurat.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan menegaskan tidak akan berspekulasi terkait penyebab pasti kecelakaan. Proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi agar hasilnya objektif dan sesuai prosedur.

Perusahaan Nyatakan Kooperatif

Di sisi lain, pihak operator Taksi Green SM melalui pernyataan resminya menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Perusahaan menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan siap mendukung penuh proses investigasi yang tengah berlangsung.

Manajemen juga memastikan seluruh informasi yang dibutuhkan telah disampaikan kepada otoritas terkait. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan hasil penyelidikan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap moda transportasi yang beroperasi di area berisiko tinggi. Pemerintah berharap hasil evaluasi terhadap Green SM dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi secara lebih luas.

Harga Perak Antam Naik, Pasar Logam Mulia Tunjukkan Tren Positif

0

Pergerakan logam mulia kembali menunjukkan tren positif setelah harga perak antam naik pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Kenaikan ini menjadi sorotan pelaku pasar, terutama bagi investor yang mulai melirik perak sebagai alternatif investasi selain emas.

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk, harga perak murni kini berada di level Rp48.850 per gram. Angka tersebut naik Rp500 dibandingkan hari sebelumnya yang sempat turun ke Rp48.350 per gram. Dengan kondisi ini, harga perak antam naik dan kembali menunjukkan pemulihan dalam jangka pendek.

Kenaikan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan industri dan sentimen global. Meski fluktuatif, tren harga perak antam naik memberi sinyal adanya potensi pergerakan positif dalam beberapa waktu ke depan.

Rincian Harga Perak dan Produk Heritage

Untuk perak batangan, Antam menyediakan berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. Harga perak ukuran 1 gram tercatat Rp48.850. Sementara itu, untuk ukuran lebih besar seperti 250 gram, harga dibanderol Rp12.612.500 sebelum pajak pertambahan nilai (PPN). Setelah dikenakan PPN 11 persen, totalnya menjadi Rp13.999.875.

Adapun untuk ukuran 500 gram, harga dasar berada di angka Rp24.425.000, dan menjadi Rp27.111.750 setelah pajak. Kenaikan ini menegaskan bahwa harga perak antam naik merata pada berbagai ukuran produk.

Selain perak murni, Antam juga menawarkan produk perak heritage dengan desain khusus. Untuk ukuran 31,1 gram, harga tercatat Rp2.067.039 sebelum pajak, sedangkan ukuran 186,6 gram dibanderol Rp11.280.706. Setelah dikenakan PPN, masing-masing harga menjadi Rp2.294.413 dan Rp12.521.584.

Harga Emas Ikut Menguat

Tidak hanya perak, harga emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari yang sama. Harga emas batangan naik sekitar Rp5.000 per gram, memperkuat tren penguatan logam mulia secara umum.

Untuk pecahan kecil, emas 0,5 gram dijual Rp1.457.000, sedangkan ukuran 1 gram mencapai Rp2.814.000. Sementara itu, emas ukuran 2 gram dan 3 gram masing-masing berada di kisaran Rp5.568.000 dan Rp8.327.000. Ukuran 5 gram tercatat di level Rp13.845.000.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia secara keseluruhan tengah berada dalam tren penguatan. Seiring dengan itu, harga perak antam naik menjadi salah satu indikator penting bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio.

Pergerakan harga perak dan emas umumnya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, serta permintaan industri. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, logam mulia sering menjadi pilihan sebagai aset lindung nilai.

Bisnis Jalan Terus, Menambah Modal Bisnis Emang Bisa? Ini Penjelasannya!

0

Banyak pelaku usaha masih berpikir bahwa menambah modal bisnis harus menunggu kondisi “siap”. Harus nunggu untung besar dulu, harus nunggu tabungan cukup dulu, atau bahkan nunggu momentum yang dirasa tepat. Padahal di lapangan, tidak sedikit bisnis justru berkembang karena berani menambah modal bisnis di tengah perjalanan, bukan setelah semuanya terasa aman.

Pertanyaannya, emang bisa jalan sambil nambah modal? Jawabannya: bisa, tapi ada caranya. Karena kalau asal tambah tanpa perhitungan, yang ada bukan berkembang, tapi malah bikin arus kas makin tertekan.

Konsep dasarnya sederhana. Bisnis itu dinamis. Saat ada peluang—entah permintaan meningkat, pasar terbuka, atau produk mulai diterima—di situlah kebutuhan modal tambahan muncul. Kalau ditunda terlalu lama, peluang bisa lewat begitu saja.

Namun, penting untuk memahami bahwa menambah modal bisnis bukan sekadar soal “menambah uang”, tapi soal bagaimana uang itu diputar dan kembali lagi dalam bentuk keuntungan.

Cara Menambah Modal Tanpa Harus Menghentikan Bisnis

Salah satu cara paling umum adalah dari internal bisnis itu sendiri, yaitu melalui keuntungan yang diputar ulang. Ini sering disebut sebagai bootstrap. Misalnya, sebagian profit tidak diambil, tapi dialokasikan untuk menambah stok, meningkatkan produksi, atau memperluas pemasaran.

Cara ini relatif aman karena tidak menambah beban utang. Tapi kekurangannya, pertumbuhan bisa lebih lambat karena bergantung pada kemampuan profit saat ini.

Alternatif berikutnya adalah mencari sumber modal eksternal, seperti pinjaman usaha atau investor. Ini yang sering jadi pilihan ketika bisnis butuh dorongan lebih cepat. Tapi di sini perlu kehati-hatian. Jangan sampai tambahan modal justru membebani operasional, terutama jika cicilan atau bagi hasil tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan.

Ada juga strategi yang sering dianggap sepele tapi cukup efektif: mengoptimalkan arus kas. Misalnya dengan mempercepat penagihan pembayaran, mengurangi stok yang tidak produktif, atau negosiasi ulang dengan supplier. Dari sini, sebenarnya ada “modal tersembunyi” yang bisa dimanfaatkan tanpa harus benar-benar mencari dana baru.

Selain itu, beberapa bisnis juga memanfaatkan sistem pre-order atau pembayaran di muka. Dengan cara ini, modal sebagian berasal dari pelanggan. Strategi ini cukup sering dipakai di bisnis kuliner, fashion, hingga produk custom.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menambah Modal?

Tidak semua kondisi cocok untuk menambah modal bisnis. Timing tetap jadi faktor penting. Salah satu momen terbaik adalah ketika permintaan sedang naik, tapi kapasitas belum bisa mengimbangi. Ini sinyal bahwa tambahan modal bisa langsung dikonversi jadi peningkatan pendapatan.

Sebaliknya, jika bisnis sedang sepi atau belum punya model yang jelas, menambah modal justru berisiko. Uang tambahan hanya akan habis tanpa arah yang pasti.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesehatan arus kas. Kalau cash flow masih berantakan, menambah modal hanya akan menutup masalah sementara, bukan menyelesaikan akar persoalan.

Idealnya, sebelum memutuskan menambah modal bisnis, sudah ada rencana penggunaan yang jelas. Uang tersebut mau dipakai untuk apa, berapa potensi baliknya, dan dalam waktu berapa lama bisa kembali.

Fokus pada Perputaran, Bukan Sekadar Besaran Modal

Banyak orang terjebak pada angka. Merasa bisnis harus punya modal besar supaya bisa berkembang. Padahal yang lebih penting adalah seberapa cepat modal itu berputar.

Bisnis dengan modal kecil tapi perputaran cepat sering kali jauh lebih sehat dibanding bisnis bermodal besar tapi lambat bergerak. Di sinilah peran strategi jadi krusial.

Menambah modal memang bisa mempercepat pertumbuhan, tapi hanya jika diiringi dengan pengelolaan yang tepat. Tanpa itu, tambahan dana justru bisa jadi beban baru.

Jadi, bukan soal harus nunggu siap dulu. Tapi soal seberapa siap mengelola risiko saat memutuskan untuk melangkah lebih jauh.

Perjalanan Hartawan Sudihardjo Bangun Bisnis Multisektor dari Nol Tanpa Modal Besar

0

Kisah perjalanan Hartawan Sudihardjo menjadi sorotan dalam program yang ditayangkan di kanal Jawa Pos TV Digital. Dalam tayangan bertajuk “Strategi Bangun Bisnis dari Nol Hingga Multisektor”, ia memaparkan bagaimana membangun usaha dari keterbatasan tanpa mengandalkan pinjaman perbankan.

