Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Tips & Trik 7 hal penting Membuat Business Plan

7 hal penting Membuat Business Plan

0
Business Plan (dok startupnation.com)

 

Untuk merealisasikan usaha yang telah kita tentukan dan pelajari tersebut, hal yang perlu dilakukan adalah “Membuat Proposal Usaha” [Business Plan] yang baik dan mudah dipahami oleh siapapun, misalnya calon investor, calon partner atau pihak bank.

Untuk membuat ada 7 hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Halaman Judul dan Daftar Isi. Pada halaman depan perlu dituliskan, nama proposal usaha anda dalam huruf besar dan gunakan jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya Arial, Tahoma atau Time New Roman, dan jangan lupa cantumkan nama pembuat proposal.

Pemilihan jenis huruf diusahakan sama untuk setiap halaman dan proporsi besarnya huruf harus diatur sesuai dengan fungsinya, untuk judul utama harus besar, kalau penjelasan  harus lebih kecil.

Daftar isi [Table of Contents] adalah judul dari setiap bagian dengan nomor halaman (harap diingat untuk memasukkan nomor halaman, tanpa itu setiap orang yang membaca akan kebingungan).

  1. Ringkasan Usaha. Dalam ringkasan usaha ini perlu dijelaskan secara singkat, jelas dan cukup padat untuk memberi gambaran kepada pihak-pihak yang akan membaca proposal usaha Anda.

Mulailah rencana usaha Anda dengan satu halaman ringkasan  mengenai esensi dari isi rencana Anda. Ringkasan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk secara cepat dan tepat menyerap inti utama dari perencanaan yang telah disusun dan kemudian membaca lebih lanjut serta mencari informasi penting yang tercakup dalam perencanaan yang Anda susun.

  1. Analisis Situasi. Bagian ini adalah bagian yang terpenting dalam membuat rencana usaha Anda akan berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Analisis situasi yang perlu digambarkan meliputi Ancaman, Kelemahan, Kesempatan, dan Kekuatan dari usaha kita yang mencakup Produk, Harga, Promosi, Distribusi, dan orang yang akan menjalankannya. Jelaskan juga target pasar yang akan dituju, serta siapa-siapa saja pesaing, serta berapa besar gross margin dari produk Anda.
  2. Tujuan Usaha (Target yang Ingin Dicapai). Tujuan serta target dari organisasi usaha Anda harus jelas dan terukur serta memiliki jangka waktu pencapaiannya. Sifat dari tujuan usaha Anda harus obyektif, sasaran ini menjelaskan “ke mana kita akan pergi dan kapan kita akan berada di sana”. Sasaran disusun secara spesifik, misalnya, “Mencapai 10 persen pangsa pasar dalam jangka 12 bulan setelah peluncuran produk baru”.
  3. Strategi Usaha. Strategi adalah sesuatu yang Anda perlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Jika sasaran adalah tempat yang ingin dituju, maka strategi adalah rute yang mesti diambil untuk mencapai tempat itu. Jika sasarannya meluncurkan produk/jasa baru, maka tahap awalnya adalah menciptakan keberadaan produk/jasa Anda agar dikenal oleh pelanggan yang dituju; Membuat program agar pelanggan yang dituju mau mencoba produk/jasa yang dijual; Membuat strategi, bagaimana pelanggan yang sudah mencoba mau membeli ulang produk/jasa Anda.

Sebagai contoh lain, jika sasarannya adalah untuk meningkatkan penjualan, maka strategi Anda mungkin salah satu dari hal berikut:

  • Meningkatkan average price untuk setiap unit
  • Meningkatkan volume penjualan secara keseluruhan
  • Menjual lebih banyak unit dengan harga lebih tinggi
  • Kombinasi dari semua hal di atas.
  1. Taktik Pelaksanaan. Jika strategi merupakan semacam garis besar bagaimana cara Anda mencapai sasaran, maka taktik adalah langkah-langkah yang lebih khusus untuk mencapai sasaran yang sudah ditetapkan. Misalnya, agar produk Anda dijual di toko-toko, buatlah program trade promo untuk pedagang, sedangkan untuk membuat barang/jasa Anda dibeli oleh pelanggan yang dituju buatlah program promo untuk pelanggan.
  2. Anggaran Investasi dan Operasi Usaha. Tentu saja, setiap perencanaan investasi dan operasi usaha Anda memerlukan biaya. Rencana usaha mesti merinci semua biaya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi serangkaian rencana usaha, investasi dan taktik yang telah disusun, seperti rencana penjualan dan harga pokok penjualan, rencana biaya operasional, rencana tenaga kerja, rencana investasi dan lain-lain. Hal tersebut harus tertuang dalam proyeksi neraca, proyeksi rugi laba, dan cash flow.

 

Oleh :  Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

( Amanah Coaching Clinik Indonesia)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version