Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Uncategorized Untung hingga 80% dari Jual Bibit Jeruk Nipis Jumbo

Untung hingga 80% dari Jual Bibit Jeruk Nipis Jumbo

0

Tanaman jeruk nipis nonbiji (Seedless atau Citrus aurantifolia) adalah salah satu varietas jeruk nipis yang lebih unggul dibandingkan jeruk nipis biasa/lokal. Tanaman jeruk nipis berbiji memiliki ciri buah berukuran kecil, berbiji, dan habitus tanaman relatif kecil (pendek). Lain halnya dengan jeruk nipis nonbiji yang memiliki buah lebih besar ketimbang jeruk nipis berbiji, tidak mengandung biji, dan habitus tanaman relatif besar.

Melihat keunggulan jeruk nipis nonbiji ini, Teguh Jaya tertarik membudidayakan jeruk nipis nonbiji yaitu jeruk nipis jumbo Thailand yang tidak berbiji dan buahnya besar (jumbo) dengan berat buah mencapai 1 kg, berair banyak dan rajin berbuah. Tanaman jeruk nipis jumbo tanpa biji juga bisa dijadikan sebagai tanaman buah di halaman rumah, kebun maupun sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Pria yang akrab disapa Teguh ini memulai usaha pembibitan tanaman buah sejak tahun 2005. Ia mengeluarkan modal sekitar Rp 25 juta untuk sewa lahan, bahan baku (membeli benih tanaman buah seharga Rp 50 ribu/kg), peralatan pertanian dan lain-lain. Teguh juga membeli bibit jeruk nipis jumbo tanpa biji  sekitar 25-30 bibit ukuran 20-50 cm seharga Rp 40 ribu per bibit dari temannya di Malang bernama Taufiq di Desa Tanjung Kalang, Kec. Ngronggot Nganjuk Jawa Timur. Ia pun memperbanyak bibit tanaman buah di kebunnya di kawasan Jl. Simpang Kh.Yusuf Perum.Puri Kartika Asri Malang-Jawa Timur  seluas 2,5 Ha yang disewanya dengan harga Rp 2 juta per tahun.

Pertimbangan Teguh menjalankan usaha pembibitan tanaman buah ini karena tidak perlu lahan yang luas, lebih efisien, bisa diatur masa berbunga/berbuahnya, dan keuntungan maksimal. Hal lain yang mendorongnya untuk melakukan usaha pembibitan buah karena ia ingin memproduksi banyak bibit dengan keaslian dan kemurnian untuk menghasilkan kualitas buah yang baik. Selain jeruk nipis tanpa biji, di kebunnya Teguh juga membudidaya bibit jeruk, jeruk nipis, alpukat, rambutan, durian, mangga, duku, lengkeng, dan lain-lain. Saat ini Teguh mempunyai jumlah bibit tanaman buah hingga 10-15 ribu batang.

Prospek dan Persaingan. Di antara jenis bibit tanaman buah yang dibudidaya Teguh, bibit jeruk nipis jumbo tanpa biji teryata lumayan banyak peminatnya. Apalagi dalam setahun terakhir buah jeruk nipis tanpa biji sangat diburu oleh masyarakat karena dapat digunakan untuk obat batuk, bikin suara merdu, meningkatkan gairah seks, dan dapat menurunkan demam. Buahnya banyak mengandung Vitamin C, mineral, dan kaya akan serat sehingga baik untuk kesehatan.

Diakui Teguh, usaha pembibitan tanaman buah masih terbuka dan sangat bagus ke depannya dengan persaingan belum ketat. Jumlah para pelaku usaha ini masih kurang dibandingkan besarnya permintaan bibit tanaman, terutama tanaman buah. Adapun strategi persaingan Teguh antara lain mengutamakan keaslian/kemurniaan bibit, melakukan inovasi, dan kejujuran serta keuletan dalam mengambil peluang.

Harga. Bibit jeruk nipis jumbo asal Thailand tanpa biji yang dijual Teguh bervariasi harganya. Bibit setinggi 10-20 cm dihargai Rp 40-50 ribu/batang, bibit setinggi 20-40 cm Rp 60-70 ribu/ batang, dan bibit setinggi 60 cm-1 m Rp 90-100 ribu/ batang. Ia paling banyak menjual ukuran 30 cm dengan harga Rp 70.000/ batang. Harga tersebut masih bisa berubah tergantung ukuran batang dan polybag.

Teguh juga menjual bibit secara grosiran dengan diskon yang lumayan besar sekitar 30-40% tergantung jumlah pemesanan. Misalnya jumlah pesanan sekitar 1.000 pohon, harganya bisa menjadi Rp 10 ribu/pohon. Sementara pengemasan bibit biasanya menggunakan kardus bekas dan styrofoam yang ia beli dari pengepul barang bekas di daerah Malang. Pengemasan bibit jika bibit akan dikirim melalui jasa ekspedisi.

Pemasaran. Pada awal usaha, Teguh lebih banyak menjual bibit jeruk nipis jumbo tanpa biji ke tetangga dan kerabat. Selanjutnya ia juga rajin mengikuti berbagai pameran, memasang iklan di majalah atau koran dan melakukan promosi lewat website dan jejaring sosial di internet. Dengan cara-cara tersebut, Teguh mampu mendongkrak penjualan hingga memiliki pelanggan di seluruh Indonesia.

Pelanggan selain dari kalangan penghobi tanaman, ada juga penjual tanaman, kolektor tanaman atau untuk kebutuhan produksi herbal. Teguh juga memberikan garansi selama 2-3 bulan. Jika tanaman mati karena kualitasnya kurang bagus akan diganti dengan yang baru, namun jika tanaman mati karena kesalahan dalam perawatan, maka garansi tidak berlaku.

Pembeli biasanya datang langsung ke kebun dan pembelian tidak ada minimal jumlah, kecuali pesanan yang dikirim melalui jasa pengiriman batas minimal order senilai Rp 500 ribu dengan biaya kirim ditanggung pemesan dan sistem pembayaran diterapkan secara cash. Teguh mampu menjual sekitar 500-1.000 bibit tanaman buah sehingga omset yang diperoleh sekitar Rp 25 juta dengan keuntungan 80%. Penjualan bibit jeruk nipis jumbo tanpa biji menyumbang pemasukan sebesar 35%.

Terkadang Teguh kewalahan jika ada pesanan borongan atau proyek dari instansi dalam program penghijauan. Untuk itu ia sering bekerja sama dengan para petani dan penghobi tanaman buah yang ada di Malang sebagai pengepul atau rekan pemasarannya. Untuk memenuhi permintaan setiap bulan, saat ini Teguh memiliki sekitar 100-150 pohon indukan jeruk nipis jumbo tanpa biji umur 1-1,5 tahun. Tiap bulan, dari satu pohon indukan bisa menghasilkan 10-20 batang bibit.

Exit mobile version