Hartawan Sudihardjo, yang kini menjabat sebagai Business Development Director sekaligus Founder Dissindo Group, berasal dari keluarga sederhana dengan sembilan bersaudara. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan tinggi, meski sempat diterima melalui jalur PMDK. Ia kemudian merantau ke Tangerang dan menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup.

Salah satu pekerjaan yang pernah dijalaninya adalah sebagai kuli penarik kabel listrik di pinggir jalan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan kemandirian sebelum akhirnya terjun ke dunia usaha.

Memasuki dekade 1990-an hingga awal 2000-an, Hartawan bekerja di sejumlah perusahaan dengan upah terbatas. Namun, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari berbagai aspek di luar bidang teknik, seperti manajemen dan sumber daya manusia, melalui pelatihan internal perusahaan. Bekal pengetahuan ini kemudian menjadi fondasi saat ia memutuskan memulai bisnis sendiri.

Pada tahun 2000, sebelum genap berusia 30 tahun, ia mendirikan perusahaan berbentuk perseroan terbatas dengan modal terbatas. Dana yang dimiliki dialokasikan untuk kebutuhan dasar seperti perangkat komputer, legalitas usaha, serta sewa tempat yang difungsikan sebagai kantor sekaligus hunian.

Strategi Bertahan di Tengah Keterbatasan Modal

Minimnya modal mendorong Hartawan mencari sumber penghasilan tambahan. Ia sempat bekerja sebagai sopir taksi, yang tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah, tetapi juga alat mobilitas untuk menjangkau calon klien. Waktu pagi digunakan untuk menarik penumpang, sementara siang hingga malam dimanfaatkan untuk menawarkan jasa dan membangun jaringan.

Dalam menjalankan bisnis, ia tidak langsung menawarkan produk, melainkan menggali kebutuhan calon pelanggan terlebih dahulu. Dari situ, ia menawarkan solusi berupa desain mesin dan gambar teknik. Proses produksi dilakukan melalui kerja sama dengan bengkel lokal, sementara dirinya berperan dalam pengawasan kualitas.

Pendekatan ini memungkinkan Hartawan menjual keahlian tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri di tahap awal. Ia memanfaatkan uang muka dari pelanggan untuk membiayai produksi, sekaligus menjaga arus kas tetap berjalan.

Momentum pascakrisis 1998 turut membuka peluang, ketika banyak pelaku industri kesulitan mengakses mesin impor. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap mesin buatan lokal, termasuk yang dirancang oleh Hartawan.

Seiring waktu, nilai proyek yang ditangani meningkat hingga ratusan juta rupiah. Kepercayaan pelanggan dibangun melalui transparansi dan komitmen terhadap hasil kerja, meski saat itu usahanya masih dalam tahap perintisan. Dari sana, ia perlahan mengembangkan fasilitas produksi sendiri, dimulai dari tempat sederhana yang diperbaiki secara bertahap.

Peran Mental dan Komunitas dalam Pengembangan Usaha

Perkembangan bisnis turut mendorong peningkatan sarana operasional, termasuk pembelian kendaraan niaga untuk menunjang aktivitas perusahaan. Usaha yang dirintis tersebut kemudian berkembang menjadi Dissindo Group dengan berbagai lini bisnis di sektor manufaktur.

Dalam kesempatan yang sama, Hartawan juga menyoroti pentingnya komunitas bagi pelaku usaha, termasuk melalui keterlibatannya di Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (Aspin). Ia membagi pelaku usaha ke dalam tiga kategori, mulai dari pemula hingga pengusaha besar, dengan kebutuhan yang berbeda-beda, mulai dari pembentukan pola pikir hingga peluang ekspansi dan akuisisi.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar dalam memulai usaha bukan terletak pada modal uang, melainkan kesiapan mental. Faktor seperti keterbatasan pendidikan, usia, maupun kondisi ekonomi sering kali menjadi alasan untuk menunda langkah, padahal menurutnya hal tersebut dapat diatasi dengan pola pikir yang tepat.

