Kiat Mengelola Dapur Keuangan Perusahaan yang Baik

0
210
Ilustrasi (Istimewa)

Berempat.com – Bagaimana cara mengelola finansial sebenarnya sebuah hal yang menarik untuk dibahas, dan memang harus dimengerti oleh setiap pelaku usaha. Terutama oleh para pelaku UKM. Apalagi bila kondisi bisnis sedang lesu. Di kondisi yang seperti inilah tentunya menjadi hal yang sangat pokok bagi pengusaha mengetahui cara mengelola finansial yang baik.

Founder Tras n Co, Tri Raharjo membagikan pengetahuannya tentang bagaimana mengelola keuangan perusahaan:

Pertama, mau dalam kondisi krisis atau tidak, yang paling utama harus dipahami adalah mengatur cash flow, karena biasanya pendapatan itu sangat beragam.

Ada pendapatan yang sifatnya riil dan ada yang sifatnya piutang. Artinya, pendapatan yang riil bisa langsung menghasilkan cash flow bagi perusahaan, sedangkan yang sifatnya piutang memerlukan proses untuk penagihannya.

Lalu, mana yang harus didahulukan? Tentunya, pikiran dan energi kita harus lebih banyak berorientasi ke pendapatan yang sifatnya riil terhadap cash flow. Karena pondasi dari sebuah bisnis adalah di cash flow. Kalau cash flow aman, maka bisnisnya pun akan berjalan relatif lancar.

Biasanya untuk bisnis berkonsep franchise atau BO akan mendapatkan sumber income atau cash in adalah dari bahan baku dan dari pembelian paket franchise atau kemitraan oleh mitra. Nah, dua margin ini yang perlu kita lihat. Untuk yang paket kemitraan, kita bisa mengira-ngira berapa calon mitra yang akan bergabung di bulan ini.

Sementara untuk bahan baku, kita harus benar-benar fokus untuk eksisting mitra yang sedang berjalan. Artinya, mitra-mitra yang sudah berjalan seoptimal mungkin didorong agar bisa melakukan pembelian bahan baku dalam jumlah kapasitas yang banyak. Kalau sudah begitu, maka kita bisa memenuhi cash flow secara operasional, bahkan bisa surplus.

Jadi, jangan sampai kita hanya terpaku pada pembukaan outlet saja agar usahanya bisa tetap hidup dan cash flow tetap aman. Tapi justru harus lebih memikirkan kepada bagaimana maintenance mitra agar permintaan bahan baku tetap pada kapasitas yang tinggi.

Nah, ketika sinergi dua pendapatan itu bisa digabungkan, tentunya harus menjadi perhatian utama para pemilik bisnis. Dan tentu saja harus dikontrol agar tercipta cash flow yang baik. Buatlah juga pola serta sistem pembayaran yang pas dengan mitra. Jangan sampai mitra membeli bahan baku dengan pembayaran yang terlalu lama sehingga dapat mengganggu cash flow.

Itulah hal yang perlu diperhatikan bagi pelaku bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya. Jadi, kalau memang dua hal itu bsia dijalankan dengan optimal dan baik, maka secara finansial pun akan bagus.

Hal kedua, setelah bisa mengatur masuknya cash flow, tentunya orang di bagian finance tidak bisa bekerja sendirian. Artinya, ketika kita sudah tahu proyeksi finansial, sebagai seorang entrepreneur, kita pun harus punya proyeksi pendapatan atau proyeksi marketing.

Nah, biasanya setiap bulan kita memiliki biaya pasti yang harus dikeluarkan. Artinya, dari bulan Januari-Desember seperti apa budgeting pengeluaran pasti yang kita perlukan, seperti biaya listrik, telepon, sewa gedung, dsb. Itu penting diketahui dalam waktu satu tahun ke depan atau setiap bulan agar kita pun tahu bagaimana caranya bisa mendapatkan uang cash untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran tersebut.

Kalau cash out sudah jelas, maka hal yang harus dipikirkan adalah mendapatkan cash in. Tentunya, cash in ini yang perlu diupdate setiap saat. Katakanlah kita buat cash flow project untuk September, maka kita perlu tahu cara mendapatkan cash in setiap minggunya lewat proyeksi marketing. Nah, ketika cash in lebih tinggi daripada cash out, berarti kita sudah dibilang mendapatkan surplus cash flow. Dengan begitu, maka sebuah bisnis akan relatif stabil dan sehat karena darahnya perusahaan ada di cash flow.

Tetapi perlu diingat, kalau cash flow di masa krisis seperti ini agak tersendat maka kita harus menghindari mindset untuk menyuntikkan dana ke perusahaan, apalagi kalau sampai melakukan pinjaman bank. Karena kalau mindset kita selalu seperti itu, maka pikiran kita akan selalu ingin menyuntik dana bila setiap kali cash flow tersendat. Jadi, biarkan tim yang achieve target dan cash flow. Jadikan perusahaan dan bisnis yang mandiri. Itulah mindset yang harus ditanamkan.

Artinya, pinjaman ke bank boleh dilakukan asalkan cash flow kita sudah surplus. Dan dengan catatan untuk pengembangan bisnis, bukan untuk menutupi biaya operasional. Dan, saya kira kalau meminjam untuk pengembangan bisnis ada baiknya digunakan untuk membangun aset, seperti pabrik, rumah produksi, atau mesin produksi. Saya kira itulah hal-hal yang harus diperhatikan oleh pengusaha agar baik dalam mengelola finansial. Selamat berbisnis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.