Merancang Business Plan

0
198
Ilustrasi. (riseacademy)

 

Untuk mengetahui suatu usaha memperoleh untung atau rugi sebenarnya bisa diketahui dengan cara yang sederhana, yaitu apabila keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada pengeluaran yang dikeluarkan. Pengeluaran bisa berupa biaya belanja bahan baku, biaya operasional, serta biaya promosi dan biaya lainnya. Jika omset yang Anda dapatkan lebih besar dari pengeluaran, maka bisa dipastikan usaha yang Anda jalankan surplus, namun jika sebaliknya, maka usaha yang Anda jalankan merugi.

Anda dapat menghitung modal yang diperlukan dalam membeli buku ke percetakan dikurangi dengan harga jual kembali yang Anda tetapkan. Untuk mengetahui berapa volume produk yang harus dijual, Anda harus mengetahui biaya operasionalnya sehingga Anda bisa mencapai target atau keuntungan yang ingin dicapai. Misalnya biaya operasional untuk membayar karyawan, pengiriman barang, listrik, telepon, promosi, dan lain sebagainya. Jika sudah ketahuan angkanya baru Anda bisa menghitung dan menentukan target penjualan produk Anda.

Sementara itu, untuk mengetahui kapan bisa balik modal, disarankan dalam memulai sebuah bisnis ada baiknya mendesain business plan (rencana bisnis) usaha yang kita jalankan, sehingga dari sana bisa digambarkan kapan akan mencapai balik modalnya. Business plan sendiri merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan.

Dalam business plan biasanya berisikan:

  • Pendahuluan, yang mencakup nama usaha, pemilik, alamat, dan lain sebagainya.
  • Rangkuman ekklusif lebih kurang 3 halaman yang menjelaskan secara komplit isi business plan.
  • Analisis industry, membahas mengenai prospektif, analisis persaingan, segmentasi pasar yang dimasuki, ramalan-ramalan tentang produk yang dihasilkan.
  • Deskripsi tentang usaha, misalnya produk yang dihasilkan, ruang lingkup bisnis, dan latar belakang identitas pengusaha.
  • Rencana produksi, yang mencangkup proses produksi, keadaan tempat usaha dan perlengkapannya, bahan baku, dll.
  • Rencana pemasaran, seperti penetapan harga, distribusi, pengembangan produk.
  • Perencanaan organisasi atau bentuk kepemilikan dan struktur organisasi, informasi tentang partner.
  • Perencanaan permodalan, proyeksi aliran kas, sumber permodalan, dan analisa target balik modal, daftar harga dari pemasok barang. Demikian semoga bermanfaat dan dapat membantu permasalahan Anda.

 

Oleh: Lili Pratiwi, CFP

MRE Financial and Investment Advisor

One Pacific Place 15th Floor Sudirman Central Business District

Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.