Hartawan Sudihardjo juga mendorong calon pengusaha untuk memulai dari sektor jasa sebagai langkah awal. Dari sana, usaha dapat berkembang menuju produksi, distribusi, hingga penguatan merek.

Menutup perbincangan, ia menegaskan bahwa bisnis tidak semata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh kemampuan melihat peluang, keberanian mengambil langkah, dan konsistensi dalam menjalankan usaha.

Tarif Listrik Terbaru Berlaku Triwulan II, Masyarakat Diminta Hemat Energi

Pemerintah memastikan tarif listrik terbaru untuk periode 27 April hingga 3 Mei 2026 tetap stabil tanpa perubahan. Kebijakan ini berlaku sepanjang triwulan II 2026, yakni April hingga Juni, dan mencakup seluruh pelanggan, baik yang menerima subsidi maupun yang masuk kategori nonsubsidi.

Penetapan tarif listrik terbaru tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi. Pemerintah menilai stabilitas tarif menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena tarif listrik terbaru tetap mengacu pada periode sebelumnya.

Pertimbangan Ekonomi dan Kebijakan Tarif

Penyesuaian tarif listrik pada dasarnya dilakukan setiap tiga bulan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk triwulan II 2026, pemerintah memutuskan tidak melakukan perubahan terhadap 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Sementara itu, 24 golongan pelanggan bersubsidi juga tetap mendapatkan tarif yang sama seperti sebelumnya.

Kebijakan ini merujuk pada regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait mekanisme penyesuaian tarif tenaga listrik. Dalam penentuannya, terdapat sejumlah faktor yang menjadi acuan, seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia, tingkat inflasi, serta harga batubara acuan.

Dengan mempertimbangkan indikator tersebut, pemerintah menilai kondisi saat ini masih memungkinkan untuk menjaga tarif listrik terbaru tetap stabil. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pelaku usaha kecil, agar tidak terbebani kenaikan biaya energi.

Rincian Tarif Listrik Berbagai Golongan

Untuk pelanggan rumah tangga bersubsidi, tarif listrik masih berada di kisaran Rp415 per kWh untuk daya 450 VA dan Rp605 per kWh untuk daya 900 VA. Sementara itu, untuk rumah tangga nonsubsidi, tarif berkisar antara Rp1.352 hingga Rp1.699,53 per kWh, tergantung kapasitas daya yang digunakan.

Pada sektor bisnis, tarif listrik untuk golongan tertentu tetap berada di angka Rp1.444,70 per kWh untuk daya menengah, sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar dikenakan tarif sekitar Rp1.114,74 per kWh. Di sektor industri, tarif juga tidak mengalami perubahan, dengan kisaran antara Rp996,74 hingga Rp1.114,74 per kWh.

Sementara itu, untuk fasilitas umum dan layanan pemerintah, termasuk penerangan jalan, tarif listrik berkisar antara Rp1.522,88 hingga Rp1.699,53 per kWh. Adapun untuk layanan sosial, tarif tetap lebih rendah, dimulai dari Rp325 per kWh hingga Rp925 per kWh tergantung kapasitas daya.

Dengan keputusan ini, pemerintah berharap stabilitas tarif listrik terbaru dapat memberikan kepastian bagi seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak dan efisien guna mendukung ketahanan energi nasional.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan indikator ekonomi global dan domestik. Penyesuaian kebijakan akan dilakukan secara berkala agar keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan sektor energi tetap terjaga, tanpa mengorbankan stabilitas tarif listrik terbaru di dalam negeri.

Kenapa Komplain Pelanggan Justru Penting untuk Perkembangan Bisnis?

0

Dalam dunia bisnis, Komplain Pelanggan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Seberapa bagus pun produk atau layanan yang ditawarkan, tetap akan ada pelanggan yang merasa kurang puas. Justru dari Komplain Pelanggan inilah sebuah bisnis bisa belajar dan berkembang.

Sayangnya, tidak semua pelaku usaha siap menghadapi situasi ini. Ada yang menganggap komplain sebagai hal negatif, bahkan mencoba menghindarinya. Padahal, jika ditangani dengan benar, Komplain Pelanggan bisa menjadi peluang untuk memperkuat kepercayaan.

Masalahnya bukan pada komplain itu sendiri, tapi bagaimana cara meresponsnya. Respon yang salah bisa membuat pelanggan semakin kecewa, bahkan menyebarkan pengalaman buruk ke orang lain.

Cara Mengelola Komplain Pelanggan agar Tetap Positif

Langkah pertama yang paling penting adalah mendengarkan. Saat pelanggan menyampaikan keluhan, biarkan mereka berbicara tanpa dipotong. Ini menunjukkan bahwa bisnis benar benar peduli.

Sering kali, pelanggan tidak hanya mencari solusi, tapi juga ingin didengar. Dengan memberikan ruang untuk menyampaikan keluhan, emosi mereka bisa lebih reda.

Setelah itu, berikan respon dengan sikap yang tenang. Hindari defensif atau langsung menyalahkan pelanggan. Justru di sinilah pentingnya menjaga komunikasi tetap profesional.

Selanjutnya, segera cari solusi yang jelas. Jangan membuat pelanggan menunggu terlalu lama tanpa kepastian. Semakin cepat masalah ditangani, semakin besar peluang untuk menjaga hubungan baik.

Jangan Anggap Komplain Sebagai Serangan

Salah satu kesalahan umum adalah menganggap komplain sebagai serangan pribadi. Padahal, sebagian besar pelanggan hanya ingin masalahnya diselesaikan.

Dengan pola pikir yang tepat, Komplain Pelanggan bisa dilihat sebagai masukan. Dari sini, bisnis bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Bahkan, banyak bisnis besar justru berkembang karena mampu mengelola komplain dengan baik. Mereka menjadikan keluhan sebagai bahan evaluasi, bukan sesuatu yang dihindari.

Pentingnya Respon yang Cepat dan Tepat

Di era digital, kecepatan respon menjadi sangat penting. Pelanggan terbiasa mendapatkan jawaban cepat, terutama melalui media sosial atau chat.

Jika komplain dibiarkan terlalu lama, rasa kecewa bisa bertambah. Bahkan, bisa berubah menjadi opini negatif yang menyebar luas.

Karena itu, penting untuk memiliki sistem respon yang jelas. Misalnya dengan menetapkan waktu maksimal untuk membalas pesan atau menangani keluhan.

Dengan respon yang cepat dan tepat, Komplain Pelanggan bisa diubah menjadi pengalaman yang justru meningkatkan kepercayaan.

Agar pengelolaan komplain lebih efektif, bisnis perlu memiliki sistem yang sederhana tapi jelas.

Misalnya dengan mencatat setiap keluhan yang masuk, siapa yang menangani, dan bagaimana penyelesaiannya. Dari data ini, bisa terlihat pola masalah yang sering muncul.

Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan secara lebih terarah. Tidak hanya menyelesaikan masalah satu per satu, tapi juga mencegah hal yang sama terulang.

Selain itu, penting juga untuk melatih tim agar memiliki cara komunikasi yang baik. Karena dalam banyak kasus, cara berbicara bisa lebih berpengaruh daripada solusi itu sendiri.

Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,7 Persen di Kuartal II 2026

0

Pemerintah menargetkan ekonomi nasional akan tumbuh dan tetap berada di jalur positif pada kuartal II-2026, dengan proyeksi mencapai 5,7 persen. Optimisme ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai masih ada ruang cukup besar untuk mendorong aktivitas ekonomi hingga pertengahan tahun.

Menurut Purbaya, periode April belum sepenuhnya mencerminkan kinerja kuartal kedua secara utuh. Ia menekankan bahwa pemerintah masih memiliki waktu pada Mei dan Juni untuk memperkuat dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan yang bersifat akseleratif.

