Jangan Asal Bungkus! Packing Barang yang Benar Bisa Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan!

0
33
Jangan Asal Bungkus! Packing Barang yang Benar Bisa Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan!
Jangan Asal Bungkus! Packing Barang yang Benar Bisa Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan! (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Persaingan bisnis online kini tidak hanya bergantung pada harga atau kualitas produk. Cara sebuah usaha mengirimkan pesanan juga ikut memengaruhi kepuasan pelanggan. Itulah mengapa Packing Barang yang Benar menjadi hal yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik UMKM maupun toko online. Produk yang dikemas dengan baik akan lebih aman selama perjalanan, sedangkan kemasan yang asal-asalan dapat meningkatkan risiko kerusakan hingga memicu komplain.

Kebutuhan akan pengemasan yang baik semakin relevan karena transaksi digital di Indonesia terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha e-commerce mencapai sekitar 4,4 juta unit pada 2024 atau naik sekitar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Semakin banyak usaha yang memanfaatkan jasa logistik, semakin besar pula tantangan untuk memastikan barang tiba dalam kondisi sempurna.

Banyak pelaku usaha fokus mencari produk berkualitas dan strategi promosi yang menarik. Namun, mereka sering melupakan pengalaman pelanggan saat menerima paket. Padahal, kesan pertama muncul ketika pelanggan membuka kemasan. Oleh sebab itu, menerapkan Packing Barang yang Benar dapat menjadi investasi sederhana yang memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnis.

Kesalahan Packing yang Masih Sering Dilakukan Pelaku UMKM

Tidak semua kerusakan terjadi karena proses pengiriman. Dalam banyak kasus, masalah justru muncul sejak proses pengemasan. Beberapa kesalahan berikut masih sering ditemukan pada bisnis online maupun UMKM.

PT Mitra Mortar indonesia
  • Memilih kardus yang terlalu besar. Ruang kosong membuat produk mudah bergeser saat kendaraan melewati jalan yang tidak rata.
  • Menggunakan pelindung terlalu sedikit. Barang pecah belah atau elektronik membutuhkan bubble wrap atau foam agar benturan tidak langsung mengenai produk.
  • Memakai kardus bekas yang sudah lemah. Kardus yang lembap atau penyok lebih mudah robek ketika menahan beban paket lain.
  • Menutup kemasan dengan lakban seadanya. Sambungan kardus dapat terbuka jika lakban tidak menutup seluruh sisi dengan rapat.
  • Mengabaikan label khusus. Produk yang mudah pecah sebaiknya memiliki tanda seperti Fragile agar petugas logistik lebih berhati-hati saat memindahkannya.

Kesalahan tersebut terlihat sederhana, tetapi dampaknya cukup besar. Pelanggan bisa meminta penggantian barang, memberikan ulasan buruk, atau bahkan tidak lagi berbelanja di toko yang sama. Biaya mengganti produk juga sering kali lebih mahal dibandingkan biaya membeli material packing yang lebih baik.

Cara Menerapkan Packing Barang yang Benar agar Produk Tetap Aman

Setiap produk membutuhkan perlakuan yang berbeda. Meski begitu, ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan oleh hampir semua jenis usaha.

Pertama, sesuaikan ukuran kemasan dengan produk yang akan dikirim. Kardus yang pas membuat posisi barang lebih stabil sehingga tidak mudah bergeser selama perjalanan. Jika masih ada ruang kosong, isi bagian tersebut menggunakan kertas kraft, air cushion, atau bubble wrap agar produk tetap berada di tempatnya.

Kedua, pilih material kemasan sesuai karakteristik barang. Produk fashion umumnya cukup menggunakan plastik pengiriman berkualitas. Sebaliknya, produk elektronik, keramik, atau kaca membutuhkan perlindungan berlapis karena lebih rentan terhadap benturan.

Ketiga, gunakan lakban yang memiliki daya rekat kuat. Rekatkan seluruh sambungan kardus hingga membentuk pola huruf H pada bagian atas dan bawah. Teknik ini banyak digunakan perusahaan logistik karena mampu menjaga kardus tetap tertutup selama proses distribusi.

Keempat, tambahkan identitas bisnis pada kemasan. Langkah ini tidak harus mahal. Stiker logo, kartu ucapan terima kasih, atau informasi kontak sudah cukup untuk membuat paket terlihat lebih profesional. Kemasan yang rapi juga membantu pelanggan mengingat merek ketika ingin melakukan pembelian ulang.

Terakhir, lakukan pemeriksaan sebelum paket diserahkan kepada kurir. Pastikan alamat tujuan sudah benar, kemasan tertutup rapat, dan tidak ada bagian produk yang bergerak di dalam kardus. Pemeriksaan singkat ini hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi mampu mengurangi risiko kesalahan pengiriman.

Pengalaman menerima paket sering kali menjadi penilaian terakhir pelanggan terhadap sebuah bisnis. Laporan Dotcom Distribution bahkan menunjukkan sekitar 40% konsumen bersedia membagikan pengalaman unboxing di media sosial ketika menerima kemasan yang menarik. Kondisi tersebut membuktikan bahwa kemasan dapat berfungsi sebagai media promosi sekaligus membangun citra merek.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan