Keuntungan Bersih Budidaya Belut Capai 85%

0
528
Teknki budidaya belut (dok emindonesia.com)

Siapa yang tak kenal dengan belut, hewan bertubuh licin yang suka bersembunyi di antara lumpur sawah ini ternyata memiliki nilai jual yang tinggi. Sedikitnya jumlah pembudidaya, sementara permintaan tinggi dan khasiat yang terkandung dalam belut, menjadikan harga belut meroket di pasaran. Hal tersebut ditangkap oleh M Fajar Junariyata sebagai momentum untuk memulai usaha di bidang pembesaran belut. Kini berkat keseriusannya menyelami bisnis tersebut dalam sebulan ia pernah menangguk keuntungan bersih hingga 85%. Seperti apa teknik budidayanya?

Ada 2 jenis belut yang dibudidaya Fajar yaitu jenis belut rawa Synbrancus dan jenis belut sawah Monopterus Albus. Pernah sekali waktu Fajar membudidaya belut tambak namun jenis belut tersebut tak laku di pasaran karena dari segi rasa kurang nikmat akibat daging terlalu amis.

Ciri belut sawah: warna lebih cerah kekuningan, mata kecil, menyukai habitat lumpur dengan sedikit air, daging lebih tebal dan gurih, dibandingkan dengan belut rawa perbedaan sangat mencolok. Tubuh belut rawa berkelir hitam gelap, mata lebih besar, daging lebih tipis dan menyukai habitat air dengan sedikit lumpur.

Dari segi ukuran, belut rawa bisa tumbuh lebih panjang, dengan diameter 1 cm dan panjang 30 cm, atau 1:30 di usia 5 bulan, sedangkan belut sawah hanya mampu tumbuh dengan panjang 20cm dan diameter 1 cm atau 1:20 di usia yang sama. Jika belut sudah berusia 1 tahun mampu tumbuh hingga 1 meter.

Namun di tingkat pasar belut sawah lebih laris ketimbang belut rawa karena memiliki warna yang lebih cerah. Kendati lebih laris belut sawah namun dari segi khasiat keduanya sama. Meskipun Fajar bukan seorang ahli gizi, dokter maupun peneliti ia pernah membuat buku seputar belut berdasarkan refrensi dan pengalamannya selama menyelami usaha belut.

Menurut analisis pria yang pernah menyabet penghargaan Entrepreneurship UKM Award 2010 ini dibantu oleh Prof Kaizumi belut memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan kanker payudara karena memiliki zat arjinin, memiliki gizi yang lengkap dan bisa menyembuhkan penyakit jantung.

Tempat Ideal.

Untuk melakukan budidaya belut hal utama yang harus diperhatikan adalah cuaca. Idealnya belut dibudidayakan di tempat yang panas pada ketinggian 50-300 mdpl dengan pH air 5-7. Suhu air juga merupakan salah satu yang harus diperhatikan, usahakan suhu air berada di kisaran 25-28 derajat Celcius. Sejak tebar benih belut usia 2 bulan, belut sudah bisa dipanen 3 bulan kemudian.

Masa produktif belut berada di usia 3-6 bulan, belut merupakan golongan hewan hemaprodit yang bisa mengubah kelaminya. Di usia 0-6 bulan kelamin belut ialah betina, pada saat memasuki usia 7 bulan kelamin berubah menjadi jantan hingga seterusnya. dalam budidaya belut sebaiknya kondisi air tenang, tidak mengalir dan cukup dengan kandungan oksigen.

Menurut Fajar jika ditinjau secara ekonomi budidaya belut air bening lebih menguntungkan ketimbang teknik lumpur selain efisiensi, kepadatan pada saat menebar benih juga sangat menentukan. Ia mencontohkan untuk budidaya memakai teknik lumpur di kolam seluas 1 meter persegi hanya bisa ditebar 1kg belut dan pada saat panen hanya menghasilkan 6kg, sedangkan dengan memakai teknik air bening di luas wadah yang sama bisa ditebar hingga 25kg benih belut dan bisa dipanen sebanyak 75-100kg belut.

Pemasaran

Karena nama Fajar sudah tidak asing lagi di telinga para konsumen dan pedagang belut di pasar tradisional Babakan Madang dan Citeureup kini tak jarang para pedagang tersebut berbondong-bondong menyambangi kediaman Fajar untuk membeli belut secara langsung.

Pedagang dan konsumen juga banyak datang dari luar wilayah Bogor seperti Pekanbaru, Batam dan Jawa. Berkat ketenarannya di dunia belut tak jarang pula konsumen luar seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura dan Jepang yang menghampiri Fajar baik untuk membeli belut maupun untuk sekedar kursus. 1 kg belut konsumsi dibandrol dengan harga Rp 60 ribu dan bisa mencapai Rp 80 ribu per kilo di pasar swalayan bahkan memasuki musim kemarau harga belut bisa melambung hingga Rp 100 ribu per kilo.

Selain menyasar pasar tradisional Fajar juga tak jarang diminta untuk mengisi stok belut ke pasar swalayan seperti Carefour dan Giant namun karena produksi belutnya yang masih sedikit Fajar mengaku masih belum bisa menyanggupi, selain itu sistim pembayarannya setiap 2 bulan sekalimenjadikan Fajar kerap menolaknya.

“untuk swalayan ukuran yang diminta sekitar 100gram isi 6-8 ekor per kilo dan untuk kebutuhan ekspor lebih bervariasi untuk Jepang dan Korea Selatan gemar mengorder belut siap konsumsi isi 6-8 per kilogram, Hongkong isi 20 benih belut ukuran 50gram dan Taiwan senang mengorder belut ukuran yang lebih kecil karena akan dibudidayakan kembali dan di ekspor ke Tiongkok Daratan” jelas Ayah dari 3 orang anak itu.

Melihat tingginya animo konsumen mengkonsumsi belut merupakan sebuah tanda bahwa usaha budidaya belut sangatlah berprospek, terlebih konsumen yang datang banyak dari kalangan menengah atas maka tak mengerankan dalam 1 bulan Fajar bisa menangguk omset sekitar Rp 50 juta dengan keuntungan bersih mencapai 85%.

Mengenai pengiriman Fajar mengaku semua biaya dan administrasi ditanggung konsumen apalagi jika untuk ekspor, Fajar hanya memfasilitasinya hingga pengemasan menyoal pengiriman hingga sampai ke negara asal itu tanggungan konusmen. Kemasan yang dipilih Fajar sangat sederhana namun tetap mengutamakan keselamtan terutama dalam mengirim belut hidup.

Dalam packaging Fajar menggunakan 2 cara. Untuk belut siap konsumsi yang sudah disiangi dengan cara di-fillet dan dibekukan di suhu minus 40 derajat Celcius. Fajar mengemasnya dengan plastik dan dimasukan kembali kedalam sterofoam yang sudah diberi biangb es.

Sedangkan untuk mengirim belut hidup Fajar lebih memilih menggunakan plastik yang sudah terisi oksigen dan sedikit air lalu dimasukan kembali ke sterofoam agar belut terlindung dari benturan akibat guncangan selama pengiriman.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.