Ia menjelaskan, setelah data ekonomi April terkumpul secara lengkap, pemerintah akan mengevaluasi kondisi terkini sebelum menentukan langkah lanjutan. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan ekonomi nasional akan tumbuh dan tetap terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Antisipasi Dampak Harga Komoditas

Di tengah tren kenaikan harga komoditas, pemerintah menilai dampaknya terhadap ekonomi tidak selalu bersifat negatif. Purbaya menyebut, pengaruhnya sangat bergantung pada jenis komoditas serta seberapa luas dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Lonjakan harga CPO berpotensi memberikan tekanan pada sektor tertentu jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, pemerintah akan berkoordinasi lintas kementerian guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah cepat apabila terlihat tanda-tanda perlambatan. Stimulus ekonomi dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari penguatan bantuan tunai hingga kebijakan lain yang mampu mendorong daya beli masyarakat.

Percepatan Belanja Negara Jadi Kunci

Selain stimulus, strategi lain yang disiapkan adalah percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga. Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat perputaran uang di dalam negeri, sehingga mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan percepatan belanja, diharapkan program-program pemerintah dapat segera berjalan dan memberikan dampak langsung terhadap sektor riil. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

Purbaya menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan bahwa arah kebijakan ekonomi tetap berpihak pada kepentingan publik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan program-program yang bersifat pro-rakyat dapat segera direalisasikan dan memberikan efek nyata terhadap perekonomian. Dengan kombinasi kebijakan fiskal, stimulus, serta percepatan belanja, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II dapat tercapai sesuai proyeksi.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Disiasati, Tarif Dijaga Tetap Terjangkau

Pemerintah mengambil langkah cepat merespons Kenaikan Harga Tiket Pesawat yang dipicu lonjakan harga energi global, khususnya bahan bakar avtur. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan industri penerbangan nasional tetap beroperasi secara berkelanjutan di tengah tekanan biaya yang meningkat.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kenaikan Harga Tiket Pesawat menjadi perhatian publik seiring naiknya biaya operasional maskapai. Untuk meredam dampak tersebut, pemerintah berupaya menahan kenaikan tarif penerbangan domestik agar tetap berada dalam kisaran 9 hingga 13 persen.

Salah satu instrumen yang digunakan adalah penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 24 Tahun 2026. Aturan ini memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi pada rute domestik. Dengan kebijakan tersebut, beban biaya yang seharusnya ditanggung penumpang dapat ditekan, sehingga Kenaikan Harga Tiket Pesawat tidak terlalu membebani masyarakat.

Intervensi Fiskal untuk Menekan Biaya

Melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah, tarif dasar tiket serta komponen fuel surcharge tidak sepenuhnya dibebankan kepada penumpang. Pemerintah menilai langkah ini penting, mengingat avtur menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai.

Fasilitas ini berlaku dalam periode terbatas, yakni selama 60 hari sejak kebijakan diundangkan. Tujuannya agar dampak positifnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama pada momentum mobilitas yang tinggi.

Kebijakan ini juga dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan konsumen. Di satu sisi, maskapai tetap mendapatkan ruang untuk menyesuaikan biaya operasional. Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki akses terhadap transportasi udara dengan harga yang relatif terjangkau.

Pengawasan dan Penyesuaian Tarif Tambahan

Untuk memastikan implementasi berjalan sesuai aturan, maskapai penerbangan diwajibkan melaporkan penggunaan fasilitas PPN tersebut secara transparan. Pengawasan ini menjadi penting agar kebijakan benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Sementara itu, untuk tiket di luar kelas ekonomi, kebijakan perpajakan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku tanpa adanya subsidi tambahan. Pendekatan ini diambil agar dukungan pemerintah lebih terfokus pada segmen masyarakat yang paling membutuhkan.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya juga telah menyesuaikan besaran fuel surcharge melalui kebijakan Kementerian Perhubungan. Tarif tambahan ini kini ditetapkan hingga 38 persen, meningkat dari sebelumnya yang lebih rendah, baik untuk pesawat jet maupun propeler.

Penyesuaian tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Kenaikan Harga Tiket Pesawat dalam beberapa waktu terakhir. Namun dengan adanya intervensi fiskal, tekanan harga diharapkan dapat diredam.

