3W 1H, Kunci Sukses Mengelola Bisnis Investasi Rendah agar Sustain

0
553
Ilustrasi. (summitlife.org)

Berempat.com – Ari Nugrahanto, atau pria yang akrab disapa Coach Ari ini meyakini jika masing-masing bisnis mempunyai tingkat kesuksesan yang berbeda-beda. Dan hal itu tak bisa dilihat hanya dari sisi investasi rendah maupun tinggi. Sebab, menurutnya, semua bisnis besar dimulai dari bisnis kecil atau investasi kecil.  Pun dengan bisnis kecil yang tidak mungkin tiba-tiba menjadi besar.

Karena itulah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pemain Business Opportunity (peluang bisnis) berinvestasi rendah jika ingin bisnisnya mampu sustain dan bersaing di pasar. Dan menurut Coach Ari, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memahami konsep bahwa pelanggan, omzet, dan profit bukanlah hal utama dalam sebuah bisnis.

“Dua hal utama sebelum mendapatkan pelanggan adalah memastikan Anda mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mencari siapa prospect (lead), dan merubah prospect (convertion rate) Anda menjadi pelanggan Anda,” terang Founder Kelola Digital Inc. ini.

Dua hal berikutnya, sambungnya, adalah kemampuan dan strategi menambah jumlah transaksi (number of transaction) dan meningkatkan nilai penjualan (value of sale) untuk meningkatkan omzet bisnis. Dan terakhir, menghitung ‘cost structure’ dan harga jual yang tepat. Sehingga bisa meningkatkan margin untuk mengembangkan profit bisnis Anda.

Dalam menjalani sebuah bisnis agar mampu sustain tidak bisa hanya berpatokan kepada satu hal semata. Tapi juga pada kendala-kendala yang muncul saat ini.

“Alam semesta ini sudah mengajari kita dengan analogi sebuah ‘mobil’. Atau kendaraan bermotor yang harus diservice atau direparasi secara berkala untuk bisa meningkatkan performance kendaraan tersebut. Nah, ini sama dengan pemilik bisnis dan bisnisnya untuk selalu melakukan pembelajaran melalui investasi ilmu, baik dari membaca buku, bergabung dengan komunitas, seminar, workshop, dan lain-lain,” jelas mantan CEO ActionCOACH Indonesia.

Bukan hanya kendala dari pola pikir saja. Tapi masih ada beberapa kendala lainnya yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis BO berinvestasi rendah.

“Hal yang harus dilakukan adalah harus terus mempunyai pola pikir untuk menciptakan self-employed di bawah mereka. Sehingga mereka bisa lebih mempunyai strategic-thinking, bukan technical. Kebanyakan dari pemilik bisnis terjebak di dalam hal teknis, sehingga lupa memikirkan hal-hal strategis, seperti membuat rencana bisnis, pemasaran, penjualan, dan sistem,” ungkapnya.

Setelah mengetahui konsep awal serta kendala dan tantangan yang harus dipahami oleh pelaku bisnis BO berinvestasi rendah, maka hal berikutnya yang harus menjadi perhatian utama adalah cara mengelola bisnisnya yang benar. Tentu saja, semua pengusaha ingin agar bisnis yang dijalaninya bisa sustain dan berkembang. Karena itulah hal ini patut untuk dipahami. Dan Coach Ari merangkumnya menjadi 3W 1H.

“Adalah fokus dengan target pasar Anda, yaitu dengan memastikan siapa mereka (Who)? Mereka ada di mana (Where)? Dan apa strategi yang mau dipakai berdasarkan dua hal tersebut (What)? Lalu, bagaimana cara strategi pemasaran dan bisnis yang sesuai dengan semua hal tersebut (How)?,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.