AppsFlyer Perkuat Kehadiran di Asia dengan Buka Kantor di Indonesia

0
117

AppsFlyer, perusahaan atribusi terdepan di dunia, mengumumkan pendanaan Seri D senilai 210 juta dolar AS yang dipimpin oleh General Atlantic, perusahaan pertumbuhan ekuitas terkemuka yang berbasis di New York. Alex Crisses, Managing Director General Atlantic, dan Anton Levy, Co-President dan Head of Technology, telah bergabung ke dalam Dewan Direksi AppsFlyer.

Investasi ini terjadi tiga tahun setelah pendanaan Seri C AppsFlyer, membuat total investasi perusahaan menjadi 294 juta dolar AS. Sejak seri sebelumnya, tim AppsFlyer telah berkembang hingga empat kali lipat,menjadi perusahaan dengan 850 pegawai yang tersebar di 18 kantor di seluruh dunia. Pada tahun ini, AppsFlyer telah membuka kantor ketujuhnya di Asia-Pasifik yaitu di Jakarta.

Sebagai salah satu perusahaan SaaS dengan pertumbuhan tercepat, AppsFlyer telah mengalami pertumbuhan Pendapatan Berulang Tahunan (ARR) hingga lima kali lipat, melampaui 150 juta dolar AS pada tahun 2019. Melengkapi pertumbuhan ARR dalam lima tahun dari satu juta dolar AS menjadi 100 juta dolar AS.

“Kami sangat antusias dapat bermitra dengan sebuah perusahaan yang memiliki tim yang berpengalaman dan budaya yang terfokus kepada klien,” sebut Managing Director General Atlanti

“Atribusi telah menjadi bagian inti dari rangkaian teknologi marketing, dan AppsFlyer telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin dalam kategori yang tumbuh dengan cepat ini. Komitmen AppsFlyer untuk menjadi independen, tidak memihak, dan mewakili kepentingan marketer telah mendapat kepercayaan dari berbagai merek terkemuka di dunia, dan kami melihat potensi signifikan untuk meraih peluang lainnya di pasar ini,” ujar Alex Crisses.

General Atlantic sendiri telah memperluas portofolionya di Asia dalam beberapa tahun terakhir yang mencakup Ruangguru asal Indonesia hingga Rubicon Research asal India.

“Di General Atlantic, kami bermitra dengan perusahaan transformatif yang mendorong kesuksesan, inovasi, dan nilai tambah, serta kami melihat AppsFlyer sebagai pemain yang mentransformasi pasar,” kata Co-President & Global Head of Technology General Atlantic, Anton Levy .

“Skala AppsFlyer bisa menyediakan data atribusi yang akurat dan proteksi dari penipuan, menghemat jutaan dolar bagi para pemasang iklan. Pada saat yang sama, perusahaan ini memikirkan klien mereka dalam setiap langkah yang diambil. Karena privasi data menjadi salah satu perhatian utama yang dihadapi oleh setiap perusahaan, kami sangat bersemangat untuk bermitra dengan pemimpin di bidang teknologi yang mengutamakan privasi dan keamanan,” tambahnya.

“Sebagai pemimpin pasar, kami bangga dan merasa terhormat bahwa platform AppsFlyer digunakan setiap harinya oleh banyak tim pemasaran di seluruh dunia,” kata CEO dan Co-Founder AppsFlyer, Oren Kaniel.

“Kami memegang tanggung jawab ini dengan sangat serius. Putaran baru ini memungkinkan kami untuk menguatkan misi kami dalam menyediakan alat yang dibutuhkan para pemasar demi meraih kesuksesan dan mengambil keputusan yang akurat, berdasarkan informasi yang tepat, strategis, serta membantu mendorong inovasi dan transparansi di seluruh industri kami,”  sambungnya.

Berbicara soal bagaimana perkembangan ini berdampak kepada wilayah Asia Pasifik, President dan Managing Director APAC AppsFlyer, Ronen Mense, mengatakan “Tahun 2020 kami memprediksi bahwa wilayah Asia Pasifik akan memegang nilai pembelanjaan iklan di aplikasi (app-install ad spend) terbesar di dunia dengan nilai 30 juta dolar AS . Dengan volume dan skala yang masif di wilayah mobile-first ini, para pemasar akan lebih sulit untuk melihat bagaimana mereka dapat mengoptimalkan dana pemasaran mereka,”

Lebih lanjut, Ronen Mense menyebutkan adanya bahaya yang nyata dari eksposur kecurangan (fraud exposure) terhadap merek dan user.

“Sayangnya kawasan Asia Pasifik justru menjadi tempat teratas di dunia dalam hal pertumbuhan kecurangan tercepat yang 60% lebih tinggi dari angka rata-rata global. Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat platform terbuka kami bagi mitra dan pengembang pihak ketiga, memberi mereka fleksibilitas untuk menambahkan solusi khusus di atas apa yang kami miliki, sehingga mereka dapat tumbuh dengan penuh percaya diri dan melindungi bisnis mereka di pasar yang sangat kompetitif seperti Asia Pasifik.” katanya.

AppsFlyer bekerja sama dengan lebih dari 12.000 pelanggan, termasuk merek terkemuka seperti Gojek, Agoda, Tokopedia, SEA Group (Shopee & Garena), HBO, Tencent, dan Nike, serta terhubung dengan ekosistem yang terdiri lebih dari 5.000 mitra, termasuk Facebook, Google, Apple Search Ads, Twitter, Salesforce, Adobe dan Oracle. Dalam beberapa tahun terakhir, AppsFlyer telah masuk ke dalam daftar 2019 Inc. 5000 dan Forbes 2019 Cloud 100.

Investor seperti Qumra Capital, Goldman Sachs Growth, DTCP (Deutsche Telekom Capital Partners), Pitango Venture Capital, dan Magma Venture Partners juga turut berpartisipasi dalam putaran ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.