Berapa Idealnya Dana Aman? Ini Cara Realistis Memulai Tabungan Keamanan Usaha Kecil

0

Banyak bisnis sudah berjalan bertahun-tahun, omzet naik turun, pelanggan datang dan pergi, tapi ada satu hal penting yang sering terlewat: tabungan keamanan usaha kecil. Padahal, tanpa “dana aman” ini, bisnis ibarat berjalan tanpa sabuk pengaman. Sekali terguncang—entah karena penurunan penjualan, biaya tak terduga, atau krisis ekonomi—posisinya langsung goyah.

Masalahnya, banyak pemilik usaha berpikir bahwa menyiapkan tabungan keamanan usaha kecil butuh nominal besar. Akhirnya, niat itu terus ditunda karena merasa belum mampu. Padahal, justru kebiasaan menunda inilah yang membuat bisnis rentan dalam jangka panjang.

Realitanya, dana aman bukan soal besar di awal, tapi soal konsistensi. Bahkan nominal kecil pun bisa jadi fondasi kuat kalau dikumpulkan dengan disiplin.

Mulai dari Nominal Berapa Supaya Masuk Akal?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya tidak harus rumit. Untuk tahap awal, angka realistis jauh lebih penting dibanding angka ideal. Banyak pelaku usaha memulai dari 5% hingga 10% dari keuntungan bersih bulanan. Jika dirasa masih berat, bahkan 2% pun sudah cukup sebagai langkah pertama.

Kuncinya bukan pada seberapa besar angka awal, tapi pada kebiasaan menyisihkan secara rutin. Misalnya, bisnis dengan keuntungan Rp5 juta per bulan bisa mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Terlihat kecil, tapi dalam setahun sudah terkumpul jumlah yang cukup berarti.

Seiring waktu, nominal ini bisa ditingkatkan. Ketika cash flow mulai stabil, alokasi untuk tabungan keamanan usaha kecil bisa dinaikkan menjadi 10% hingga 20%. Di fase ini, dana aman mulai berfungsi sebagai bantalan nyata saat bisnis menghadapi tekanan.

Idealnya, dana ini mampu menutup biaya operasional selama 3 hingga 6 bulan. Biaya operasional di sini mencakup hal-hal penting seperti gaji karyawan, sewa tempat, listrik, hingga biaya produksi dasar. Dengan memiliki cadangan ini, bisnis tidak langsung panik saat pemasukan tersendat.

Namun perlu dipahami, mencapai angka ideal tidak harus instan. Fokus utama tetap pada progres yang konsisten, bukan target yang terlalu tinggi di awal.

Kenapa Banyak Bisnis Gagal Punya Dana Aman?

Ada beberapa alasan klasik yang sering terjadi. Pertama, semua keuntungan langsung diputar kembali ke operasional atau ekspansi. Kedengarannya produktif, tapi tanpa cadangan, bisnis jadi sangat rentan.

Kedua, tidak ada pemisahan yang jelas antara keuangan pribadi dan bisnis. Akibatnya, dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk tabungan keamanan usaha kecil justru terpakai untuk kebutuhan lain.

Ketiga, mindset “nanti saja kalau sudah besar”. Ini jebakan yang paling sering terjadi. Faktanya, kebiasaan finansial tidak tiba-tiba berubah ketika bisnis berkembang. Jika sejak kecil tidak disiplin, saat besar pun biasanya tetap sama.

Padahal, memiliki dana aman justru membuat bisnis lebih leluasa mengambil peluang. Ketika kompetitor kesulitan bertahan, bisnis yang punya cadangan bisa tetap jalan, bahkan berkembang.

Dana Aman Bukan Beban, Tapi Strategi Bertahan

Melihat dana aman sebagai beban adalah sudut pandang yang keliru. Justru ini adalah salah satu strategi paling sederhana untuk menjaga stabilitas bisnis.

Bayangkan ketika ada penurunan omzet mendadak. Tanpa cadangan, pilihan yang tersedia biasanya terbatas: berutang, menunda pembayaran, atau memangkas biaya secara drastis. Semua opsi ini punya risiko masing-masing.

Sebaliknya, dengan tabungan keamanan usaha kecil, bisnis punya ruang bernapas. Keputusan bisa diambil lebih tenang, tanpa tekanan yang berlebihan. Ini yang membedakan bisnis yang sekadar bertahan dengan bisnis yang benar-benar siap menghadapi ketidakpastian.